Kemenhub Fokus Pengembangan Jaringan Kereta Api, Trans-Kalimantan Belum Terperinci di Anggaran 2027

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 23:54 WIB
Ilustrasi pemerintah tengah menyiapkan rencana jalur kereta api di Pulau Kalimantan. (GEMINI AI)
Ilustrasi pemerintah tengah menyiapkan rencana jalur kereta api di Pulau Kalimantan. (GEMINI AI)

 

PONTIANAK POST – Kementerian Perhubungan menempatkan pengembangan perkeretaapian sebagai salah satu prioritas anggaran 2027. Namun, alokasi, rute, dan jadwal pembangunan Kereta Trans-Kalimantan belum diperinci.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi hanya menyebut pengembangan jaringan menuju Sukabumi serta elektrifikasi jalur Cikampek dan Tanah Abang–Rangkasbitung. Ketiga proyek tersebut berada di Pulau Jawa.

Belum terperincinya Trans-Kalimantan menjadi perhatian karena Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia menyiapkan proyek tersebut. Perintah itu disampaikan saat peresmian revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, 30 Juli 2026.

“Habis Trans-Sumatra, nanti Trans-Kalimantan. Kalau bisa bersamaan, kita mulai,” kata Prabowo.

Anggaran Kemenhub Rp32,93 Triliun

Dudy mengatakan pagu anggaran Kementerian Perhubungan pada 2027 mencapai Rp32,93 triliun. Anggaran tersebut diprioritaskan untuk keselamatan transportasi dan pengembangan jaringan kereta api.

“Dari kebutuhan kita, semula ditentukan pagunya di awal Rp28 triliun, kemudian ada penambahan sekitar Rp4 triliun. Kebanyakan dari angka tersebut untuk keselamatan transportasi dan fokus pengembangan jaringan kereta api,” katanya seusai rapat kerja dengan Komisi V DPR.

Keterangan resmi Kementerian Perhubungan juga menyebut adanya tambahan anggaran rupiah murni Rp4,58 triliun. Dana tersebut diarahkan untuk membayar tunggakan pemeliharaan dan pengoperasian prasarana kereta api, menangani perlintasan sebidang, serta memperkuat layanan keperintisan. 

Prioritas Masih di Jawa

Dudy menyebut pengembangan jalur menuju Sukabumi sebagai salah satu program yang akan didukung anggaran 2027. Kemenhub juga melanjutkan elektrifikasi jaringan hingga Cikampek.

Peningkatan sistem kelistrikan jalur Tanah Abang–Rangkasbitung turut masuk prioritas. Program itu diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan kereta rel listrik bagi masyarakat perkotaan.

“Kita akan memaksimalkan penggunaan anggaran tersebut, termasuk pengembangan jaringan kereta sampai Sukabumi dan elektrifikasi sampai Cikampek. Kemudian elektrifikasi Tanah Abang–Rangkasbitung,” jelas Dudy.

Dalam penjelasan tersebut, Dudy belum menyebut nilai anggaran maupun tahapan pembangunan Trans-Kalimantan. Kementerian Perhubungan juga belum mengumumkan koridor yang akan dibangun lebih dahulu. 

Masih Memutakhirkan Masterplan

Persiapan Trans-Kalimantan sejauh ini masih berada pada tahap perencanaan. Pada 2026, Direktorat Jenderal Perkeretaapian melaksanakan pemutakhiran masterplan jalur kereta api Pulau Kalimantan.

Data pengadaan pemerintah menunjukkan paket konsultansi tersebut memiliki pagu Rp2 miliar. Proses tender berlangsung pada 16 Maret–15 Mei 2026 dan telah selesai. 

Pemutakhiran masterplan diperlukan untuk menentukan koridor prioritas, kebutuhan lahan, integrasi antarmoda, serta tahapan pembiayaan. Hasil kajian tersebut belum dijelaskan secara terbuka dalam paparan anggaran 2027.

Menunggu Realisasi Perintah Presiden

Prabowo meminta Trans-Kalimantan disiapkan setelah atau bersamaan dengan pembangunan Trans-Sumatra. Pemerintah menargetkan Trans-Sumatra menghubungkan Bakauheni di Lampung hingga bagian utara Pulau Sumatra.

Namun, arahan untuk Kalimantan belum diikuti pengumuman rute dan skema pendanaan. Belum diketahui pula apakah pembangunan akan menggunakan APBN, investasi PT KAI, kerja sama pemerintah dengan badan usaha, atau pendanaan swasta.

Kepastian tersebut penting bagi masyarakat Kalimantan yang menunggu alternatif transportasi massal dan angkutan barang. Jaringan rel juga harus dirancang terhubung dengan kota, kawasan industri, pelabuhan, pusat produksi, dan Ibu Kota Nusantara.

Pemerintah perlu memastikan Trans-Kalimantan tidak berhenti sebagai rencana jangka panjang. Anggaran 2027 menjadi kesempatan untuk memperjelas koridor, jadwal, pembiayaan, dan manfaat yang akan diterima masyarakat Kalimantan.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
konektivitas Kalimantan jalur kereta Kalimantan Kereta Trans-Kalimantan anggaran Kemenhub 2027 masterplan perkeretaapian Kalimantan