PONTIANAK POST – Kopi dan cita rasa Nusantara kini mendapat ruang baru di kawasan Silicon Valley, Amerika Serikat. Usaha rintisan diaspora Indonesia, Hijau Coffee, resmi membuka gerai permanen pertamanya di San José, California, Sabtu (5/9).
Gerai yang sebelumnya berawal dari usaha pop-up tersebut didirikan diaspora Indonesia Lisa Maria dan Ryan Prawiradjaja. Peresmian dilakukan oleh Konsul Jenderal RI San Francisco Yohpy Ichsan Wardana bersama Wali Kota San José Matt Mahan dan Anggota Dewan Kota (council member) San José Michael Mulcahy.
Kehadiran Hijau Coffee menjadi bagian dari upaya memperluas promosi produk sekaligus memperkenalkan budaya Nusantara di kawasan yang menjadi pusat perkembangan teknologi dunia tersebut.
Baca Juga: Kopi Liberika dan Upaya Menjaga Hutan di Desa Padi Jaya Kubu Raya
Jadi Bagian Diplomasi Ekonomi Indonesia
Konsul Jenderal RI San Francisco Yohpy Ichsan Wardana mengatakan perkembangan Hijau Coffee menjadi salah satu bentuk konkret diplomasi ekonomi. Menurutnya, kehadiran usaha yang dibangun diaspora Indonesia dapat membantu pelaku UMKM dan diaspora di Bay Area memperluas jejaring sekaligus pasar.
"Kami ingin semakin banyak pengusaha Indonesia berani ‘naik kelas’ dan mengambil peluang di Bay Area. KJRI siap menjadi jembatan untuk membuka jejaring dan peluang agar produk serta identitas Indonesia semakin dikenal masyarakat AS," ujar Yohpy.
Pembukaan gerai permanen tersebut sekaligus menunjukkan upaya diaspora Indonesia membawa produk dan identitas Nusantara ke pasar Amerika Serikat.
Baca Juga: Festival Kopi Liberika Sendoyan Kenalkan Kopi Lokal Kebanggaan Sambas
Sajikan Kopi dengan Cita Rasa Nusantara
Hijau Coffee menawarkan beragam menu kreasi yang memadukan kopi dengan cita rasa khas Indonesia.
Beberapa di antaranya adalah pandan latte, nastar latte, hingga klepon latte. Untuk bahan baku kopi, Hijau Coffee menggunakan biji kopi pilihan dari Takengon, Aceh, dan Kintamani, Bali.
Kombinasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan cita rasa Indonesia melalui produk yang dekat dengan keseharian masyarakat Amerika Serikat.
Baca Juga: Kopi Liberika Sendoyan Tembus 100 Hektare, Dedi A. Khansa Raih Penghargaan
Peresmian Dimeriahkan Seni Indonesia
Pembukaan gerai permanen Hijau Coffee tidak hanya menghadirkan produk kuliner. Peresmian juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni budaya Indonesia melalui sajian Tari Bali dan Gamelan Pusaka Sunda.
Wali Kota San José Matt Mahan menyambut baik kehadiran Hijau Coffee. Menurutnya, gerai tersebut menjadi bagian dari keberagaman Kota San José sekaligus ruang berkumpul bagi komunitas diaspora Indonesia dan Amerika Serikat untuk merawat akar budaya.
Sementara itu, council member San José Michael Mulcahy menilai kehadiran gerai baru di koridor San Carlos tersebut menjadi aset yang memperkaya dinamika ekonomi sekaligus representasi budaya Indonesia.
Hijau Coffee hadir di tengah sekitar 16.000 usaha kecil yang berada di San José.
Baca Juga: Lindungi Kopi Liberika Kayong Utara, Kemenkum Kalbar Bahas Evaluasi Kebijakan Indikasi Geografis
Perkuat Kopi Specialty Indonesia di Amerika Serikat
Kehadiran Hijau Coffee turut memperkuat penetrasi specialty coffee Indonesia di pasar Amerika Serikat.
Gerai tersebut melengkapi kehadiran sejumlah usaha kopi diaspora Indonesia lainnya di kawasan Bay Area, seperti Kopi Kita di San Francisco dan Kopi Bar di Berkeley.
Dengan menggabungkan produk kopi Indonesia dan cita rasa kuliner Nusantara, Hijau Coffee menjadi salah satu ruang bagi diaspora Indonesia untuk memperkenalkan kekayaan produk serta budaya Indonesia kepada masyarakat di Silicon Valley.*
Editor : Uray RonaldSumber : Antara