Pelabuhan Kijing Disiapkan Menjadi Pintu Utama Ekspor Kalbar, Pelindo Segera Tambah Alat

Uray Ronald • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 22:48 WIB
Aktivitas di Terminal Non-Peti Kemas di Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Di balik kesiapan fasilitas utama yang dinyatakan telah terpenuhi oleh Pelindo Regional 2, perhatian kini bergeser pada hal-hal yang membentuk “napas” operasional: akses jalan, pengerukan alur pelayaran (dredging), serta keterhubungan dengan hinterland yang menentukan lancar tidaknya arus logistik.
Aktivitas di Terminal Non-Peti Kemas di Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. 

PONTIANAK POST — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menyatakan Pelabuhan Kijing akan menjadi pintu utama aktivitas ekspor berbagai produk unggulan dari seluruh wilayah di provinsi tersebut. Langkah itu didorong untuk mengatasi keterbatasan aktivitas ekspor melalui Pontianak akibat kedalaman alur Sungai Kapuas yang terbatas.

Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan mengatakan pemerintah daerah berharap Pelabuhan Kijing segera beroperasi secara penuh sebagai pelabuhan internasional. Permintaan tersebut disampaikan kepada Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman di Pontianak, Jumat (7/8).

Baca Juga: KSP Kawal Ekspor Alumina, Polemik Aturan LTJ Diselesaikan

Pemprov Kalbar Dorong Operasional Penuh Pelabuhan Kijing

"Saya minta kepada Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, mohon bantuannya agar Pelabuhan Kijing juga segera operasional 100 persen sebagai pelabuhan internasional," kata Krisantus Kurniawan.

Menurut dia, pengoperasian maksimal Pelabuhan Kijing menjadi kebutuhan strategis karena pelabuhan tersebut memiliki akses langsung ke jalur pelayaran internasional. Kondisi itu dinilai dapat memperlancar distribusi berbagai komoditas ekspor dari Kalbar, termasuk alumina yang kini kembali dikirim langsung dari daerah tersebut.

Pemerintah Provinsi Kalbar juga terus mendorong penyelesaian infrastruktur pendukung, seperti akses menuju pelabuhan dan pengerukan alur Sungai Kapuas. Upaya tersebut diharapkan membuat rantai logistik di Kalimantan Barat berjalan lebih efisien. 

Baca Juga: Ekspor Alumina Kalbar Kembali Dibuka, DPRD Harap Dongkrak PAD dan Serap Tenaga Kerja Lokal

Pelindo Tambah Peralatan Terminal Kijing

Di lokasi yang sama, Direktur Komersial Pelindo Farid Padang mengatakan pihaknya terus mempersiapkan fasilitas pendukung di Terminal Kijing guna meningkatkan pelayanan kepelabuhanan.

"Untuk Pelabuhan Kijing tetap kita buka, Insya Allah bulan depan alat datang dari Medan untuk menambah peralatan yang sudah dipersiapkan di sana," ujarnya.

Pelindo menyiapkan dua rubber tyred gantry (RTG) dan dua quay crane (QC) untuk mendukung kegiatan bongkar muat di Terminal Kijing. Penambahan fasilitas tersebut dilakukan seiring rencana pengalihan sebagian aktivitas kepelabuhanan dari Pontianak ke Kijing secara bertahap.

Baca Juga: Fraksi PDIP DPRD Kalbar Sebut Target Pendapatan Daerah 2027 Harus Lebih Berani: Andalkan Smelter, Pelabuhan Kijing hingga Sawit

Ekspor Alumina Berjalan Rutin ke Empat Negara

Farid Padang mengungkapkan aktivitas ekspor alumina saat ini telah berlangsung rutin sekitar 1.000 boks setiap bulan. Komoditas tersebut dikirim ke Jepang, Korea Selatan, China, dan India.

"Kita sudah rutin ekspor seribu box per bulan, tujuannya Jepang, Korea, China, dan India. Kemarin memang sedikit bermasalah karena aturan, tetapi alhamdulillah dengan koordinasi pemerintah, ekspor bisa langsung dari sini," katanya.

Ia menjelaskan, ekspor alumina sebelumnya sempat terkendala regulasi. Namun, setelah dilakukan koordinasi dengan pemerintah, pengiriman kembali dapat dilakukan langsung dari Kalbar. 

Penguatan Pelabuhan Diharapkan Tingkatkan Daya Saing Daerah

Optimalisasi Terminal Kijing diharapkan memperkuat posisi Kalbar sebagai salah satu simpul perdagangan internasional. Selain memperlancar arus barang, peningkatan fungsi pelabuhan juga diharapkan menciptakan efisiensi logistik yang berdampak pada aktivitas perdagangan di daerah.

Penguatan fungsi Pelabuhan Kijing juga dinilai penting agar Kalbar tidak hanya menjadi daerah penghasil bahan mentah, tetapi mampu mengembangkan rantai industri dan perdagangan bernilai tambah. Langkah tersebut diharapkan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan daya saing daerah.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
ekspor Kalimantan Barat Pelabuhan Kijing pintu utama ekspor Pelindo Terminal Kijing operasional pelabuhan internasional Kalbar pelabuhan kijing