BRIN Ungkap Cara Mengembangkan Tanaman Hias Bernilai Ekonomi

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 00:34 WIB
Ilustrasi tanaman hias bernilai ekonomi di sudut rumah.
Ilustrasi tanaman hias bernilai ekonomi di sudut rumah.

 

PONTIANAK POST – Inovasi tanaman hias tidak selalu berarti menciptakan tanaman baru dari nol. Bagi penghobi, inovasi bisa dimulai dari mengenali karakter unik pada tanaman, mempertahankan sifat menarik, kemudian memilih tanaman yang berpotensi dikembangkan menjadi kultivar bernilai.

Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Hortikultura BRIN, Sri Rianawati, mengatakan tren pasar ikut menentukan arah pengembangan tanaman hias. Variegata, warna daun gelap, hingga tekstur unik menjadi sejumlah karakter yang banyak diperhatikan dalam inovasi tanaman hias.

"Dalam tanaman hias, keunikan lebih penting daripada produktivitas," ujar Sri dalam Webinar HortiActive #25, Rabu (22/4).

Berikut beberapa cara yang bisa diterapkan penghobi untuk mulai melihat peluang inovasi dari koleksi tanaman di rumah.

1. Mulai dari Mengamati Karakter Unik

Langkah pertama adalah mengamati tanaman secara rutin.

Perhatikan perubahan warna daun, pola variegata, bentuk daun, tekstur, hingga karakter pertumbuhan yang berbeda dari tanaman sejenis.

Tidak semua tanaman harus memiliki bentuk sempurna. Justru karakter yang tidak lazim dapat menjadi sumber inovasi ornamental.

Sri menjelaskan, perubahan genetik atau mutasi dapat menghasilkan variasi fenotip yang terlihat pada karakter tanaman, termasuk warna daun.

2. Perhatikan Pola Variegata

Variegata menjadi salah satu karakter yang menarik perhatian pasar tanaman hias.

Pola warna yang berbeda pada permukaan daun dapat membuat tanaman terlihat lebih unik dibandingkan tanaman normal.

Namun, penghobi sebaiknya tidak terburu-buru menganggap setiap perubahan warna sebagai variegata yang stabil.

Amati pertumbuhan daun baru secara berkala. Dokumentasikan perubahan dari waktu ke waktu untuk mengetahui apakah karakter tersebut konsisten.

3. Dokumentasikan Perubahan Tanaman

Salah satu cara paling sederhana untuk menemukan potensi inovasi adalah membuat catatan pertumbuhan.

Foto tanaman dari waktu ke waktu. Catat tanggal munculnya daun baru, perubahan warna, pola, ukuran, serta kondisi lingkungan.

Dokumentasi membantu penghobi mengetahui apakah sebuah karakter benar-benar konsisten atau hanya muncul sementara.

Cara ini juga dapat membantu ketika tanaman akan diperbanyak atau dibandingkan dengan tanaman induknya.

4. Jangan Langsung Mengejar Kelangkaan

Tanaman yang terlihat berbeda belum tentu otomatis bernilai tinggi.

Nilai tanaman hias dipengaruhi oleh preferensi pasar, keindahan, kelangkaan, kestabilan karakter, dan kemampuan mempertahankan sifat tersebut.

Karena itu, penghobi sebaiknya lebih dulu mengenali karakter tanaman sebelum mengejar label "langka".

5. Pilih Tanaman dengan Karakter yang Stabil

Kestabilan menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan kultivar tanaman hias.

Mutasi yang menghasilkan karakter tertentu tidak selalu stabil pada pertumbuhan berikutnya. Keseragaman tanaman juga perlu diperhatikan ketika suatu karakter hendak dikembangkan lebih lanjut.

Bagi penghobi, cara paling aman adalah mengamati beberapa siklus pertumbuhan sebelum menyimpulkan bahwa sebuah karakter benar-benar konsisten.

6. Manfaatkan Teknik Perbanyakan yang Sesuai

Setelah menemukan tanaman dengan karakter menarik, tahap berikutnya adalah mempertahankan dan memperbanyak tanaman tersebut menggunakan teknik yang sesuai dengan jenis tanamannya.

Perbanyakan vegetatif dapat menjadi salah satu pilihan pada tanaman yang memang sesuai diperbanyak dengan cara tersebut.

Sementara itu, kultur in vitro merupakan teknologi yang digunakan dalam penelitian dan produksi tanaman untuk membantu mempercepat seleksi serta perbanyakan kultivar tertentu.

7. Ikuti Tren, tetapi Jangan Mengabaikan Tanaman Lokal

Preferensi penghobi dapat berubah dengan cepat.

Saat ini, karakter seperti variegata, warna daun gelap, dan tekstur unik menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan tanaman hias.

Namun, Indonesia memiliki kekayaan plasma nutfah tropis yang besar. Potensi tersebut dapat menjadi sumber pengembangan kultivar lokal.

Menurut Sri, Indonesia bukan kekurangan tanaman, tetapi masih membutuhkan inovasi varietas.

"Kita bukan kekurangan tanaman, tetapi masih kurang inovasi varietas," tegasnya.

8. Jangan Mencoba Mutasi Kimia atau Radiasi Sendiri

Mutasi terinduksi dalam pemuliaan tanaman dapat menggunakan agen fisik seperti sinar-X dan sinar gamma atau agen kimia tertentu.

Namun, teknik tersebut merupakan bagian dari penelitian dan pemuliaan tanaman yang membutuhkan fasilitas, prosedur keselamatan, serta keahlian khusus.

Bagi penghobi, inovasi lebih tepat dimulai dari observasi, seleksi, dokumentasi, perbanyakan yang sesuai, dan konsultasi dengan ahli, bukan melakukan eksperimen mutasi menggunakan bahan kimia atau radiasi secara mandiri.

9. Kenali Ilmu di Balik Warna Daun

Keunikan warna tanaman tidak muncul tanpa proses biologis.

Sri menjelaskan bahwa perubahan pada jalur klorofil dapat menghasilkan warna putih atau kuning. Sementara perubahan pada jalur antosianin dan karotenoid dapat menghasilkan warna seperti merah, ungu, hingga oranye.

Pengetahuan sederhana mengenai hal tersebut membantu penghobi memahami bahwa perbedaan warna dapat memiliki penyebab biologis yang beragam.

Inovasi Bisa Dimulai dari Koleksi di Rumah

Inovasi tanaman hias tidak selalu harus dimulai dari laboratorium.

Bagi penghobi, langkah awalnya justru bisa sederhana: amati tanaman, temukan karakter yang berbeda, dokumentasikan pertumbuhannya, dan lihat apakah sifat tersebut konsisten.

Jika karakter terbukti menarik dan stabil, pengembangan berikutnya dapat dilakukan dengan metode perbanyakan yang sesuai atau melalui kerja sama dengan pemulia, peneliti, maupun pelaku usaha.

Dengan cara tersebut, hobi merawat tanaman tidak berhenti pada mengoleksi. Penghobi juga dapat ikut menemukan potensi karakter baru yang suatu hari bisa menjadi bagian dari kekayaan tanaman hias Indonesia.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
tanaman hias variegata kultivar tanaman hias cara mengembangkan tanaman hias mutasi tanaman kultur jaringan