PONTIANAK POST - Rencana pembangunan Kereta Trans-Kalimantan kembali menghadapi satu pertanyaan besar: kapan proyek tersebut benar-benar dimulai?
Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar proyek Trans-Kalimantan disiapkan setelah atau bahkan bersamaan dengan Trans-Sumatra.
Pernyataan itu disampaikan ketika meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang pada 30 Juli 2026.
“Habis Trans-Sumatra, nanti Trans-Kalimantan. Kalau bisa bersamaan, kita mulai,” kata Prabowo.
Baca Juga: PT KAI Siapkan Diri dalam Proyek Jaringan Kereta Api di Kalimantan
Arahan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan jaringan kereta di Kalimantan telah masuk perhatian pemerintah pusat. Namun, hingga pembahasan anggaran Kementerian Perhubungan 2027, sejumlah detail penting proyek masih belum diketahui.
Rute Belum Diputuskan
Kementerian Perhubungan belum memaparkan koridor Trans-Kalimantan yang akan menjadi prioritas pembangunan. Nilai anggaran dan jadwal pengerjaan fisiknya juga belum diumumkan.
Kondisi ini berkaitan dengan proses perencanaan yang masih berjalan. Pada 2026, Direktorat Jenderal Perkeretaapian melakukan pemutakhiran masterplan jalur kereta api Pulau Kalimantan.
Paket konsultansinya memiliki pagu Rp2 miliar dan proses tender berlangsung pada 16 Maret hingga 15 Mei 2026.
Baca Juga: Kemenhub Fokus Pengembangan Jaringan Kereta Api, Trans-Kalimantan Belum Terperinci di Anggaran 2027
Masterplan diperlukan untuk menentukan koridor prioritas, kebutuhan lahan, integrasi antarmoda dan tahapan pembiayaan.
Anggaran 2027 Belum Menjawabnya
Di sisi lain, Kementerian Perhubungan telah memiliki pagu Rp32,93 triliun untuk 2027. Pengembangan jaringan kereta api menjadi salah satu fokus anggaran.
Namun, proyek yang secara terbuka disebut Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi masih berkaitan dengan Jawa.
“Kita akan memaksimalkan penggunaan anggaran tersebut, termasuk pengembangan jaringan kereta sampai Sukabumi dan elektrifikasi sampai Cikampek. Kemudian elektrifikasi Tanah Abang - Rangkasbitung,” jelas Dudy.
Menunggu Dari Rencana ke Jalur Rel
Trans-Kalimantan kini membutuhkan lebih dari sekadar arahan politik. Pemerintah perlu menentukan koridor, sumber pendanaan, jadwal pembangunan dan koneksi dengan kota, kawasan industri, pelabuhan, pusat produksi hingga Ibu Kota Nusantara.
Baca Juga: Pemerintah Serius Bagun Jaringan Rel Kereta Api Trans-Kalimantan, Sebut Rusia dan China Berminat
Dengan masterplan yang sedang dimutakhirkan, tahap berikutnya akan menjadi penentu. Apakah proyek yang sudah diperintahkan Presiden itu segera bergerak menuju pembangunan atau masih bertahan sebagai agenda jangka panjang.
Editor : Khoiril Arif Ya'qob