PONTIANAK POST – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Barat dan Kadin Jawa Timur memperkuat kolaborasi dunia usaha melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Kerja sama ini mencakup perdagangan, investasi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Penandatanganan MoU berlangsung dalam rangkaian Misi Dagang dan Investasi Provinsi Jawa Timur dengan Kalimantan Barat di Hotel Novotel Pontianak, Selasa (11/8). Kegiatan tersebut disaksikan Gubernur Kalbar Ria Norsan dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
MoU diteken Ketua Umum Kadin Jawa Timur H. Adik Dwi Putranto dan Ketua Umum Kadin Kalbar Arya Rizqi Darsono.
Kadin Dorong Kerja Sama Tak Berhenti di MoU
Ketua Umum Kadin Kalbar Arya Rizqi Darsono mengatakan, kesepakatan tersebut menjadi langkah awal untuk mempertemukan potensi, pasar, dan sumber daya yang dimiliki Kalimantan Barat dan Jawa Timur.
Menurut dia, kerja sama tersebut harus dilanjutkan dengan penjajakan bisnis yang konkret antarpelaku usaha.
“Harapannya kita ini bukan hanya seremonial MoU, tapi kita harus mulai menjajaki setelah MoU ini apa yang akan bisa kita realisasikan. Karena ini baru bicara potensi, potensi investasi,” ujar Arya.
Tindak lanjut kerja sama akan diarahkan melalui pola business to business (B2B). Kadin akan memetakan sektor usaha yang memiliki potensi saling melengkapi sebelum mempertemukan pelaku usaha dari kedua daerah.
Pola tersebut diharapkan membuat kerja sama tidak berhenti pada pertukaran informasi. Pelaku usaha dapat dipertemukan berdasarkan kebutuhan pasar, kapasitas produksi, produk yang ditawarkan, hingga peluang investasi.
“Kadin Jawa Timur punya market, Kadin Kalimantan Barat juga punya market. Sama-sama punya market, tapi juga punya sumber daya. Ini yang harus kita rajut bersama, kita kolaborasi bersama,” katanya.
Perdagangan Antardaerah Jadi Salah Satu Fokus
Salah satu fokus dalam MoU adalah pengembangan perdagangan antarprovinsi. Kerja sama ini diarahkan untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk dari Kalimantan Barat maupun Jawa Timur.
Arya menyebut masing-masing daerah memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Dalam hal ini, Kadin diharapkan menjadi jembatan untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra bisnis yang sesuai.
Kerja sama juga dirancang secara inklusif dengan melibatkan pelaku UMKM.
“Jadi ini inklusif, kita rangkul semuanya,” tegas Arya.
SDM Diperkuat Lewat Pelatihan dan Sertifikasi
Selain perdagangan dan investasi, kedua Kadin sepakat memperkuat kualitas SDM melalui program pelatihan dan sertifikasi kompetensi.
Fokus program antara lain keselamatan kerja serta pengendalian dan pencegahan pencemaran lingkungan hidup.
Program tersebut diharapkan meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus menjawab kebutuhan dunia industri terhadap standar keselamatan dan kepatuhan terhadap aspek lingkungan.
Kadin Institut dan Rumah Kurasi untuk UMKM
Penguatan UMKM menjadi bagian lain dalam kerja sama Kadin Kalbar dan Kadin Jatim. Pembinaan diarahkan melalui Rumah Kurasi dan Kadin Institut.
Arya menjelaskan, Kadin Institut merupakan program yang berjalan bersama Kadin Indonesia. Ke depan, program tersebut diharapkan dapat diperkuat di tingkat provinsi sebagai wadah pengembangan kapasitas pelaku usaha.
“Kadin Institut ini adalah program yang jalan dengan Kadin Indonesia. Harapannya nanti semua Kadin provinsi, Kadin Institut ini juga mulai kita jalankan,” jelasnya.
Sementara itu, Rumah Kurasi diarahkan untuk membantu meningkatkan kualitas produk UMKM. Proses kurasi dinilai penting agar produk lokal memiliki standar yang lebih baik dan semakin siap menembus pasar yang lebih luas.
Kadin Jatim Melihat Peluang Perdagangan Kalbar
Ketua Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto mengatakan, kerja sama tersebut juga diarahkan untuk memperluas pasar produk unggulan dari kedua daerah.
Dia melihat peluang untuk memperkuat hubungan perdagangan antara Jawa Timur dan Kalimantan Barat. Sejumlah komoditas dari Kalbar dinilai memiliki peluang untuk masuk ke pasar Jawa Timur.
“Dengan misi dagang ini banyak potensi yang bisa kami dari Jawa Timur beli atau kami dari Jawa Timur jual di sini. Dan transaksinya atau potensi transaksinya juga sangat luar biasa,” katanya.
Adik menegaskan, kolaborasi Kadin Jatim dan Kadin Kalbar tidak hanya berorientasi pada transaksi perdagangan. Peningkatan kapasitas pelaku usaha dan pengembangan SDM juga menjadi bagian penting dari kerja sama tersebut.
Dengan penandatanganan MoU ini, tindak lanjut melalui penjajakan bisnis menjadi tahap berikutnya yang diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan pasar, kapasitas usaha, produk, serta peluang investasi antara pelaku usaha Kalimantan Barat dan Jawa Timur.(ash)
Editor : Uray RonaldSumber : Pontianak Post