Kalbar Punya Cadangan Zirkon Besar, Hilirisasi Bisa Tekan Impor Rp1,6 Triliun

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:39 WIB
Peluang investasi Zirkon di Kalimantan Barat
Peluang investasi Zirkon di Kalimantan Barat

 

PONTIANAK POST - Kalimantan Barat menjadi salah satu wilayah dengan cadangan pasir zirkon terbesar di Indonesia. Potensi zirkon Kalimantan Barat tersebut dinilai dapat dikembangkan melalui hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah mineral sekaligus mengurangi ketergantungan industri nasional terhadap produk impor.

Perekayasa Ahli Utama Pusat Riset Sumber Daya Geologi (PRSDG) BRIN Yuhelda Dahlan menyampaikan hal tersebut dalam webinar DiGdaya #24 PRSDG bertema Kajian Terpadu Sistem Mineral Indonesia, yang membahas sumber daya zirkon dan evolusi geokimia batuan magmatik.

Kalbar Masuk Wilayah dengan Cadangan Zirkon Terbesar

Yuhelda menjelaskan, zirkon merupakan mineral yang umumnya ditemukan sebagai mineral ikutan pada batuan beku maupun endapan pasir. Mineral tersebut memiliki sifat stabil, tahan suhu tinggi, serta memiliki ketahanan kimia yang baik.

Karakteristik itu membuat zirkon dibutuhkan sebagai bahan baku berbagai produk industri. Indonesia memiliki sumber daya pasir zirkon yang tersebar dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara hingga Papua.

“Indonesia memiliki potensi sumber daya pasir zirkon yang tersebar di berbagai wilayah, seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga Papua,” jelas Yuhelda.

Menurut data yang dipaparkannya, cadangan terbesar berada di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, serta Kepulauan Bangka Belitung. Kondisi ini membuka peluang bagi Kalbar untuk menjadi salah satu basis pengembangan industri berbasis zirkon.

Potensi Besar, Hilirisasi Masih Jadi Tantangan

Besarnya potensi mineral belum otomatis membuat Indonesia menjadi pemain utama dalam perdagangan pasir zirkon dunia. Kontribusi Indonesia masih relatif terbatas dibandingkan negara produsen seperti Australia dan Afrika Selatan.

Kondisi tersebut menunjukkan masih terbukanya ruang untuk membangun industri pengolahan zirkon di dalam negeri. Mineral tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Yuhelda menyebut produk hilir zirkon antara lain zirkonia, logam zirkonium, dan opacifier yang banyak digunakan dalam industri keramik.

Industri Keramik Jadi Pasar Utama

Peluang hilirisasi semakin besar karena industri keramik menjadi pengguna utama pasir zirkon di Indonesia. Berdasarkan proyeksi kebutuhan pasar yang dipaparkan Yuhelda, sekitar 70 persen kebutuhan pasir zirkon nasional pada 2025 berasal dari industri keramik.

Distribusi konsumsi menunjukkan industri keramik dan sanitasi menyerap sekitar 56 persen kebutuhan nasional. Industri pengecoran logam menyerap 20 persen, sedangkan 24 persen lainnya digunakan berbagai sektor industri.

“Berdasarkan proyeksi kebutuhan pasar pada tahun 2025, sekitar 70 persen kebutuhan pasir zirkon nasional berasal dari industri keramik,” tuturnya.

Hilirisasi Zirkon Bisa Hemat Devisa Rp1,6 Triliun

Hilirisasi zirkon tidak hanya berkaitan dengan peningkatan nilai jual mineral. Pengolahan di dalam negeri juga dinilai dapat memperpendek rantai pasok industri dan mengurangi ketergantungan terhadap produk dari luar negeri.

Yuhelda memperkirakan substitusi impor untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri berpotensi menghemat devisa hingga Rp1,6 triliun.

“Berdasar data 56 persen kebutuhan pasir zirkon nasional ada untuk industri keramik, inilah yang akan jadi pasar utama yang harus kita usahakan untuk substitusi impor dan hemat devisa sebesar Rp1,6 triliun,” ujarnya.

Apa Itu Pasir Zirkon?

Pasir zirkon merupakan mineral yang mengandung zirkonium silikat dengan rumus kimia ZrSiO₄. Mineral ini umumnya ditemukan sebagai mineral ikutan pada endapan pasir maupun batuan beku.

Zirkon memiliki karakteristik fisik dan kimia yang membuatnya banyak digunakan dalam industri. Mineral ini tahan terhadap suhu tinggi, memiliki kekerasan relatif tinggi, serta memiliki ketahanan kimia yang baik.

Karakteristik tersebut membuat pasir zirkon menjadi bahan baku penting untuk berbagai kebutuhan industri, terutama keramik, sanitasi, pengecoran logam, dan material tahan panas.

Dalam proses hilirisasi, pasir zirkon dapat diolah menjadi sejumlah produk dengan nilai tambah lebih tinggi, antara lain zirkonia, logam zirkonium, dan opacifier. Produk-produk tersebut memiliki penggunaan yang lebih luas dibandingkan pasir zirkon sebagai bahan mentah.

Peluang bagi Industri Berbasis Mineral di Kalbar

Bagi Kalimantan Barat, besarnya cadangan zirkon menjadi peluang untuk mengembangkan industri pengolahan berbasis sumber daya lokal. Pengembangan tersebut dapat diarahkan tidak berhenti pada penambangan, tetapi masuk ke tahap pengolahan dan produksi bahan baku industri.

Jika rantai industri dibangun di dalam negeri, manfaat ekonomi juga berpotensi meluas. Yuhelda menyebut hilirisasi dapat memberikan efek berganda terhadap konstruksi, transportasi, perdagangan, jasa keuangan hingga kegiatan ekspor.

Potensi cadangan zirkon menempatkan Kalimantan Barat dalam posisi strategis dalam pengembangan industri mineral nasional. Tantangannya adalah memastikan potensi tersebut diikuti investasi, teknologi pengolahan, kepastian bahan baku, serta pasar yang memadai.

Hilirisasi juga perlu memastikan manfaat ekonomi dirasakan masyarakat di sekitar wilayah penghasil mineral. Dengan pengolahan yang semakin dalam, zirkon tidak berhenti sebagai komoditas tambang.

Mineral tersebut berpeluang menjadi bagian dari rantai industri nasional sekaligus membantu mengurangi impor dan memperkuat kemandirian industri.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
industri keramik zirkon Kalimantan Barat cadangan pasir zirkon hilirisasi zirkon sumber daya mineral Kalbar