Durian Balai Karangan Khas Musim Kemarau Hadir di Pontianak, Ternyata Cita Rasanya Berbeda

Novantar Ramses Negara • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:39 WIB
LAYANI KONSUMEN: Yenna melayani konsumen yang memilih durian Balai Karangan di BK Store, Pontianak. Durian lokal asal Kabupaten Sanggau itu dihadirkan untuk mengenalkan kekayaan cita rasa buah Kalimantan Barat. (RAMSES/PONTIANAK POST)
LAYANI KONSUMEN: Yenna melayani konsumen yang memilih durian Balai Karangan di BK Store, Pontianak. Durian lokal asal Kabupaten Sanggau itu dihadirkan untuk mengenalkan kekayaan cita rasa buah Kalimantan Barat. (RAMSES/PONTIANAK POST)

 

PONTIANAK POST — Durian Balai Karangan dari Kabupaten Sanggau kini hadir di Pontianak melalui BK Store. Buah lokal Kalimantan Barat itu dipasarkan saat memasuki musim panen kemarau, dengan cita rasa yang disebut manis, legit, dan bertekstur creamy.

Bagi pemilik BK Store, Yenna, menjual durian Balai Karangan bukan sekadar menghadirkan buah musiman. Ia ingin membuka jalan agar kekayaan buah lokal Kalimantan Barat semakin dikenal hingga ke pasar nasional dan mancanegara.

“Musim kemarau tidak mengurangi kualitas rasa. Justru menghasilkan karakter rasa yang berbeda. Kualitasnya tetap sama,” kata Yenna.

Musim Kemarau Membentuk Karakter Rasa

Durian yang tersedia saat ini merupakan hasil panen musim kemarau. Masa ketersediaannya terbatas karena mengikuti siklus panen, sehingga Yenna mengajak konsumen memanfaatkan momentum ketika buah sedang musim.

Menurut dia, musim kemarau memberi karakter berbeda pada buah. Rasa durian menjadi lebih pekat, manis, dan legit, sementara tekstur daging cenderung lebih kering dan creamy.

Durian tersebut berasal dari Balai Karangan, salah satu kawasan di Kabupaten Sanggau yang dikenal sebagai penghasil buah lokal.

Salah satu kawasan penghasilnya berada di sekitar perkebunan cokelat di tepian Sungai Sekayam. Kondisi lingkungan dan unsur hara di kawasan itu, menurut Yenna, turut membentuk karakter rasa buah.

“Durian dari Balai Karangan kualitas buahnya manis, legit dan bagus. Buah ini tumbuh di sekitar perkebunan cokelat di tepi Sungai Sekayam, sehingga unsur haranya bagus dan menghasilkan durian Kalimantan yang bagus,” ujarnya.

Putih dan Kuning, Dua Pilihan untuk Konsumen

Di BK Store, durian dibedakan dalam dua kategori berdasarkan warna daging. Durian berdaging putih masuk kategori Super, sedangkan durian berdaging kuning dikategorikan Premium.

Yenna mengatakan perbedaan warna daging tidak serta-merta menentukan kualitas rasa. Setiap buah memiliki karakter tersendiri yang menjadi daya tarik bagi pencinta durian.

Bagi konsumen, kehadiran durian lokal ini juga memberi kesempatan mengenal kekayaan rasa dari daerah penghasil di Kalimantan Barat.

Berawal dari Hobi Mengeksplorasi Buah Kalbar

Perjalanan Yenna mengembangkan buah lokal bermula dari kegemarannya mengeksplorasi kekayaan pangan Kalimantan Barat. Selama sekitar 20 tahun berkecimpung di dunia kuliner, ia melihat potensi besar yang tersimpan dalam beragam buah khas daerah.

Awalnya, ia tidak berangkat sebagai pedagang buah. Durian kemudian menjadi komoditas yang paling menarik perhatiannya karena Kalimantan Barat memiliki keragaman jenis dan karakter buah tersebut.

“Awalnya bukan penjual buah. Awalnya hobi mengeksplorasi buah yang ada di Kalimantan Barat. Yang paling kaya di Kalimantan Barat itu buahnya adalah durian,” katanya.

Dari kegemaran itu, lahirlah BK Store. BK merupakan singkatan dari Bumi Khatulistiwa, identitas yang ingin digunakannya untuk memperkenalkan buah-buahan lokal Kalimantan Barat.

Mengikuti Musim, Mengangkat Buah dari Daerah

BK Store dirancang untuk menghadirkan buah sesuai musim dan daerah penghasilnya. Ketika suatu komoditas memasuki musim panen, buah tersebut akan menjadi bagian dari produk yang diperkenalkan kepada konsumen.

Selain durian, Yenna berencana mengangkat langsat, manggis, hingga berbagai jenis pisang lokal.

“Kalau di Balai Karangan ada durian, kita angkat durian. Ketika musim langsat, kita angkat langsat. Manggis juga kita angkat. Masih banyak buah lokal lainnya,” ujarnya.

Menurut Yenna, buah lokal memiliki nilai lebih dari sekadar produk konsumsi. Di balik setiap musim panen, ada petani, daerah penghasil, serta cita rasa yang terbentuk dari kondisi alam masing-masing wilayah.

Karena itu, ia berharap pasar yang lebih luas dapat mendorong tumbuhnya perhatian terhadap kualitas dan keberlanjutan produksi buah lokal.

Bukan Sekadar Menjual Buah

BK Store, kata Yenna, juga menjadi wadah untuk memperkenalkan potensi Kalimantan Barat. Selain buah segar, tempat itu menyediakan berbagai dessert yang mengangkat cita rasa dan bahan lokal.

Harapannya, durian Balai Karangan tidak berhenti dikenal sebagai buah dari satu daerah di Sanggau. Ia ingin produk tersebut memiliki jalan menuju pasar yang lebih luas.

Pasar yang berkembang, menurut Yenna, juga dapat memberi dorongan kepada petani untuk terus menjaga kualitas hasil panen.

“Kita mau mengangkat durian dari Balai Karangan, memperkenalkan dan mempromosikannya supaya semakin dikenal, bukan hanya di Kalimantan Barat, tetapi juga nasional hingga mancanegara,” katanya.

Satu Kawasan, Tiga Konsep Usaha

BK Store merupakan satu dari tiga lini usaha Yenna dalam satu kawasan. Dua usaha lainnya adalah Rumah Makan Pusaka Minang dan Gara-Gara Coffee.

Ketiganya menawarkan konsep kuliner berbeda dengan fasilitas dalam satu lokasi, termasuk area parkir yang luas.

Pusaka Minang menyajikan masakan Padang dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakter masyarakat Kalimantan Barat yang multietnis.

“Padang itu kan punya cita rasa Melayu. Karena kita multietnis, kami kreasikan menu masakan Padang,” katanya.

Harga paket nasi rames mulai Rp17.000, sedangkan nasi rames spesial Rp22.000. Sejumlah lauk, seperti ayam kampung dan daging, tersedia mulai Rp30.000 per potong.

Kopi Lokal hingga Jeruk Sengkit

Gara-Gara Coffee melengkapi kawasan usaha tersebut dengan pilihan kopi dari biji lokal. Pengunjung dapat memilih jenis robusta, arabika, hingga liberika.

Salah satu menu yang ditawarkan memadukan Americano dengan jeruk sambal atau jeruk sengkit. Perpaduan itu menghadirkan rasa kopi dengan sentuhan asam dari buah lokal.

Kedai ini juga menyediakan ruang untuk bekerja dan pertemuan. Tersedia pula VIP room yang dilengkapi televisi dan proyektor.

Bagi Yenna, ketiga usaha itu menjadi ruang untuk mengembangkan pengalaman dua dekade di dunia kuliner. Namun, lewat BK Store, ia kini membawa satu mimpi yang lebih besar: memberi tempat yang lebih luas bagi buah-buahan Kalimantan Barat untuk dikenal dari daerah asalnya hingga jauh melampaui batas pasar lokal.

Durian Lokal dan Harapan untuk Petani

Di tengah beragamnya produk buah yang beredar di pasaran, Yenna melihat buah lokal membutuhkan ruang untuk tampil dengan identitasnya sendiri. Nama daerah asal, musim panen, hingga karakter rasa dapat menjadi cerita yang menyertai setiap buah.

Bagi Yenna, mengenalkan durian Balai Karangan adalah awal dari upaya yang lebih panjang. Ia ingin konsumen tidak hanya menikmati buahnya, tetapi juga mengenal daerah, petani, dan kekayaan alam Kalimantan Barat yang berada di balik setiap musim panen.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
durian Kalimantan Barat buah lokal Kalbar BK Store Pontianak buah khas Sanggau durian musim kemarau