PONTIANAK POST - Rumah tapak sering dipandang sebagai pilihan properti yang lebih menguntungkan untuk investasi.
Namun, anggapan tersebut tidak selalu berlaku karena nilai sebuah properti dipengaruhi berbagai faktor.
Financial planner, Ni Putu Desy Ratna Dewi CFP mengingatkan calon pembeli agar tidak menjadikan jenis hunian sebagai satu-satunya pertimbangan investasi.
Baca Juga: Apartemen atau Rumah Tapak? Ini Pertimbangan Finansial Sebelum Membeli Hunian
Lokasi Menjadi Faktor Penting
Menurut Desy, nilai investasi properti ditentukan oleh lokasi, aksesibilitas, perkembangan infrastruktur, permintaan pasar, reputasi pengembang, hingga potensi pertumbuhan kawasan.
Artinya, rumah tapak belum tentu memberikan keuntungan lebih besar hanya karena memiliki tanah. Begitu pula apartemen tidak otomatis menjadi pilihan investasi yang kurang menarik.
’’Misalnya, apartemen di pusat bisnis, dekat transportasi publik, kampus, atau kawasan komersial tentu berpotensi memberikan pendapatan sewa (rental yield) yang menarik. Sebaliknya, rumah tapak di lokasi yang kurang berkembang bisa mengalami kenaikan nilai yang relatif lambat,’’ bebernya, dikutip dari Jawapos.
Baca Juga: Kubu Raya Dapat Jatah 2.444 Bedah Rumah Merah Putih, Terbanyak di Kalbar
Sesuaikan Properti dengan Tujuan
Perbedaan karakter tersebut membuat tujuan pembelian menjadi penting. Apartemen yang berada di lokasi strategis dapat memiliki potensi pendapatan sewa, sedangkan rumah tapak dapat lebih sesuai bagi pembeli yang memiliki orientasi jangka panjang dan membutuhkan ruang lebih luas.
Karena itu, keputusan membeli properti sebaiknya tidak semata-mata didasarkan pada anggapan bahwa salah satu jenis hunian pasti lebih menguntungkan.
Dana Terbatas Bukan Berarti Harus Menunggu
Bagi masyarakat dengan dana terbatas, Desy menyarankan membeli hunian sesuai kemampuan apabila kondisi finansial sudah cukup siap.
Baca Juga: 49 Rumah Dinas Pemkab Sanggau Ditempati Pensiunan, Sekda Tegaskan Bukan Warisan dan Wajib Dikembalik
Langkah tersebut memungkinkan seseorang mulai membangun aset lebih cepat tanpa mengorbankan tabungan, investasi, maupun dana darurat.
Dengan mempertimbangkan kemampuan finansial sekaligus prospek properti, pembelian hunian dapat ditempatkan sebagai bagian dari perencanaan keuangan, bukan sekadar keputusan mengikuti tren. (*)
Editor : Chairunnisya