RI-AS Jajaki Kerja Sama Industri Logam Tanah Jarang

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 02:03 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

 

PONTIANAK POST — Indonesia membuka peluang kerja sama dagang dengan Amerika Serikat (AS) di sektor hilirisasi industri, logam tanah jarang, dan energi terbarukan.

Penjajakan tersebut juga mencakup dukungan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pengembangan kapasitas serta pembayaran digital.

Peluang itu dibahas Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam pertemuan dengan Kamar Dagang AS di sela rangkaian Pertemuan Menteri Perdagangan G20 di Milwaukee, Wisconsin, AS. Pertemuan tersebut membahas penguatan hubungan bisnis melalui forum Business 20 (B20).

“Kami melihat masih terdapat potensi besar untuk memperdalam hubungan bisnis antara Indonesia dan AS. Dalam hal ini, melalui hubungan perdagangan dan investasi yang lebih kuat, kerja sama teknologi yang lebih erat, dan rantai pasok yang lebih terintegrasi,” ujar Budi dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Hilirisasi dan Pengembangan Pemasok

Budi mengatakan peluang kerja sama terbuka mulai dari industri hilir, produksi bernilai tambah, hingga pengembangan pemasok. Indonesia juga menawarkan penjajakan pada sektor strategis, termasuk logam tanah jarang atau rare earths dan energi terbarukan.

Penguatan hubungan bisnis tersebut diharapkan mencakup perdagangan, investasi, serta kerja sama teknologi. Namun, keterangan yang disampaikan belum merinci nilai investasi, perusahaan yang terlibat, maupun jadwal pelaksanaan proyek.

UMKM Masuk Pembahasan

Dunia usaha AS turut menawarkan kerja sama pengembangan kapasitas dan pembayaran digital bagi UMKM Indonesia. Tawaran ini membuka ruang keterlibatan usaha kecil dalam pembahasan hubungan bisnis kedua negara.

Rincian program, persyaratan peserta, serta mekanisme pelaksanaannya belum disebutkan. Informasi tersebut diperlukan agar pelaku UMKM mengetahui bentuk dukungan yang dapat diakses.

Empat Fokus Forum B20

Vice President and Executive Director International Policy Kamar Dagang AS Isabelle Icso menyambut positif upaya peningkatan kerja sama bisnis dengan Indonesia.

Ia menyampaikan empat fokus utama B20, yakni mengurangi kebijakan penghambat perdagangan, memodernisasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), membebaskan bea perdagangan digital, serta memperkuat investasi lintas batas.

Menunggu Implementasi Perjanjian

Dalam pertemuan tersebut, Budi juga membahas perkembangan Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan dunia usaha AS. Ia berharap perjanjian itu segera diimplementasikan dan dimanfaatkan kedua negara.

Keterangan yang tersedia belum menjelaskan jadwal implementasi maupun rincian ketentuan ART yang dibahas. Peluang kerja sama sektoral dan tawaran dukungan UMKM tersebut masih perlu ditindaklanjuti menjadi program konkret.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
Logam tanah jarang kerja sama dagang RI-AS Energi terbarukan hilirisasi industri hilirisasi