PONTIANAK POST — Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tidak menitipkan pesan khusus kepada Suahasil Nazara yang menggantikannya sebagai Menteri Keuangan. Menurut Purbaya, Suahasil telah berpengalaman dan dapat menjalankan tugas sesuai keahliannya.
“Dia kan sudah jago. Jalankan saja sesuai dengan keahlian dia,” kata Purbaya seusai serah terima jabatan di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (15/9).
Pergantian Menteri Keuangan terjadi hanya beberapa hari setelah Purbaya merotasi sekitar 300 pejabat eselon II dan III di lingkungan Kemenkeu, Kamis (10/9). Rotasi itu terutama menyasar pejabat di Direktorat Jenderal Pajak serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Sudah Perkirakan Pencopotan
Ketika ditanya apakah pencopotannya berkaitan dengan rotasi tersebut, Purbaya tidak berspekulasi. Ia menegaskan pergantian menteri merupakan hak prerogatif presiden yang harus dihormati.
Purbaya mengaku sebelumnya telah memperkirakan peluang dirinya bertahan sebagai Menteri Keuangan hanya 50 persen. Kepastian pergantian baru diterimanya melalui telepon dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Senin (14/9).
“Peluang saya waktu itu sekitar 50:50. Baru tahunya waktu itu,” ungkapnya.
Selama sekitar satu tahun memimpin Kemenkeu, Purbaya menilai kinerjanya cukup baik. Salah satu indikator yang disebutnya adalah pertumbuhan ekonomi nasional.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,39 persen secara tahunan pada kuartal IV-2025. Pertumbuhan meningkat menjadi 5,61 persen pada kuartal I-2026, tetapi melambat menjadi 5,29 persen pada kuartal II-2026.
Lima Pekerjaan Rumah Suahasil
Secara terpisah, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira Adhinegara menyebut Suahasil menghadapi sedikitnya lima pekerjaan rumah sebagai Menteri Keuangan.
Pertama, Suahasil perlu memperbaiki gaya komunikasi kebijakan fiskal kepada publik. Komunikasi yang terbuka dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha.
Kedua, CELIOS berharap Suahasil tidak sekadar menjadi yes man. Ia diminta berani mengevaluasi program beranggaran besar, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih, jika pelaksanaannya dinilai membebani APBN.
Evaluasi Pemangkasan Transfer Daerah
Pekerjaan rumah ketiga adalah mengevaluasi efisiensi anggaran dan pemangkasan transfer ke daerah. Bhima menilai pengurangan anggaran yang terlalu dalam dapat mengganggu pelayanan dasar serta berdampak pada pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja dan tenaga honorer.
“Pemangkasan dana transfer ke daerah sebelumnya terlalu agresif sehingga mengganggu pelayanan dasar serta nasib pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja dan tenaga honorer di daerah,” katanya.
Keempat, Suahasil diminta membuat batas yang tegas antara kebijakan fiskal dan moneter. Salah satu isu yang perlu dicermati ialah rencana penyaluran kredit oleh bank-bank Himpunan Bank Milik Negara kepada Kopdes Merah Putih.
Tambah Anggaran Bencana
Pekerjaan rumah kelima berkaitan dengan anggaran penanganan bencana. CELIOS menilai pemerintah masih memiliki ruang untuk menambah alokasi sebelum tahun anggaran 2026 berakhir.
Kementerian Keuangan dapat menggeser anggaran berdasarkan skala prioritas melalui mekanisme yang tersedia dalam APBN. Tambahan dana dinilai mendesak di tengah bencana yang terjadi di sejumlah daerah.
Bhima memberi waktu maksimal dua bulan kepada Suahasil untuk menunjukkan arah kebijakannya kepada publik.
“Kita berikan waktu dua bulan maksimum bagi Suahasil untuk menunjukkan kinerjanya kepada publik. Kalau tidak, kita tekan lagi Prabowo untuk melakukan reshuffle Menteri Keuangan,” tegasnya.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro