Jagoi Babang Didorong Jadi Pusat Ekspor Komoditas Unggulan Kalbar

Uray Ronald • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 16:50 WIB
Ekspor petai ke Malaysia difasilitasi Kantor Bea Cukai Jagoi Babang, Bengkayang, Kalbar tembus Rp3,11 miliar selama Semester I 2026. (Antara)
Ekspor petai ke Malaysia difasilitasi Kantor Bea Cukai Jagoi Babang, Bengkayang, Kalbar tembus Rp3,11 miliar selama Semester I 2026. (Antara)

 

PONTIANAK POST - Kawasan perbatasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, didorong berkembang menjadi pusat ekspor komoditas unggulan daerah sekaligus penggerak ekonomi masyarakat perbatasan Indonesia dan Malaysia.

Kepala Kantor Bea Cukai Jagoi Babang Arman Tarmidzi mengatakan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang memiliki posisi strategis sebagai pintu perdagangan internasional Kalimantan Barat.

"Bea Cukai memandang PLBN Jagoi Babang secara positif sebagai pintu strategis perdagangan internasional Kalimantan Barat serta sebagai pusat pengembangan ekonomi masyarakat perbatasan, bukan sekadar pos lintas batas," kata Arman di Bengkayang, Selasa (6/10).

Baca Juga: 676,96 Ton Hasil Perikanan Kalbar Tembus Malaysia dari Jagoi Babang, Nilainya Rp16,09 Miliar

Petai Kalbar Mulai Menembus Pasar Internasional

Menurut Arman, perkembangan aktivitas ekspor di Jagoi Babang menunjukkan produk lokal mulai mampu menembus pasar internasional.

Salah satu komoditas yang mencatat aktivitas ekspor adalah petai, dengan volume mencapai 306,8 ton dan nilai Rp3,11 miliar pada semester I 2026.

Capaian tersebut, kata Arman, menjadi salah satu indikator potensi kawasan perbatasan dalam menghubungkan hasil produksi masyarakat dengan pasar luar negeri.

Potensi tersebut membuat kawasan perbatasan tidak hanya berfungsi sebagai jalur keluar-masuk orang dan barang, tetapi juga memiliki peluang menjadi bagian dari rantai perdagangan internasional.

Baca Juga: Kalbar Ekspor Petai 306,8 Ton ke Malaysia, Tingkatkan Pendapatan Petani dan UMKM di Perbatasan

Bea Cukai Bantu Pelaku Usaha Pahami Ekspor

Untuk mendukung aktivitas perdagangan, Bea Cukai tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan dan penindakan terhadap penyelundupan.

Bea Cukai juga memberikan fasilitasi kepada petani, pelaku UMKM, dan pelaku usaha agar memahami ketentuan serta prosedur ekspor.

"Bea Cukai juga berperan sebagai fasilitator perdagangan dengan membantu petani, UMKM dan pelaku usaha memahami prosedur ekspor," ujar Arman.

Pendekatan tersebut dinilai penting agar semakin banyak produk masyarakat perbatasan yang dapat masuk ke pasar internasional melalui jalur perdagangan resmi.

Layanan Ekspor Masih Memadai

Dari sisi pelayanan, Arman memastikan kapasitas pelayanan kepabeanan di PLBN Jagoi Babang masih memadai meskipun aktivitas ekspor terus berkembang.

Seluruh dokumen ekspor atau Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) telah diajukan dan diproses secara elektronik melalui sistem CEISA 4.0.

Sementara itu, pemeriksaan fisik barang dilakukan secara selektif berdasarkan manajemen risiko.

Menurut Arman, mekanisme tersebut membuat peningkatan volume ekspor tidak otomatis menyebabkan proses pelayanan menjadi lebih lambat.

Namun, pertumbuhan aktivitas perdagangan tetap perlu diikuti dengan penguatan kapasitas layanan agar kawasan tersebut siap menghadapi peningkatan ekspor pada masa mendatang.

Baca Juga: Ekspor Jagoi Babang Tembus Rp109,40 Miliar hingga Agustus 2026

Fasilitas Perbatasan Perlu Diperkuat

Sejumlah kebutuhan yang dinilai perlu diperkuat antara lain area pemeriksaan dan parkir kendaraan ekspor serta kestabilan jaringan internet.

Sumber daya manusia juga perlu disiapkan ketika volume pelayanan meningkat.

"Hal ini terus kami koordinasikan dengan pengelola PLBN, instansi terkait dan Kantor Wilayah Bea Cukai," katanya.

Penguatan fasilitas menjadi penting apabila Jagoi Babang diarahkan tidak hanya sebagai pintu perlintasan, tetapi juga sebagai pusat kegiatan perdagangan internasional.

Jagoi Babang dan Masa Depan Ekonomi Perbatasan

Arman mengatakan pengembangan Jagoi Babang sebagai kawasan perdagangan internasional membutuhkan dukungan konektivitas, fasilitas perdagangan, koordinasi lintas instansi, serta pengawasan terhadap jalur-jalur tidak resmi di sepanjang perbatasan.

Menurut dia, penguatan tersebut diperlukan agar pertumbuhan perdagangan berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar kepada masyarakat.

"Kami berharap Jagoi Babang dapat berkembang menjadi pusat ekspor komoditas unggulan Kalimantan Barat secara berkelanjutan, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperluas akses produk lokal ke pasar internasional," ujarnya.

Jika arah tersebut dapat diwujudkan, Jagoi Babang berpeluang memainkan peran lebih besar dalam perdagangan Kalimantan Barat dengan Malaysia.

Produk masyarakat perbatasan tidak lagi hanya memiliki pasar lokal, tetapi juga dapat memperoleh akses menuju pasar internasional melalui jalur perdagangan resmi.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
Bea Cukai Jagoi Babang ekspor petai Kalbar ekspor komoditas Kalbar ekonomi perbatasan Kalbar PLBN jagoi babang