PONTIANAK POST – Pengembangan konektivitas perkeretaapian di Kalimantan mulai mendapat ruang dalam agenda transportasi nasional. PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan siap mendukung penguatan jaringan kereta api di Kalimantan sesuai arah dan penugasan pemerintah.
Peluang tersebut disampaikan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dalam amanat Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kantor Pusat KAI, Bandung, Senin (17/8). Pengembangan perkeretaapian di Kalimantan menjadi bagian dari upaya memperluas akses transportasi publik dan konektivitas antarkawasan.
Bobby mengatakan pemerintah telah memberikan arah penguatan konektivitas perkeretaapian, termasuk di Sumatra dan Kalimantan. KAI, kata dia, mempersiapkan diri untuk mendukung agenda tersebut secara profesional sesuai kewenangan dan penugasan pemerintah.
“Indonesia membutuhkan transportasi publik yang semakin kuat. Tugas kami adalah memastikan KAI terus berkembang dengan keselamatan, pelayanan, dan kebermanfaatan sebagai arah utama,” ujar Bobby.
Bagi Kalimantan, pengembangan kereta api berpotensi membuka pilihan transportasi yang lebih luas. Infrastruktur tersebut juga dapat memperkuat konektivitas kawasan dan mendukung aktivitas ekonomi apabila dikembangkan sesuai kebutuhan wilayah.
Dari Transportasi hingga Ekonomi
Peluang pengembangan jaringan kereta api tersebut tidak dilepaskan dari peningkatan kinerja KAI. Pada Semester I 2026, KAI Group melayani sekitar 255,2 juta penumpang, naik 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan konsolidasi mencapai Rp17,96 triliun, meningkat 7 persen. Sementara laba usaha naik 26 persen menjadi sekitar Rp4,66 triliun.
“Kepercayaan masyarakat harus dijawab dengan kinerja yang semakin baik. Pertumbuhan harus diikuti layanan yang berkualitas dan perusahaan yang sehat,” kata Bobby.
KAI juga terus melakukan transformasi melalui peningkatan layanan dan optimalisasi aset. Pengembangan konektivitas perkeretaapian diarahkan tidak hanya untuk mobilitas penumpang, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Keselamatan Tetap Prioritas
Di tengah rencana memperluas jaringan, KAI menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama. Perlintasan sebidang masih menjadi salah satu tantangan yang membutuhkan kolaborasi antara operator, pemerintah, dan masyarakat.
Bobby menegaskan tidak boleh ada kompromi dalam aspek keselamatan.
“Setiap keputusan operasional harus menempatkan keselamatan pelanggan, pekerja, dan masyarakat sebagai prioritas. Di titik ini tidak ada ruang untuk kompromi,” tegasnya.
Penguatan keselamatan menjadi penting apabila jaringan kereta api semakin luas. Edukasi masyarakat, disiplin terhadap prosedur keselamatan, serta dukungan infrastruktur menjadi bagian yang harus berjalan beriringan dengan pembangunan jalur baru.
Kalimantan Butuh Transportasi Terintegrasi
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Bobby menerjemahkan tema tersebut dalam konteks perkeretaapian melalui transportasi yang kuat, akses yang semakin luas, dan konektivitas yang mendukung perekonomian.
“Kereta api harus semakin aman, andal, mudah diakses, dan mampu mendukung aktivitas ekonomi,” ujarnya.
KAI juga mengembangkan sejumlah layanan dan bisnis pendukung, termasuk revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, pariwisata berbasis kereta api melalui The Nusantara Explorer, serta optimalisasi aset untuk mendukung penyediaan hunian terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Ruang kontribusi perkeretaapian ke depan diharapkan semakin luas. Termasuk di Kalimantan, kehadiran jaringan kereta api dapat menjadi bagian dari sistem transportasi yang terintegrasi apabila pengembangannya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan potensi ekonomi daerah.
Bagi Kalimantan Barat, isu tersebut menjadi relevan karena penguatan konektivitas transportasi dapat membuka akses mobilitas orang dan barang sekaligus mendukung pertumbuhan kawasan. Namun, realisasi pembangunan tetap bergantung pada kebijakan, kajian teknis, pembiayaan, dan penugasan pemerintah.
Dengan agenda konektivitas yang semakin luas, KAI menyatakan siap mengambil bagian dalam pengembangan transportasi nasional. Tantangannya bukan sekadar membangun jalur, tetapi memastikan kereta api benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro