PONTIANAK POST – Program Motor Listrik Nasional (Molinas) diproyeksikan menghemat subsidi bahan bakar minyak (BBM) hingga Rp82,2 triliun selama periode 2027–2037.
Proyeksi tersebut menggunakan asumsi sebanyak 11 juta unit motor listrik Molinas beroperasi pada 2037.
Asisten Deputi Pengembangan Industri Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Atong Soekirman mengatakan penghematan tersebut menjadi salah satu manfaat ekonomi yang diharapkan dari pengembangan ekosistem motor listrik nasional.
“Penghematan subsidi BBM, asumsi 11 juta unit beroperasi di 2037 Rp82,2 triliun,” ujar Atong di Jakarta, Kamis (20/8).
Baca Juga: Kemenko Perekonomian Ungkap 4 Syarat Motor Listrik Nasional, Ini Rinciannya
Produksi Molinas Ditargetkan 100 Ribu Unit per Tahun
Pemerintah menargetkan kapasitas produksi Molinas mencapai 100 ribu unit per tahun.
Pada tahap awal, produk tersebut ditargetkan memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 40 persen.
Kandungan lokal itu kemudian diarahkan meningkat hingga 60 persen seiring dengan penguatan industri dan rantai pasok dalam negeri.
Peningkatan TKDN diharapkan mendorong keterlibatan industri nasional, mulai dari manufaktur dan komponen hingga sektor pendukung kendaraan listrik.
Ekosistem Molinas Diproyeksikan Bernilai Rp150 Triliun
Atong mengatakan manfaat Molinas tidak hanya berasal dari penghematan subsidi BBM.
Ekosistem program tersebut diperkirakan menghasilkan nilai ekonomi hingga Rp150 triliun sepanjang 2026–2031.
Pengembangan industri motor listrik juga diproyeksikan menciptakan sekitar 215 ribu lapangan kerja.
Lapangan kerja tersebut diperkirakan muncul di berbagai sektor, termasuk manufaktur, industri komponen, baterai dan infrastruktur pengisian daya.
Program Molinas juga diarahkan memperkuat neraca perdagangan melalui substitusi impor minyak yang diproyeksikan mencapai Rp45 triliun.
Baca Juga: Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Masih Tunggu Peraturan Menteri Keuangan
Molinas Dibangun sebagai Ekosistem Nasional
Program Molinas diluncurkan pada 13 Agustus 2026 sebagai salah satu langkah strategis pemerintah dalam membangun ekosistem motor listrik nasional.
Program tersebut digagas oleh BPI Danantara bersama PT Len Industri.
Molinas tidak dirancang hanya sebagai peluncuran satu merek kendaraan listrik. Program tersebut mencakup ekosistem yang lebih luas, mulai dari industri, baterai, pembiayaan hingga penyerapan pasar.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat industri kendaraan listrik nasional sekaligus menciptakan rantai nilai yang lebih besar di dalam negeri.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya meresmikan motor listrik nasional beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).
Peluncuran tersebut dihadiri sejumlah pejabat dan perwakilan dunia usaha, khususnya pelaku industri yang telah memproduksi motor listrik secara massal.
Pengembangan Molinas selanjutnya diarahkan untuk memperluas penggunaan kendaraan listrik sekaligus membangun kemampuan industri nasional melalui peningkatan kapasitas produksi, TKDN, pengembangan baterai, pembiayaan dan infrastruktur pendukung.*
Editor : Uray RonaldSumber : Antara