PONTIANAK POST - Memilih hunian bukan hanya soal menemukan properti yang sesuai selera.
Di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian, keputusan membeli apartemen atau rumah tapak juga perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan dan kebutuhan jangka panjang.
Financial planner, Ni Putu Desy Ratna Dewi CFP menilai tidak ada pilihan mutlak yang lebih baik antara apartemen maupun rumah tapak.
Baca Juga: Begini Wajah Sambas Tempo Dulu, Deretan Rumah Terapung Terekam dalam Video Langka 1919
Menurutnya, keputusan tersebut harus disesuaikan dengan kondisi keuangan, kebutuhan, dan tujuan finansial masing-masing individu.
’’Kondisi ekonomi memang memengaruhi suku bunga, harga properti, hingga daya beli masyarakat. Namun, kita hampir tidak pernah menemukan situasi ketika harga rumah murah, bunga KPR rendah, dan ekonomi sedang sangat baik secara bersamaan. Yang lebih penting adalah kesiapan finansial pribadi, bukan menunggu momen yang dianggap sempurna,’’ ujarnya, dikutip dari Jawapos.
Apartemen Unggul dari Sisi Akses
Apartemen maupun rumah tapak memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Apartemen menawarkan kemudahan akses ke pusat aktivitas dengan biaya transportasi yang lebih efisien.
Baca Juga: Jangan Simpan! Ini 5 Barang di Rumah yang Diyakini Feng Shui Menghalangi Rezeki dan Kemakmuran
Karena itu, apartemen dapat menjadi pilihan ketika lokasinya mampu menghemat waktu dan biaya transportasi secara signifikan.
Tinggal dekat kantor, misalnya, dapat memangkas pengeluaran harian sekaligus meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup.
Rumah Tapak Tawarkan Ruang dan Fleksibilitas
Sementara itu, rumah tapak memiliki keunggulan dari sisi ruang, fleksibilitas pengembangan, serta potensi kenaikan nilai tanah.
Baca Juga: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen pada Kuartal II 2026, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penggerak
Hunian jenis ini lebih sesuai bagi kalangan yang memiliki orientasi jangka panjang dan membutuhkan ruang lebih luas untuk keluarga, terutama jika berada di kawasan dengan prospek perkembangan yang baik.
’’Rumah tapak juga memberikan fleksibilitas untuk renovasi atau pengembangan, sementara nilai tanahnya umumnya terus meningkat,’’ ungkapnya.
Dengan demikian, calon pembeli sebaiknya tidak menentukan pilihan hanya berdasarkan harga jual.
Biaya kepemilikan, tujuan keuangan, serta kebutuhan hidup dalam jangka panjang juga perlu menjadi pertimbangan. (*)
Editor : Chairunnisya