PONTIANAK POST - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengarahkan perbaikan jalan bukan semata berdasarkan panjang ruas yang rusak. Ia berdasarkan seberapa besar perannya terhadap mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Saat ini, tingkat kemantapan jalan provinsi Kalbar berada di kisaran 65 persen. Artinya, masih ada sekitar 35 persen ruas jalan yang masih jadi PR.
Jalan Rusak Berat Jadi Prioritas
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalbar Iskandar Zulkarnaen mengatakan pemerintah memprioritaskan ruas yang kondisinya rusak berat sekaligus memiliki fungsi strategis bagi perekonomian.
Baca Juga: Pemprov Kalbar Prioritaskan Benahi Jalan Rusak dan Strategis lewat Tujuh Paket Proyek
“Prioritas pertama adalah alokasi anggaran pada jalan provinsi yang urgen, tepatnya jalan dengan kondisi rusak berat dan sebagai penunjang pergerakan ekonomi,” ujarnya dikutip dari Antara (17/8).
Menurut Iskandar, wilayah seperti Sintang dan Ketapang menjadi perhatian karena memiliki kantong-kantong ekonomi yang membutuhkan dukungan akses jalan.
“Seperti daerah Sintang dan Ketapang, ada kantong ekonomi yang harus bergerak, sehingga akan kita dukung,” ungkapnya.
Tujuh Proyek Strategis Dikerjakan
Upaya tersebut dilakukan melalui tujuh paket proyek strategis daerah yang saat ini dikerjakan di sejumlah wilayah Kalbar.
Baca Juga: Kalimantan Tawarkan 15 Proyek Strategis Senilai Rp62,13 Triliun, Dari Air Minum hingga PLTA
Beberapa ruas telah menunjukkan progres tinggi. Pembangunan ruas Sungai Gantang dan Marau-Aiupas bahkan telah mencapai 100 persen secara fisik.
Namun, penyelesaian pekerjaan fisik belum selalu diikuti pembayaran. Ruas Marau-Aiupas menjadi salah satu contohnya karena menggunakan anggaran Dana Bagi Hasil (DBH) kelapa sawit.
“Pekerjaannya sudah selesai, tetapi pembayarannya belum karena transfer ke daerah masih belum direalisasikan,” ucapnya.
Progres Ruas Lain Masih Berjalan
Ruas Tumbang Titi-Tanjung saat ini mencapai sekitar 75 persen. Sementara Sungai Gantang dan Teluk Batang masing-masing berada di kisaran 65 persen.
Baca Juga: Jelang MTQ Kalbar, Perbaikan Jalan Sukadana-Teluk Batang Dipercepat agar Mobilitas Kafilah Lancar
Untuk Teluk Batang, Pemprov Kalbar lebih dahulu mengejar target fungsional agar jalan dapat digunakan masyarakat.
“Target fungsional ruas Teluk Batang telah tercapai sehingga pelaksanaan MTQ berjalan tanpa kendala,” tukasnya kemudian.
Dengan target tersebut, kendaraan sudah dapat melintas meskipun pekerjaan fisiknya belum sepenuhnya rampung.
Masih Ada 35 Persen Jalan Belum Mantap
Iskandar mengatakan peningkatan kemantapan jalan masih menjadi tantangan karena keterbatasan anggaran.
Baca Juga: Warga Dusun Bemban Mempawah Keluhkan Jalan Rusak Parah Selama Sepuluh Tahun Belum Diperbaiki
“Artinya, masih terdapat sekitar 35 persen ruas jalan yang belum mantap,” sebutnya.
Namun, ruas yang belum mantap tidak semuanya rusak berat. Sebagian masih dapat dilalui kendaraan, sementara sebagian lainnya masih berupa tanah dan berpotensi menyulitkan mobilitas ketika hujan.
Jalan Provinsi Menentukan Pergerakan Ekonomi
Menurut Iskandar, jalan provinsi memiliki posisi penting karena menghubungkan jaringan jalan daerah dengan jalan nasional.
“Walaupun jalan daerah bagus dan jalan nasional bagus, tetapi jalan provinsi sebagai jalan penghubung dari jalan di daerah ke jalan nasional juga belum bagus, artinya perekonomian tidak akan baik,” jelasnya.
Baca Juga: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen pada Kuartal II 2026, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penggerak
Karena itu, perbaikan jalan diarahkan pada ruas yang tidak hanya membutuhkan penanganan secara fisik, tetapi juga memiliki peran dalam menghubungkan permukiman, sentra ekonomi, dan jaringan transportasi utama.
Pemprov Kalbar juga terus mengupayakan dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan daerah.
Editor : Khoiril Arif Ya'qob