Ubur-Ubur, Ikan, hingga Lobster, Potensi Perikanan Temajuk Sambas Didorong Tembus Pasar Malaysia

Uray Ronald • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 22:27 WIB
Ilustrasi - Produk perikanan. (Antara)
Ilustrasi - Produk perikanan. (Antara)

 

PONTIANAK POST - Potensi perikanan di wilayah pesisir Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, terus dikembangkan untuk memperluas pasar. Malaysia menjadi salah satu tujuan pemasaran hasil perikanan dari daerah tersebut.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Kabupaten Sambas Hendy Wijaya mengatakan, wilayah pesisir Sambas memiliki potensi perikanan yang besar sekaligus posisi strategis karena berbatasan dengan Laut Natuna dan wilayah Sarawak, Malaysia.

"Sambas memiliki garis pantai sekitar 198,76 km dan berbatasan dengan Laut Natuna serta wilayah Sarawak, Malaysia. Kondisi ini menjadikan wilayah pesisirnya strategis untuk penangkapan ikan dan perdagangan hasil laut," kata Hendy Wijaya, Rabu (16/9).

Baca Juga: Pelopor Wisata Temajuk Dorong PLB Jadi PLBN dan Jembatan Sungai Cermai Segera Dibangun

Produksi Perikanan Tangkap Melampaui 11.000 Ton

Menurut Hendy, potensi komoditas pelagis besar seperti tongkol dan tenggiri serta pelagis kecil dan demersal seperti kembang, bawal, kakap merah dan kerapu cukup melimpah.

Produksi perikanan tangkap yang terdata melalui Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pemangkat rutin melampaui 11.000 ton per tahun.

Selain ikan, perairan Temajuk, Kabupaten Sambas, juga memiliki sejumlah komoditas bernilai ekonomi tinggi. Salah satunya ubur-ubur yang melimpah setiap Maret hingga Mei.

Satu kilang atau pengumpul rata-rata mampu menghasilkan 40 ton hingga 60 ton ubur-ubur setiap musim. Komoditas tersebut diperkirakan menghasilkan omzet Rp600 juta hingga Rp700 juta.

"Hasil ubur-ubur selain dipasarkan ke Pulau Jawa, juga dikirim ke Malaysia dan Taiwan dengan harga jual sekitar Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram," katanya.

Lobster hingga Gurita dari Perairan Temajuk

Selain ubur-ubur, perairan Temajuk memiliki lobster dengan beragam jenis, antara lain lobster pasir, pakistan, mutiara dan batu.

Komoditas laut lainnya meliputi kepah, tengkuyung, kepiting, remis laut dan gurita.

Untuk komoditas bernilai ekonomi tinggi, Hendy menyebut tenggiri, bawal putih, bawal hitam, kakap, kakap merah, manyung, udang lobster dan ubur-ubur berpotensi dikembangkan sebagai produk unggulan kawasan pada periode tertentu sepanjang Februari hingga Juli.

Hasil tangkapan nelayan Temajuk tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. Sebagian dipasarkan kepada pengepul di Liku dan Tanah Hitam untuk memenuhi kebutuhan pasar Kecamatan Paloh dan sekitarnya.

Sementara itu, ikan bernilai ekonomi tinggi dikirim hingga Pemangkat, Singkawang dan Pontianak.

Baca Juga: Sambas Dorong PLB Temajuk Ditingkatkan Jadi PLBN untuk Perkuat Wisata Perbatasan

Nelayan Masih Terkendala BBM dan Es

Di tengah potensi tersebut, rantai pendukung produksi masih menghadapi sejumlah kendala.

Nelayan Temajuk belum memiliki stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) khusus nelayan. Pasokan bahan bakar minyak (BBM) masih bergantung pada SPBU Tanah Hitam yang menjadi satu-satunya fasilitas pengisian BBM di Kecamatan Paloh.

Ketersediaan es juga menjadi persoalan. Hingga kini belum terdapat pabrik es di Temajuk sehingga nelayan masih mengandalkan es rumah tangga.

Ketika membutuhkan es dalam jumlah besar untuk menjaga kualitas hasil tangkapan, nelayan harus mengambil pasokan dari Tanah Hitam.

Perlintasan Temajuk-Telok Melano Dinilai Buka Pasar Baru

Hendy menilai pembukaan kembali perlintasan Temajuk-Telok Melano dapat memperpendek jalur pemasaran sekaligus mempermudah dan mempercepat pengurusan perizinan.

Menurut dia, kondisi tersebut membuka peluang pasar baru bagi hasil perikanan dan produk olahan masyarakat.

"Pembukaan perlintasan sangat berpotensi mendatangkan investor dalam negeri maupun luar negeri, mengingat potensi perikanan dan produk olahan ikan di Temajuk sangat menjanjikan," katanya.

Pemerintah juga berupaya meningkatkan sumber daya manusia nelayan dan masyarakat sekitarnya.

Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan perdagangan produk perikanan lintas batas negara, serta pelatihan pengolahan dan pemasaran hasil perikanan bagi masyarakat setempat.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
potensi perikanan Temajuk Sambas perikanan Sambas pasar Malaysia ubur-ubur Temajuk lobster Temajuk