Empat Anak Michael Bambang Hartono Terima Warisan Saham Rp52,3 Triliun per Orang

Efprizan • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:01 WIB
Michael Bambang Hartono meninggal dunia di Singapura, Kamis (19/3). (Istimewa)
Michael Bambang Hartono meninggal dunia di Singapura, Kamis (19/3). (Istimewa)

PONTIANAK POST - Empat anak mendiang Michael Bambang Hartono menerima bagian saham di perusahaan holding keluarga PT Dwimuria Investama Andalan yang jika hanya dihitung dari kepemilikan Dwimuria di Bank Central Asia (BCA) bernilai sedikitnya USD 2,93 miliar atau sekitar Rp52,3 triliun per orang.

Michael Bambang Hartono meninggal dunia di Singapura pada 19 Maret 2026 dalam usia 86 tahun, sementara pengalihan kepemilikan tersebut terungkap melalui dokumen yang disampaikan kepada pemerintah.

Mengutip laporan The Star yang bersumber dari informasi terkait dokumen pewarisan, sebanyak 49 persen kepemilikan Michael di Dwimuria dibagi rata kepada empat ahli warisnya.

Dengan pembagian tersebut, masing-masing ahli waris memperoleh sekitar 12,25 persen saham Dwimuria, meski nilai Rp52,3 triliun tersebut merupakan estimasi berdasarkan nilai kepemilikan Dwimuria di BCA dan bukan berarti seluruh warisan Michael hanya berupa saham BCA.

Baca Juga: Bakti BCA Siapkan Pendampingan Desa Wisata Patakbanteng untuk Perkuat Ekonomi Lokal dan Kembangkan Agrowisata Berkelanjutan

Nilai Saham Tembus Rp208 Triliun

Berdasarkan perhitungan yang dikutip dari laporan tersebut, kepemilikan 49 persen Michael di Dwimuria bernilai sedikitnya USD11,7 miliar atau sekitar Rp208,9 triliun per 11 Agustus 2026 jika hanya memperhitungkan aset Dwimuria berupa saham BCA.

Angka tersebut kemudian terbagi rata kepada empat anak sehingga setiap ahli waris memperoleh nilai saham sekitar USD2,93 miliar atau setara Rp52,3 triliun.

Struktur kepemilikan itu berawal dari posisi Dwimuria sebagai pemegang sekitar 54,94 persen saham BCA, sedangkan kepemilikan di Dwimuria terbagi 51 persen untuk Robert Budi Hartono dan 49 persen untuk Michael Bambang Hartono.

BCA sendiri merupakan salah satu sumber utama kekayaan keluarga Hartono, dengan kapitalisasi pasar yang disebut mencapai sekitar USD44 miliar dalam laporan yang menjadi rujukan berita ini.

Baca Juga: Tiga Alasan Polytron Fox 350 Cocok untuk Mobilitas Kaum Urban

Warisan Hartono Berlanjut ke Generasi Berikutnya

Warisan Michael tidak hanya berkaitan dengan sektor perbankan karena keluarga Hartono juga memiliki bisnis yang mencakup Djarum, elektronik, telekomunikasi, perdagangan digital, properti, serta berbagai investasi lainnya.

Michael bersama Robert mengambil alih bisnis Djarum setelah ayah mereka, Oei Wie Gwan, meninggal pada 1963, kemudian mengembangkan perusahaan tersebut hingga menjadi salah satu produsen rokok kretek terbesar di Indonesia.

Keluarga Hartono juga dikenal sebagai salah satu keluarga bisnis terbesar di Indonesia, dengan sebagian besar kekayaan mereka berasal dari kepemilikan di BCA melalui Dwimuria.

Menurut data Bloomberg Billionaires Index yang dikutip dalam laporan tersebut, kekayaan gabungan Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono mencapai USD28,6 miliar per 11 Agustus 2026.

Baca Juga: Polytron Fox 350 Jadi Motor Paling Banyak Dicoba di GIIAS 2026, Ini Spesifikasi dan Harganya

Perwakilan keluarga Hartono memilih tidak memberikan komentar mengenai dokumen pewarisan tersebut, sementara pengalihan saham ini menjadi bagian dari proses peralihan kekayaan keluarga ke generasi berikutnya.

Peralihan tersebut juga menempatkan keluarga Hartono dalam fenomena suksesi kekayaan taipan Asia, setelah sebelumnya transfer kekayaan besar terjadi dalam keluarga bisnis Singapura.

Di sisi lain, regenerasi bisnis Hartono juga terlihat dari posisi Victor Hartono, putra sulung Robert Budi Hartono, yang berdasarkan dokumen terpisah telah menggantikan ayahnya sebagai CEO PT Djarum setelah sebelumnya menjabat COO. (jpc)

Editor : Efprizan
Michael Bambang Hartono warisan keluarga Hartono saham BCA PT Dwimuria Investama Andalan keluarga Hartono