AI Mulai Membaca Pasar Saham, Indo Premier Luncurkan IPOT X

Salman Busrah • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 12:56 WIB
President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The.
Saidu Solihin, Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia

JAKARTA — Investor pasar saham kini tidak hanya berhadapan dengan persoalan mencari data, tetapi juga memahami data yang jumlahnya semakin besar.

Menjawab tantangan tersebut, PT Indo Premier Sekuritas meluncurkan IPOT X, platform investasi yang mengintegrasikan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk membantu investor membaca kompleksitas pasar.

IPOT X resmi diperkenalkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (24/9/2026).

Berbeda dengan aplikasi investasi yang umumnya menampilkan data dan fitur transaksi, Indo Premier mengembangkan IPOT X dengan konsep AI-Native Intelligence. Teknologi AI ditempatkan sebagai bagian dari sistem utama untuk membantu investor mencari saham, membaca pola, membandingkan pilihan, hingga memantau arus dana.

President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, mengatakan pasar saham akan selalu memiliki kompleksitas dan risiko. Karena itu, teknologi menurutnya bukan untuk menjanjikan keuntungan, melainkan membantu investor memahami informasi dengan lebih baik.

“Pasar akan selalu kompleks. Risiko tidak akan hilang. Tidak ada teknologi yang seharusnya menjanjikan bahwa setiap keputusan akan benar atau setiap transaksi akan menghasilkan keuntungan,” kata Moleonoto saat peluncuran IPOT X di BEI.

Menurut dia, persoalan investor selama ini bukan semata-mata kekurangan informasi. Justru, informasi yang terlalu banyak dapat membuat proses analisis semakin rumit.

“IPOT X mampu mengambil lebih banyak pekerjaan analitis agar investor mempunyai lebih banyak ruang untuk memahami, lebih sedikit sibuk merangkai data dan lebih banyak waktu memahami artinya,” ujarnya.

1.100 Metrik di Balik Layar

Salah satu fitur utama IPOT X adalah AI Screener. Investor dapat mencari saham menggunakan bahasa sehari-hari tanpa harus memasukkan indikator teknikal satu per satu.

Indo Premier menyebut AI Screener didukung lebih dari 1.100 metrik untuk menyaring dan mengolah informasi pasar sesuai kebutuhan pengguna.

Artinya, investor dapat menyampaikan kriteria pencarian dalam bentuk pertanyaan atau perintah, kemudian sistem menerjemahkannya menjadi parameter pencarian saham.

Fitur ini ditujukan untuk memudahkan investor, termasuk pemula, yang belum terbiasa menggunakan berbagai indikator pasar.

Bukan Sekadar Melihat Harga

IPOT X juga dirancang untuk membantu investor memahami apa yang terjadi di balik pergerakan harga.

Melalui AI Trade Flow, misalnya, investor dapat melihat informasi mengenai smart money, aktivitas investor asing, agresivitas transaksi dan kondisi arus dana pada suatu saham.

Sementara Market Radar memungkinkan investor menyaring saham berdasarkan aktivitas transaksi, kenaikan atau penurunan harga, akumulasi atau distribusi, serta tingkat agresivitas perdagangan.

Dengan pendekatan tersebut, investor tidak hanya mendapatkan informasi bahwa harga saham bergerak, tetapi juga dapat melihat sejumlah indikator yang berkaitan dengan aktivitas di balik pergerakan tersebut.

AI Membantu Membaca Pola

IPOT X juga mengintegrasikan Technical Reading dan Pattern Recognition untuk membantu membaca pola pergerakan saham.

Berbagai indikator teknikal seperti moving average, RSI, osilator, pivot, support dan resistance dapat dianalisis secara otomatis.

Untuk Pattern Recognition, Indo Premier menekankan bahwa fitur tersebut bukan mesin peramal harga.

Sistem dirancang untuk mendeteksi pola kemudian melakukan pemeriksaan silang dengan indikator lain, seperti harga, volume, smart money dan aktivitas investor asing.

Dengan demikian, pola yang muncul tidak serta-merta dianggap sebagai sinyal untuk membeli atau menjual saham.

Membandingkan Lima Saham Sekaligus

Fitur lain yang ditawarkan adalah AI Stock Comparison.

Investor dapat membandingkan hingga lima saham sekaligus menggunakan sejumlah metrik dan visual teknikal yang sama. Sistem membantu investor melihat perbedaan karakter saham berdasarkan parameter yang dipilih.

Pendekatan ini membuat proses perbandingan tidak hanya bertumpu pada tabel angka, tetapi juga memberikan konteks berdasarkan informasi yang tersedia.

Investor Tetap Pengambil Keputusan

Meski menggunakan AI dalam berbagai tahapan analisis, Indo Premier menegaskan keputusan investasi tetap berada di tangan investor.

Moleonoto menyebut konsep yang dibawa IPOT X adalah “Investor Naik Kelas”. Menurut dia, naik kelas tidak berarti investor harus berubah menjadi analis profesional.

“Naik kelas berarti lebih memahami kerumitan pasar dan mensintesis menjadi market clarity,” katanya.

IPOT X pada akhirnya diposisikan sebagai alat bantu untuk mengurangi pekerjaan analitis yang harus dilakukan secara manual. AI mengolah dan menyajikan informasi, sedangkan investor tetap menentukan bagaimana informasi tersebut digunakan.

Peluncuran IPOT X menandai semakin kuatnya penggunaan AI dalam industri pasar modal Indonesia. Tantangannya bukan lagi sekadar bagaimana mendapatkan data lebih cepat, tetapi bagaimana mengubah tumpukan data tersebut menjadi informasi yang dapat dipahami sebelum keputusan investasi dibuat.(r/*) 

Editor : Salman Busrah
AI analisa saham saham bei IPOC Bursa Saham