PONTIANAK POST - Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan mendorong pemanfaatan cangkang kelapa sawit sebagai sumber energi alternatif bagi PLN. Menurutnya, pemanfaatan limbah padat industri crude palm oil (CPO) itu dapat meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus menjaga perputaran ekonomi tetap berada di Kalimantan Barat.
“Kalau cangkang sawit dapat dimanfaatkan sebagai alternatif energi untuk PLN, maka perputaran ekonominya bisa tetap berada di Kalimantan Barat,” kata Krisantus di Pontianak, Kamis (10/9).
Menurutnya, pemanfaatan limbah sawit sebagai bahan energi dapat mendukung kebutuhan listrik sekaligus membuat perputaran ekonomi dari komoditas tersebut tetap berada di Kalimantan Barat.
Baca Juga: Limbah Sawit di Sintang Disulap Jadi Energi, Buka Peluang Ekonomi dan Lapangan Kerja Baru
Ia menilai pemanfaatan cangkang sawit merupakan bagian dari upaya hilirisasi dengan mengoptimalkan potensi lokal. Dengan demikian, kelapa sawit tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi dari produk utamanya.
Menurut dia, pengembangan pemanfaatan limbah sawit tersebut berpotensi memberikan dampak berantai terhadap sejumlah sektor, mulai dari transportasi, UMKM hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
Krisantus mengatakan Kalbar memiliki produksi kelapa sawit yang besar sehingga potensi cangkang sebagai sumber energi perlu dioptimalkan untuk memberikan manfaat lebih luas bagi daerah.
Baca Juga: PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi
Industri Sawit Tetap Perhatikan Lingkungan
Di sisi lain, Krisantus mengingatkan industri sawit agar tetap memperhatikan aspek lingkungan dalam menjalankan kegiatan operasional, termasuk menjaga kualitas udara di sekitar kawasan industri.
“Kita ingin industri tumbuh, tetapi lingkungan juga harus tetap terjaga. Karena itu, pengendalian emisi dan asap dari cerobong pabrik harus menjadi perhatian,” ujar dia.
Ia mendorong perusahaan meningkatkan penggunaan teknologi pengendalian emisi dan menerapkan standar operasional yang lebih ramah lingkungan.
Menurut Krisantus, pengembangan industri sawit idealnya berjalan seiring dengan peningkatan nilai tambah komoditas dan perlindungan lingkungan sehingga pertumbuhan ekonomi tidak mengabaikan keberlanjutan.
“Pemprov Kalbar berharap pemanfaatan potensi lokal, termasuk limbah cangkang sawit sebagai energi alternatif, dapat memperkuat kemandirian energi sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi sektor perkebunan bagi masyarakat daerah,” katanya.*
Editor : Uray RonaldSumber : Antara