PONTIANAK POST — Cabang Pontianak dan Kijing menjadi salah satu penopang kinerja PT Pelabuhan Tanjung Priok atau PTP Nonpetikemas hingga Juli 2026.
Keduanya mencatat arus barang sekitar 3,85 juta ton/m³, atau mencapai 163,13 persen dari target.
Capaian tersebut menjadi salah satu yang tertinggi di antara cabang PTP Nonpetikemas, perusahaan yang merupakan bagian dari Pelindo Group.
Secara keseluruhan, PTP Nonpetikemas mencatat arus barang 31,39 juta ton/m³ sepanjang Januari-Juli 2026.
Jumlah tersebut mencapai 108,54 persen dari target dan tumbuh 17,85 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 26,64 juta ton/m³.
Pontianak dan Kijing Lampaui Target
Capaian sekitar 3,85 juta ton/m³ membuat Pontianak dan Kijing mencatat realisasi 163,13 persen dari target hingga Juli 2026.
Angka tersebut menunjukkan jumlah barang yang ditangani kedua cabang tersebut sudah jauh melampaui target yang ditetapkan perusahaan.
Cabang Lain juga Mencatat Hasil Positif
Selain Pontianak dan Kijing, cabang Panjang mencatat arus barang sekitar 3,55 juta ton/m³, atau 119,96 persen dari target.
Cabang Tanjung Priok mencatat sekitar 10,43 juta ton/m³, atau 112,89 persen dari target.
Cirebon mencapai sekitar 2,45 juta ton/m³, atau 107,68 persen dari target.
Sementara Teluk Bayur mencatat 3,51 juta ton/m³, atau 104,44 persen dari target.
Adapun Pangkal Balam mencapai sekitar 1,02 juta ton/m³, atau 103,43 persen dari target.
Baca Juga: Pelabuhan Kijing Disiapkan Menjadi Pintu Utama Ekspor Kalbar, Pelindo Segera Tambah Alat
Total Arus Barang PTP Nonpetikemas Naik 17,85 Persen
Secara keseluruhan, arus barang yang ditangani PTP Nonpetikemas mencapai 31,39 juta ton/m³ hingga Juli 2026.
Jumlah tersebut meningkat 17,85 persen dibandingkan 26,64 juta ton/m³ pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Empat kelompok barang menjadi penyumbang utama capaian tersebut. Curah kering menjadi yang terbesar dengan 14,51 juta ton, disusul general cargo sebesar 7,75 juta ton/m³.
Kemudian curah cair mencapai 7,54 juta ton, sedangkan bag cargo sebesar 1,58 juta ton.
Baca Juga: Arus Barang PTP Nonpetikemas Terminal Kijing Naik 88 Persen, Aktivitas Logistik Kalbar Menguat
PTP Nonpetikemas Terus Tingkatkan Pelayanan
Direktur Utama PTP Nonpetikemas Indra Hidayat Sani mengatakan capaian tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk menjaga pertumbuhan.
“Capaian sampai dengan Juli 2026 menjadi dorongan bagi kami untuk terus menjaga momentum pertumbuhan. PTP Nonpetikemas terus melakukan optimalisasi operasional, penguatan kolaborasi dengan pengguna jasa dan stakeholder, serta memastikan layanan terminal yang semakin efektif, aman dan terintegrasi,” ujar Indra.
Perusahaan juga terus meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan fasilitas dan peralatan bongkar muat, serta memperkuat pengelolaan kegiatan di seluruh cabang.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas pelayanan sekaligus meningkatkan daya saing terminal.
Transformasi Diarahkan Memberi Manfaat bagi Pengguna Jasa
Indra mengatakan peningkatan kinerja perusahaan tidak hanya ditujukan untuk menambah jumlah barang yang ditangani.
Menurut dia, perubahan dalam kegiatan operasional juga harus memberikan manfaat bagi pengguna jasa dan membantu kelancaran distribusi barang.
“Transformasi yang kami jalankan harus memberikan dampak nyata terhadap kecepatan dan kualitas layanan. Sehingga memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa dan berkelanjutan,” tambah Indra.
Pontianak dan Kijing Berperan Dalam Jaringan Logistik
Capaian Pontianak dan Kijing menjadi bagian dari kinerja PTP Nonpetikemas dalam menjaga kelancaran kegiatan bongkar muat di berbagai wilayah.
Perusahaan berkomitmen mempertahankan pertumbuhan hingga akhir 2026 melalui peningkatan produktivitas, pengembangan usaha dan efisiensi kegiatan.
PTP Nonpetikemas juga menerapkan prinsip kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan atau HSSE dalam kegiatan operasionalnya.*
Editor : Uray RonaldSumber : Antara