Sekitar satu jam kemudian, Prabowo melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara. Suahasil sebelumnya menjabat wakil menteri keuangan sejak 2019.
Belum ada keterangan resmi mengenai isi percakapan telepon tersebut. Istana juga belum mengungkap alasan khusus pencopotan Purbaya.
Pelantikan Suahasil didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan 2024–2029.
Telepon di Tengah Rapat
Pencopotan Purbaya berlangsung mendadak. Sekitar pukul 11.00 WIB, ia masih menghadiri rapat kerja gabungan bersama DPD, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, dan Bank Indonesia.
Sekitar pukul 14.00 WIB, Purbaya tengah menjelaskan program Kementerian Keuangan ketika anggota DPD Ahmad Nawardi menginterupsi. Nawardi memberi tahu bahwa Mensesneg Prasetyo Hadi hendak menyampaikan telepon darurat.
Purbaya kemudian keluar dari ruang rapat untuk menerima telepon. Setelah percakapan tersebut, ia bergegas meninggalkan kompleks parlemen.
Pukul 14.33 WIB, wartawan Istana menerima kabar bahwa Suahasil akan dilantik sebagai Menteri Keuangan. Pelantikan berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB.
Purbaya sebelumnya beberapa kali diisukan bakal meninggalkan Kementerian Keuangan. Isu pergantian pertama mencuat pada Juni 2026. Sebulan kemudian, ia disebut-sebut akan digeser menjadi Gubernur Bank Indonesia.
Istana membantah kabar tersebut saat itu. Namun, tepat setahun enam hari setelah dilantik pada 8 September 2025, Purbaya benar-benar kehilangan kursi Menteri Keuangan.
Suahasil Diminta Jaga Kredibilitas
Seusai pelantikan, Suahasil menegaskan komitmennya menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara. APBN, menurut dia, harus tetap mampu membiayai program prioritas pemerintah dengan defisit di bawah batas 3 persen terhadap produk domestik bruto.
“Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah menjaga keuangan negara. Artinya, menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut,” kata Suahasil.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi publik yang konsisten. Cara pemerintah menjelaskan kebijakan fiskal turut menentukan kepercayaan masyarakat dan pelaku pasar terhadap pengelolaan APBN.
Pesan itu muncul setelah kebijakan fiskal pemerintah menjadi perhatian investor. Pergantian Menteri Keuangan juga berlangsung di tengah tekanan terhadap rupiah, pelebaran defisit, dan kekhawatiran terhadap kepastian arah kebijakan.
Dituntut Mengoreksi Kebijakan
Ekonom dan pakar kebijakan publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menilai pengalaman panjang Suahasil menjadi modal penting. Sebelum menjabat Menteri Keuangan, Suahasil pernah memimpin Badan Kebijakan Fiskal dan menjadi wakil menteri keuangan.
Namun, pengalaman tersebut sekaligus memperbesar tuntutan publik. Suahasil dinilai tidak cukup hanya menjaga kesinambungan birokrasi.
“Suahasil bukan teknokrat dari luar yang datang untuk memperbaiki sistem lama. Ia adalah bagian dari sistem itu sendiri,” ujar Achmad, Senin (14/9).
“Publik berhak meminta lebih dari sekadar stabilitas birokrasi. Ia harus berani mengoreksi kebijakan yang selama ini juga ikut ia kelola,” lanjutnya.
Menurut Achmad, menjaga defisit di bawah 3 persen memang penting untuk memberikan kepastian kepada pasar. Namun, angka defisit bukan satu-satunya ukuran kesehatan fiskal.
“Defisit di bawah 3 persen tidak otomatis berarti APBN sehat,” tegasnya.
Defisit 2,8–2,9 persen, misalnya, tidak serta-merta menunjukkan keuangan negara sehat apabila dicapai dengan menekan transfer ke daerah, memangkas subsidi tanpa perhitungan, menambah beban kelas menengah, atau memindahkan kewajiban fiskal ke luar APBN.
RAPBN 2027 Jadi Ujian
Ujian pertama Suahasil adalah menuntaskan RAPBN 2027. Rancangan tersebut memproyeksikan pendapatan negara sekitar Rp3.426 triliun dan belanja Rp4.097 triliun.
Selisih antara pendapatan dan belanja mencapai sekitar Rp671 triliun. Di tengah ruang fiskal yang terbatas, pemerintah harus menentukan program yang benar-benar menjadi prioritas.
“Menteri Keuangan bukan sekadar bendahara yang mencari uang untuk seluruh janji politik pemerintah,” kata Achmad.
Menurut dia, Menteri Keuangan harus mampu menjelaskan biaya setiap kebijakan, pihak yang menanggung pembiayaan, dan program yang harus ditunda ketika sumber dana tidak tersedia.
Tantangan tersebut bersinggungan langsung dengan kehidupan masyarakat. Keputusan fiskal menentukan keberlanjutan subsidi, Makan Bergizi Gratis, transfer ke daerah, pembangunan infrastruktur, serta kemampuan negara menjaga daya beli.
Pasar Tidak Alami Guncangan
Pergantian Purbaya kepada Suahasil tidak menimbulkan guncangan berkepanjangan di pasar keuangan. Indeks Harga Saham Gabungan sempat turun sekitar 2,5 persen sebelum memangkas pelemahannya dan ditutup turun tipis sekitar 0,1 persen.
Pergerakan tersebut menunjukkan pasar sempat terkejut oleh pergantian mendadak. Namun, penunjukan Suahasil membantu meredakan kekhawatiran karena ia telah lama dikenal pelaku pasar.
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Rahma Gafmi menilai respons pasar cenderung stabil dan positif.
“Pasar keuangan, investor institusional, maupun analis makro menaruh tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap Suahasil Nazara,” ujar Rahma.
Pengalaman panjang di Kementerian Keuangan membuat Suahasil dinilai memahami pengelolaan fiskal dan kondisi internal kementerian. Karena itu, pergantian tersebut tidak menimbulkan perubahan kebijakan yang sulit diperkirakan.
“Pasar tahu persis rekam jejak, gaya komunikasi, dan pemahamannya terhadap disiplin fiskal,” tuturnya.
Pada penutupan perdagangan Senin (14/9), IHSG melemah 6,68 poin atau 0,10 persen ke level 6.534,69. Indeks sebelumnya sempat jatuh sekitar 2,6 persen ke posisi 6.371,39 sebelum berbalik menguat setelah pasar mengetahui Suahasil akan dilantik sebagai Menteri Keuangan. Investor asing mencatat penjualan bersih sekitar Rp337 miliar. Kontan
Rupiah tidak mengikuti pemulihan pasar saham. Mata uang Indonesia ditutup melemah 58 poin atau 0,33 persen dari Rp17.611 menjadi Rp17.669 per dolar AS. Pelemahan rupiah terjadi bersama mayoritas mata uang Asia dan dinilai lebih dipengaruhi inflasi Amerika Serikat serta ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed daripada pergantian Menteri Keuangan yang diumumkan menjelang sore. Kontan
Tekanan juga terlihat di pasar surat utang. Imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia tenor 10 tahun naik sekitar 3,7 basis poin menjadi 7,152 persen. Kenaikan imbal hasil menunjukkan harga obligasi menurun karena investor meminta kompensasi risiko yang lebih tinggi. Jenius Market Update
Pergerakan ketiga indikator itu menunjukkan respons pasar belum sepenuhnya seragam. Saham pulih setelah pelantikan Suahasil, tetapi rupiah tetap melemah dan imbal hasil obligasi meningkat. Karena itu, respons pasar lebih tepat disebut mereda setelah sempat tertekan, bukan sepenuhnya positif.
Jejak Setahun Purbaya
Kebijakan penting selama kepemimpinannya meliputi:
- Menempatkan dana pemerintah Rp200 triliun di BRI, BNI, Bank Mandiri, BTN, dan BSI.
- Tidak menaikkan harga jual eceran rokok dan tarif cukai hasil tembakau.
- Menerbitkan subsidi Kredit Pemilikan Rumah dengan tingkat bunga mulai 5,5 hingga 10 persen.
- Menunda pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 terhadap pedagang daring melalui marketplace.
- Menyelesaikan penerbitan Panda Bond berdenominasi yuan di pasar domestik China.
Pergantian tersebut menutup masa jabatan Purbaya yang berlangsung sekitar satu tahun. Suahasil kini mewarisi pekerjaan besar: menjaga kepercayaan pasar tanpa mengorbankan kebutuhan masyarakat dan kemampuan fiskal daerah.
KRONOLOGI
Purbaya Mendadak Kehilangan Kursi
Sekitar Pukul 11.00 WIB
Purbaya menghadiri rapat kerja gabungan bersama DPD, Bappenas, dan Bank Indonesia di kompleks parlemen.
Sekitar Pukul 14.00 WIB
Saat Purbaya menjelaskan program Kementerian Keuangan, anggota DPD Ahmad Nawardi menginterupsi. Ia memberi tahu bahwa Mensesneg Prasetyo Hadi hendak menyampaikan telepon darurat.
Purbaya keluar untuk menerima telepon. Setelah itu, ia bergegas meninggalkan lokasi rapat.
Pukul 14.33 WIB
Wartawan Istana menerima kabar bahwa Suahasil Nazara akan dilantik sebagai Menteri Keuangan.
Pukul 15.00 WIB
Presiden Prabowo melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan.
Jejak Setahun Purbaya
8 September 2025–14 September 2026
- Menempatkan Rp200 triliun di lima bank milik negara.
- Mempertahankan harga jual eceran dan tarif cukai rokok.
- Menerbitkan aturan subsidi bunga KPR.
- Menunda PPh Pasal 22 bagi pedagang marketplace.
- Menuntaskan penerbitan Panda Bond dalam mata uang yuan.
Sumber: Diolah dari berbagai sumber
Editor : Aristono Edi Kiswantoro