Wali Kota Pontianak: Indonesia Masters Super 100 Beri Dampak Positif bagi UMKM

Uray Ronald • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 22:35 WIB
Stan UMKM di Kawasan GOR Terpadu Ahmad Yani saat perhelatan Indonesia Masters Pontianak (ANTARA/Sucia Lucinda)
Stan UMKM di Kawasan GOR Terpadu Ahmad Yani saat perhelatan Indonesia Masters Pontianak (ANTARA/Sucia Lucinda)

 

PONTIANAK POST - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai penyelenggaraan Polytron Pontianak Indonesia Masters Super 100 tidak hanya menjadi panggung bagi atlet untuk meningkatkan prestasi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

"Alhamdulillah, kejuaraan yang ada di GOR itu kan juga melibatkan UMKM. Nah, UMKM juga akan terbantu," kata Edi Kamtono di Pontianak, Sabtu.

Sebanyak 29 stan UMKM didirikan di kawasan GOR Terpadu Ahmad Yani selama pelaksanaan turnamen dengan menawarkan beragam kuliner khas tradisional dan modern, mulai dari makanan berat hingga makanan ringan.

Menurut Edi, penyelenggaraan turnamen berskala internasional di Pontianak juga perlu dimanfaatkan atlet dan klub lokal untuk meningkatkan kemampuan serta membangun jaringan dengan pemain dan pelatih dari tingkat nasional hingga internasional.

"Ya, kita harapkan dengan adanya tuan rumah ini, kesempatan bagi para klub, para atlet bulu tangkis kita untuk bisa meningkatkan prestasi," ujarnya.

Ia mengatakan kesempatan menjadi tuan rumah tidak seharusnya hanya dimanfaatkan masyarakat untuk menyaksikan pertandingan. Menurut dia, ajang tersebut juga menjadi ruang bagi atlet lokal membangun koneksi dengan pemain dan pelatih.

Upaya tersebut, lanjut Edi, dapat diperkuat melalui sinergi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) di tingkat pusat, provinsi, dan kota untuk membuka peluang peningkatan prestasi atlet.

Baca Juga: Rehan/Melati Gagal ke Final Pontianak Indonesia Masters 2026 Usai Kalah dari China

Jadi Panggung Pemain Muda Cari Poin

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Polytron Pontianak Indonesia Masters Super 100 Yuni Kartika mengatakan turnamen tersebut menjadi kesempatan penting bagi pemain muda Indonesia untuk mengumpulkan poin sekaligus meningkatkan peringkat dunia.

"Ini panggung cari poin. Ranking internasional mereka bisa naik, dapat ranking dan kemudian bisa tanding lagi di level yang lebih tinggi," kata Yuni.

Ia menyebut pemain Indonesia menghadapi persaingan dari sejumlah negara Asia, di antaranya Malaysia, Thailand, Chinese Taipei, dan Jepang.

Menurut Yuni, persaingan tersebut membuat turnamen di Pontianak menjadi ajang bagi atlet muda untuk mengukur kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman menghadapi pemain asing.

Baca Juga: Antusiasme Warga Pontianak Membludak! Tiket Indonesia Masters 2026 Ludes, Cek Tiket Box Onsite

Antusiasme Penonton di Luar Perkiraan

Dari sisi penonton, Yuni mengatakan antusiasme masyarakat terhadap Polytron Pontianak Indonesia Masters Super 100 berada di luar perkiraan panitia, terutama menjelang babak semifinal dan final.

"Kita benar-benar kalau dari panitia penyelenggara berhitungnya di luar dugaan. Karena stadionnya besar ini, sekitar 1.700 sekian penonton yang harus masuk ke stadion ini, dan kita melihat antusiasnya terutama di semifinal dan final penuh sekali," ujarnya.

Selain pertandingan, panitia menghadirkan panggung hiburan setiap sore dan tenda sponsor yang dapat dikunjungi penonton untuk menambah pengalaman selama berada di arena pertandingan.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
Atlet Bulu Tangkis Indonesia bulu tangkis Pontianak Polytron Pontianak Indonesia Masters Super 100 Indonesia Masters Pontianak UMKM Pontianak