PONTIANAK POST - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung resmi mengoptimalkan kawasan bekas penambangan bijih timah sebagai area pengembangan sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan demi mengakselerasi kemandirian pangan daerah. Strategi pemanfaatan lahan marjinal ini diharapkan mampu mengubah kawasan tidak produktif menjadi sumber pangan baru bagi masyarakat setempat.
Kepala DPKP Provinsi Kepulauan Babel Kurniawan menegaskan bahwa intervensi kegiatan pertanian di area bekas galian tersebut telah berjalan secara bertahap di berbagai wilayah.
"Saat ini, kita sudah mulai melakukan kegiatan pertanian di lahan-lahan bekas tambang ini," kata Kepala DPKP Provinsi Kepulauan Babel, Kurniawan di Pangkalpinang, Minggu.
Kurniawan menjabarkan bahwa pengerjaan fisik dan budidaya tanaman pertanian maupun peternakan kini tersebar di beberapa kabupaten utama. Di Kabupaten Belitung Timur, area eks tambang mulai difokuskan untuk pengembangan budidaya tanaman kopi.
Sementara itu, Kabupaten Bangka Tengah menunjukkan respons aktif melalui peranan masyarakat dan penyuluh di Desa Benteng serta Desa Air Mesu yang sukses menyulap lahan bekas galian menjadi sentra komoditas hortikultura dan bawang merah.
Teks foto: Gambaran kawasan lahan bekas penambangan bijih timah di Kepulauan Bangka Belitung yang kini disiapkan untuk program optimalisasi sektor pertanian daerah.
Pemetaan Wilayah dan Keamanan Residu
Pengembangan skala uji coba pertanian terpadu juga diselenggarakan di Kabupaten Bangka, tepatnya di Desa Sinarjaya, Matras, serta Desa Rebo yang sekaligus diproyeksikan sebagai kawasan wisata edukasi berbasis pertanian. Adapun di Kelurahan Sungailiat, sebagian area persawahan yang berdekatan dengan Pantai Matras turut memanfaatkan lahan eks tambang untuk penanaman padi.
Di sisi lain, Kabupaten Bangka Barat dan Bangka Selatan lebih memfokuskan pemanfaatan lahan untuk pemulihan vegetatif menerobos penanaman tanaman produktif sekaligus mengetatkan pengawasan alih fungsi lahan.
Pemerintah daerah memastikan bahwa program ini tetap mengedepankan aspek keamanan pangan dan keselamatan lingkungan. Pemprov Babel telah menjalankan kajian saintifik serta riset mendalam terkait potensi residu bahan kimia sisa penambangan agar tidak mencemari kualitas tanah, air, maupun hasil panen yang akan dikonsumsi publik.
Langkah terpadu antara pemulihan lingkungan dan intensifikasi pertanian ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani di Kepulauan Bangka Belitung (ant).
Editor : Basilius Andreas GasSumber : Antara