Tembus Rp10,75 Triliun! Industri Oleokimia KEK Maloy dan SPAM Sepaku Semoi Kaltim Pikat Investor

Khoiril Arif Ya'qob • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 13:21 WIB
Ilustrasi pabrik Oleokimia. (INFO SAWIT) 
Ilustrasi pabrik Oleokimia. (INFO SAWIT) 

PONTIANAK POST - Kalimantan Timur membawa dua proyek strategis bernilai sekitar Rp10,75 triliun dalam Investment Forum Pamor Borneo 2026.

Proyek tersebut mencakup pengembangan industri oleokimia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan serta pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sepaku Semoi.

Oleokimia Jadi Proyek Terbesar

Proyek industri oleokimia di KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan, Kabupaten Kutai Timur, menjadi proyek dengan nilai investasi terbesar dari Kalimantan Timur. Nilai investasi yang ditawarkan mencapai sekitar Rp8,6 triliun.

Baca Juga: Kalsel Dominasi Investasi Pamor Borneo 2026, Proyek Metanol Rp46,17 Triliun Jadi Andalan

Selain itu, Kalimantan Timur juga menawarkan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sepaku Semoi di Balikpapan dengan nilai sekitar Rp2,15 triliun.

Diperkenalkan kepada Investor

Kedua proyek tersebut dipromosikan dalam Investment Forum Pamor Borneo 2026 yang mempertemukan pemilik proyek dengan calon investor dari dalam dan luar negeri.

Secara keseluruhan terdapat 15 proyek senilai Rp62,13 triliun yang ditawarkan dalam forum tersebut.

Dari proses penjajakan investasi itu terbentuk 12 Letter of Intent (LoI) sebagai langkah awal menuju realisasi investasi.

Investasi Diharapkan Dorong Lapangan Kerja dan Hilirisasi

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan Haris Munandar mengatakan forum juga menjadi wadah untuk membahas berbagai hambatan realisasi investasi sehingga proyek yang telah dipromosikan dapat berlanjut ke tahap pelaksanaan.

Baca Juga: Bahlil Tegaskan Larangan Ekspor Bauksit Tetap Berlaku, Buka Peluang Penguatan Hilirisasi di Kalbar

Lebih lanjut ia menilai penyelesaian berbagai hambatan investasi menjadi kunci agar peluang yang telah terbentuk tidak berhenti di atas kertas. Sebab, investasi diharapkan mampu memberikan efek berantai yang lebih luas bagi perekonomian daerah.

Investasi bukan sekadar soal masuknya modal ke daerah. Ketika proyek benar-benar terealisasi, dampaknya dapat merambah ke penciptaan lapangan kerja, penguatan hilirisasi, peningkatan aktivitas ekonomi, hingga terbentuknya nilai tambah yang lebih besar bagi daerah.

Karena itu, BI berharap kesepakatan investasi yang telah terbangun melalui Investment Forum Pamor Borneo 2026 segera bergerak dari tahap komitmen menuju pelaksanaan proyek.

“Kami berharap 12 LoI yang terbentuk melalui Investment Forum Pamor Borneo 2026 dapat segera ditindaklanjuti menjadi realisasi proyek,” ujar Haris.

Editor : Miftahul Khair
Oleokimia KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan SPAM Sepaku investasi kaltim