PONTIANAK POST — Pemerintah Indonesia dan Malaysia berkomitmen memperkuat perdagangan lintas batas, khususnya di kawasan Entikong, Kalimantan Barat, dan Tebedu, Sarawak.
Komitmen tersebut menjadi salah satu hasil Pertemuan Tingkat Menteri ke-4 Joint Trade and Investment Committee (JTIC) Indonesia-Malaysia di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Kamis (3/9).
Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso mengatakan kedua negara berkomitmen memperkuat implementasi perjanjian perdagangan perbatasan sekaligus memfasilitasi aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.
"Komitmen bersama kami terhadap implementasi yang efektif dari Perjanjian Perdagangan Perbatasan (Border Trade Agreement), serta upaya berkelanjutan untuk memfasilitasi perdagangan perbatasan dan mendukung konektivitas ekonomi, khususnya di wilayah perbatasan Entikong-Tebedu," ujar Budi.
Menurut Budi, penguatan perdagangan perbatasan menjadi bagian dari upaya kedua negara memastikan kerja sama bilateral memberikan manfaat nyata.
Baca Juga: Jamaah Indonesia-Malaysia Salat Istisqa di PLBN Entikong, Mohon Hujan dan Pencegahan Karhutla
Indonesia-Malaysia Bahas Akses Pasar
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Malaysia juga membahas akses pasar dan fasilitasi perdagangan.
Pembahasan mencakup produk pertanian dan pangan dengan tujuan menyelesaikan berbagai persoalan yang masih menghambat perdagangan bilateral.
"Diskusi kami mengenai akses pasar dan fasilitasi perdagangan, termasuk untuk produk pertanian dan pangan, dengan tujuan untuk mengatasi isu-isu yang belum terselesaikan dan memfasilitasi perdagangan bilateral," ujar Budi.
Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya kedua negara memperkuat hubungan perdagangan dan memastikan kerja sama ekonomi memberikan manfaat bagi Indonesia dan Malaysia.
Kerja Sama Investasi Turut Diperkuat
Selain perdagangan, kedua negara menyepakati penguatan kerja sama investasi.
Indonesia dan Malaysia juga mendorong terciptanya iklim investasi yang kondusif di kedua negara melalui berbagai mekanisme bilateral yang relevan.
JTIC merupakan forum bilateral Indonesia dan Malaysia untuk membahas berbagai isu, tantangan, dan peluang di bidang perdagangan serta investasi.
Kerja Sama E-Commerce hingga Produk Halal
Indonesia dan Malaysia juga melanjutkan kerja sama di sejumlah sektor yang menjadi kepentingan bersama.
Bidang tersebut antara lain perdagangan elektronik (e-commerce), pertanian, isu halal, dan standardisasi.
Kerja sama di berbagai sektor tersebut menjadi bagian dari upaya kedua negara memperluas hubungan ekonomi bilateral.
Baca Juga: Peterpan Hidupkan Nostalgia di Rock In The City 2026 di Sarawak Malaysia
Perdagangan Entikong-Tebedu Didorong Semakin Terintegrasi
Penguatan perdagangan lintas batas Entikong-Tebedu menjadi salah satu perhatian dalam kerja sama Indonesia dan Malaysia.
Kedua wilayah tersebut merupakan kawasan perbatasan yang terhubung dalam aktivitas perdagangan lintas negara.
Budi meyakini hasil Pertemuan Tingkat Menteri ke-4 JTIC dapat semakin memperkuat hubungan perdagangan dan investasi Indonesia-Malaysia.
"Kami yakin bahwa hasil-hasil ini akan semakin memajukan hubungan perdagangan dan investasi bilateral kita serta memperdalam kerja sama ekonomi antara kedua negara," kata Budi.
Perdagangan Indonesia-Malaysia Capai USD 4,09 Miliar
Hubungan perdagangan Indonesia dan Malaysia masih mencatatkan kinerja positif bagi Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), nilai perdagangan nonmigas kedua negara mencapai USD 4,09 miliar pada periode Januari-Maret 2026.
Nilai tersebut terdiri atas ekspor nonmigas Indonesia ke Malaysia sebesar USD 2,73 miliar dan impor nonmigas dari Malaysia sebesar USD 1,36 miliar.
Dengan nilai tersebut, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan nonmigas sebesar USD 1,37 miliar terhadap Malaysia pada periode tersebut.
Baca Juga: Bea Keluar Emas Diterapkan di PLBN Entikong, Rokok Ilegal Masih Jadi Tantangan
Secara lebih baru, data Kemendag menunjukkan Malaysia masih menjadi salah satu negara penyumbang surplus perdagangan nonmigas Indonesia. Pada periode Januari-Juli 2026, surplus perdagangan nonmigas Indonesia dengan Malaysia mencapai USD 3,39 miliar.
Data tersebut menjadi konteks ekonomi bagi upaya kedua negara memperkuat perdagangan, termasuk perdagangan lintas batas di kawasan Entikong-Tebedu.*
Editor : Uray RonaldSumber : Antara