Bauksit Bisa Naik 66 Kali Lipat, Perusahaan Asal Rusia Bakal Bangun Pabrik Alumina di Kalimantan

Khoiril Arif Ya'qob • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 14:32 WIB
Ilustrasi penambangan bauksit di kalbar. (ANTARA)
Ilustrasi penambangan bauksit di kalbar. (ANTARA)

PONTIANAK POST - Presiden Prabowo Subianto menyebut pengolahan bauksit menjadi aluminium dapat mengerek nilai tambah hingga 66 kali lipat.

Di sisi lain, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan izin proyek hilirisasi bauksit menjadi alumina oleh perusahaan aluminium asal Rusia, United Company Rusal (UC Rusal), di Kalimantan mendekati tahap final.

Rantai Bauksit, Alumina, hingga Aluminium

Pernyataan Prabowo disampaikan dalam dialog bersama para Jurnalis Senior dan Pakar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga: Izin Hampir Final, tapi 3 Hal Ini Masih Dirahasiakan soal Pabrik Bauksit Rusia di Kalimantan

“Sebagai contoh, kalau kita bikin smelter aluminium di Indonesia, bauksit menjadi alumina, alumina menjadi aluminium, itu kenaikannya luar biasa ada yang 32 kali, ada yang 66 kali dan ini sedang kita kerjakan semua,” ujarnya.

Nilai Ekonomi US$15-16 Miliar pada 2030

Prabowo memperkirakan hilirisasi bauksit dapat menghasilkan nilai ekonomi sekitar US$15-16 miliar pada 2030.

Untuk merealisasikan potensi itu, pemerintah memperkirakan kebutuhan investasi mencapai US$26 miliar.

Indonesia memiliki modal besar karena cadangan bauksit nasional berada di posisi keenam terbesar di dunia.

Baca Juga: Terkubur 12 Tahun, Janji Rusia Bangun Pabrik Bauksit di Kalimantan Akhirnya Mau Terealisasi

Rusal Bakal Bangun Pabrik Alumina di Kalimantan

Bahlil mengonfirmasi di Jakarta, Jumat (11/9/2026), bahwa proses perizinan proyek Rusal kini mendekati tahap final.

“Mereka akan membangun hilirisasi dari bauksit untuk menjadi alumina. Dan itu di daerah Kalimantan,” kata Bahlil, sebagaimana dikutip Antara.

Pemerintah berkolaborasi dalam pengembangan proyek, sementara Rusal akan bekerja sama dengan pelaku usaha dalam negeri yang namanya belum diungkap.

Rencana ini sebelumnya juga disinggung Prabowo dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, pada 3/9/2026.

Ekosistem Alumina Sudah Berjalan di Mempawah

Indonesia saat ini telah mengoperasikan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase I di Mempawah, Kalimantan Barat, berkapasitas satu juta ton alumina per tahun.

Kementerian ESDM mencatat 18 proyek hilirisasi prioritas nasional pada 2026 dengan total investasi sekitar Rp618 triliun, termasuk bauksit dan nikel.

Bahlil belum membeberkan investasi proyek Rusal karena studi kelayakan masih perlu dirampungkan.

Baca Juga: Bauksit Tembus 17,76 Juta Ton: Kalbar Jadi Tumpuan Hilirisasi Alumina dan Aluminium Nasional

Lebih lanjut, Prabowo juga menyinggung bahan bangunan berbahan aluminium yang menurutnya memberikan nilai tambah 36,9 hingga 40 kali.

“Bauksit menjadi aluminium, building material 36,9 kali, 40 kali nilai tambah yang sekarang enggak ada di Indonesia! This is our strategy, ini tujuan kita,” kata Prabowo.

Editor : Khoiril Arif Ya'qob
Rusal perusahaan asal Rusia Hilirisasi Bauksit prabowo bauksit