676,96 Ton Hasil Perikanan Kalbar Tembus Malaysia dari Jagoi Babang, Nilainya Rp16,09 Miliar

Uray Ronald • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 17:38 WIB
Kantor Bea Cukai Jagoi Babang memfasilitasi ekspor komoditas perikanan kerang ke Malaysia. (ANTARA/Bea Cukai Jagoi Babang)
Kantor Bea Cukai Jagoi Babang memfasilitasi ekspor komoditas perikanan kerang ke Malaysia. (ANTARA/Bea Cukai Jagoi Babang)

 

PONTIANAK POST — Ekspor komoditas perikanan melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, ke Malaysia mencapai 676,96 ton dengan nilai Rp16,09 miliar hingga Agustus 2026.

Kepala Kantor Bea Cukai Jagoi Babang Arman Tarmidzi mengatakan komoditas tersebut diekspor oleh pelaku usaha umum maupun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kami berupaya memberikan pelayanan dan fasilitasi optimal kepada pelaku usaha, termasuk UMKM, sehingga potensi produk perikanan dari wilayah perbatasan dapat memiliki akses pasar lebih luas,” ujar Arman, Senin (28/9).

Beragam Hasil Perikanan Diekspor

Komoditas perikanan yang dikirim ke Malaysia cukup beragam. Produk tersebut antara lain udang, kepiting, kerang, bawal, kakap, cumi-cumi, tenggiri, kerapu, rajungan, sotong, ikan asin, serta berbagai jenis ikan dan hasil perikanan lainnya.

Menurut Arman, keberagaman komoditas tersebut menunjukkan besarnya potensi hasil perikanan dari kawasan perbatasan untuk dikembangkan ke pasar internasional.

Aktivitas ekspor tersebut sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar di luar negeri.

Baca Juga: Ekspor Jagoi Babang Tembus Rp109,40 Miliar hingga Agustus 2026

Bea Cukai Fasilitasi Pelaku Usaha

Arman mengatakan fasilitasi ekspor tersebut merupakan bagian dari fungsi Bea Cukai sebagai trade facilitator dan industrial assistance.

Peran tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran perdagangan internasional, termasuk bagi pelaku usaha di kawasan perbatasan.

Bea Cukai Jagoi Babang juga bersinergi dengan Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Satuan Pelayanan Jagoi Babang dalam mendukung lalu lintas komoditas perikanan yang akan diekspor.

“Sinergi dengan BKHIT Satuan Pelayanan Jagoi Babang juga penting untuk memastikan ekspor berjalan lancar, tertib, dan sesuai ketentuan,” katanya.

Sinergi antarlembaga menjadi bagian penting karena produk perikanan yang dikirim ke luar negeri harus memenuhi ketentuan terkait pemeriksaan dan persyaratan perdagangan.

Perbatasan Jadi Pintu Pasar Malaysia

Ekspor hasil perikanan tersebut menambah aktivitas perdagangan komoditas lokal melalui kawasan perbatasan Jagoi Babang.

Sebelumnya, aktivitas perdagangan lintas batas di Jagoi Babang juga dilaporkan didominasi hasil bumi dan ikan.

Data Bea Cukai Jagoi Babang menunjukkan nilai ekspor melalui kawasan tersebut mencapai sekitar Rp109,40 miliar hingga Agustus 2026, meningkat dibandingkan Rp101,74 miliar sepanjang 2025. 

Kondisi tersebut menunjukkan kawasan perbatasan memiliki peran penting sebagai akses pemasaran produk lokal Kalimantan Barat ke Sarawak, Malaysia.

Baca Juga: Bengkayang Dorong Penguatan Perbankan dan Transaksi Digital di Jagoi Babang

Ekspor Dorong Ekonomi Masyarakat

Arman mengatakan kegiatan ekspor memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha dan masyarakat melalui perluasan akses pasar serta peningkatan nilai jual hasil perikanan.

Selain membuka pasar baru, aktivitas tersebut turut mendorong pemanfaatan sumber daya lokal dan menggerakkan perekonomian di kawasan perbatasan.

Bea Cukai Jagoi Babang, kata Arman, akan terus memperkuat koordinasi dengan instansi terkait dan memberikan fasilitasi kepada pelaku usaha.

Langkah tersebut diharapkan membuat potensi komoditas lokal, termasuk hasil perikanan, semakin mampu menembus pasar internasional.

Bagi pelaku usaha perikanan di kawasan perbatasan, akses ekspor melalui Jagoi Babang menjadi peluang untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk lokal.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
ekspor ikan Jagoi Babang ekspor perikanan Bengkayang ekspor perikanan ke Malaysia UMKM perikanan Kalbar PLBN jagoi babang