Gebyar Cita UMKM Sandai Meriah, PT CMI Dorong Kemandirian Ekonomi Lokal

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:51 WIB
Penampilan seni lokal memeriahkan Gebyar Cita UMKM Sandai di Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Selasa (18/8/2026), sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Penampilan seni lokal memeriahkan Gebyar Cita UMKM Sandai di Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Selasa (18/8/2026), sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

 

PONTIANAK POST – Pelaku usaha mikro dari delapan desa di Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, mendapat ruang untuk memperkenalkan produk sekaligus menguji daya saing usaha mereka melalui Gebyar Cita UMKM Sandai, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan yang digelar PT Cita Mineral Investindo Tbk atau CMI (IDX: CITA) melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) tersebut mempertemukan pelaku UMKM dengan masyarakat dan pemerintah daerah. Produk yang ditampilkan beragam, mulai dari makanan dan minuman olahan hingga kerajinan tangan.

Bukan Sekadar Memamerkan Produk

Gebyar Cita UMKM Sandai tidak hanya menjadi ajang perlombaan. Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang bagi pelaku usaha lokal untuk belajar mempromosikan produk dan melihat sejauh mana produk mereka mampu menarik perhatian konsumen.

Setiap peserta dinilai berdasarkan inovasi produk, kreativitas, kemampuan pemasaran, serta tampilan stan. Aspek tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku usaha memperbaiki kualitas produk sekaligus cara memasarkannya.

Ekonomi Lokal Butuh Pendampingan Berkelanjutan

Manager CSR CMI Site Sandai Dedy Dermawan mengatakan penguatan UMKM diarahkan untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Program ini merupakan wujud komitmen CMI yang terus berupaya untuk mendukung pemberdayaan dan pengembangan ekonomi masyarakat di sekitar Kecamatan Sandai, agar dampaknya dapat dirasakan tidak hanya sementara, tetapi juga berkelanjutan,” ujar Dedy.

Bagi pelaku usaha kecil, kesempatan memasarkan produk menjadi penting karena tantangan UMKM tidak hanya terletak pada produksi. Legalitas, kemasan, promosi, dan kemampuan menjangkau konsumen juga menentukan keberlangsungan usaha.

Penampilan seni lokal memeriahkan Gebyar Cita UMKM Sandai di Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Selasa (18/8/2026), sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Penampilan seni lokal memeriahkan Gebyar Cita UMKM Sandai di Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Selasa (18/8/2026), sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

 

Pemerintah Siapkan Dukungan Legalitas

Pengembangan UMKM juga membutuhkan dukungan setelah kegiatan berakhir. Pemerintah Kabupaten Ketapang menyatakan siap membantu pelaku usaha dari sisi legalitas dan sertifikasi produk.

Penelaah Teknis Dinas Koperasi dan UMKM Ketapang Febrianto mengatakan legalitas menjadi salah satu aspek penting agar produk masyarakat dapat berkembang lebih luas.

“Dari sisi pemerintahan sangat mengapresiasi program ini dan akan terus mendukung melalui berbagai sisi yang cukup krusial seperti legalitas maupun sertifikasi produk,” jelas Febrianto.

Harapan Agar Warga Makin Mandiri

Camat Sandai A. Ase mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap program pengembangan UMKM dapat dilakukan secara rutin sehingga masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan usaha.

“Kami berharap program seperti ini dapat rutin dilaksanakan agar masyarakat lokal bisa betul-betul mempraktikkan ekonomi mandiri melalui produk-produk maupun kerajinan yang mereka hasilkan,” ungkap A. Ase.

Menurutnya, keberadaan produk lokal tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan seremonial. Jika dikembangkan secara konsisten, usaha masyarakat dapat menjadi sumber pendapatan sekaligus memperkuat ekonomi di tingkat desa.

Dari Stan UMKM ke Pasar yang Lebih Luas

Perwakilan Bappeda Ketapang bidang Lingkungan Hidup Yohanes Christy menilai kegiatan tersebut dapat menjadi contoh kolaborasi pemberdayaan masyarakat yang dapat dikembangkan oleh pelaku industri lainnya.

Gebyar Cita UMKM Sandai berlangsung sejak pagi hingga malam dan diikuti antusiasme masyarakat. Kegiatan ditutup dengan pengumuman pemenang, penyerahan penghargaan, serta penampilan seniman lokal.

Yang Penting Bukan Hanya Menang

Bagi pelaku UMKM, nilai utama kegiatan seperti ini tidak berhenti pada penghargaan. Ruang untuk memperkenalkan produk, mendapat masukan, membangun jaringan, dan memahami kebutuhan konsumen menjadi modal untuk mengembangkan usaha.

Karena itu, keberlanjutan pendampingan menjadi penentu apakah kegiatan tersebut benar-benar mampu mendorong kemandirian ekonomi warga. Produk lokal akan lebih berdaya saing jika promosi, legalitas, kualitas, dan akses pasar terus diperkuat setelah acara selesai.

Melalui pengembangan UMKM yang berkelanjutan, masyarakat Sandai diharapkan tidak hanya menjadi penonton pertumbuhan ekonomi di wilayahnya, tetapi ikut menjadi pelaku yang memperoleh manfaat dari potensi ekonomi lokal. (ser/r)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
UMKM Sandai UMKM Ketapang Gebyar Cita UMKM UMKM Lokal CMI