Sri Mulyani Kembali Dipercaya Bank Dunia, Diminta Duduk di Jabatan Strategis dan Bergengsi

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 01:12 WIB
pasang foto : Sri Mulyani
Sri Mulyani

 

PONTIANAK POST – Mantan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati kembali dipercaya memegang peran strategis di tingkat global. Bank Dunia menunjuk Sri Mulyani sebagai Ketua Independen Asosiasi Pengembangan Internasional (Independent Co-Chair of International Development Association/IDA) Ke-22, yang akan memimpin proses penggalangan dana bagi negara-negara termiskin di dunia hingga 2031.

Dalam posisi tersebut, Sri Mulyani akan memimpin proses pengisian kembali dana IDA22 bersama Direktur Pelaksana Bank Dunia, Paschal Donohoe. Tugas utamanya adalah memperkuat dukungan kebijakan sekaligus menghimpun komitmen pendanaan dari negara-negara donor maupun negara peminjam.

Berdasarkan keterangan resmi Bank Dunia, Sri Mulyani dipilih melalui proses seleksi oleh komite pencarian yang beranggotakan perwakilan negara donor dan negara peminjam.

"Ia dipilih dari daftar pendek kandidat oleh komite pencarian yang terdiri atas perwakilan kelompok negara donor dan peminjam," demikian keterangan Bank Dunia, Kamis (6/8).

Penunjukan tersebut menjadi pengakuan internasional atas pengalaman panjang Sri Mulyani di bidang pembiayaan pembangunan. Selain pernah menjabat Menteri Keuangan RI, ia juga merupakan mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia dan aktif dalam berbagai forum ekonomi global.

Bank Dunia bahkan menyebut Sri Mulyani sebagai salah satu tokoh paling berpengalaman di dunia dalam bidang pembiayaan pembangunan internasional.

Menentukan Pendanaan 78 Negara

International Development Association (IDA) merupakan lembaga pendanaan di bawah Grup Bank Dunia yang berfokus membantu negara-negara berpendapatan rendah mengurangi kemiskinan ekstrem.

Melalui pinjaman tanpa bunga, pinjaman berbunga rendah, dan hibah, IDA mendanai berbagai program pembangunan, mulai dari pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Siklus pengisian kembali dana IDA22 akan menentukan besaran pembiayaan konsesional yang dapat diakses oleh 78 negara hingga tahun 2031.

Sejak berdiri pada 1960, IDA telah menyalurkan lebih dari 632 miliar dolar Amerika Serikat untuk mendukung pembangunan di 115 negara. Pendanaan tersebut menjadi salah satu instrumen utama Bank Dunia dalam membantu negara-negara berpenghasilan rendah keluar dari kemiskinan ekstrem.

Penggalangan Dana Dimulai Desember

Proses pengisian kembali dana IDA22 akan dimulai secara resmi pada Pertemuan Tinjauan Tengah Periode di Tashkent, Uzbekistan, pada Desember 2026.

Selanjutnya, pertemuan final untuk penyampaian komitmen pendanaan dari negara-negara donor dijadwalkan berlangsung pada Desember 2027.

Forum tersebut akan menjadi momentum penting bagi negara-negara anggota Bank Dunia untuk menentukan besaran dukungan pembiayaan pembangunan bagi puluhan negara termiskin selama periode berikutnya.

Sejak IDA18, proses pengisian kembali dana IDA dipimpin oleh dua ketua bersama, yakni seorang tokoh independen yang memiliki pengalaman luas di bidang bank pembangunan multilateral serta seorang pejabat tinggi Bank Dunia yang ditunjuk langsung oleh Presiden Bank Dunia.

Penunjukan Sri Mulyani sebagai Ketua Independen IDA22 memperkuat posisi Indonesia di panggung ekonomi global. Kepercayaan tersebut sekaligus menegaskan pengakuan komunitas internasional terhadap kapasitas kepemimpinan Indonesia dalam mengawal agenda pembangunan dan pengentasan kemiskinan dunia.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
IDA22 International Development Association Ketua Independen IDA sri mulyani bank dunia