Bea Cukai Perkuat Koordinasi Malaysia Jelang Operasional CIQS Serikin 2028, UKM Perbatasan Disiapkan

Uray Ronald • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 18:15 WIB
Pembangunan kompleks Customs, Immigration, Quarantine and Security (CIQS) di titik nol antara PLBN Jagoi Babang dan Serikin, Sarawak, Malaysia (ANTARA/Narwati)
Pembangunan kompleks Customs, Immigration, Quarantine, and Security (CIQS) di titik nol antara PLBN Jagoi Babang dan Serikin, Sarawak, Malaysia (ANTARA/Narwati)

 

PONTIANAK POST - Bea Cukai Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, memperkuat koordinasi dengan otoritas Malaysia untuk mempersiapkan perdagangan lintas batas dua arah menjelang operasional fasilitas CIQS (Customs, Immigration, Quarantine, and Security) Serikin pada 2028.

Kepala Bea Cukai Jagoi Babang Arman Tarmidzi mengatakan koordinasi pengembangan kawasan Jagoi Babang-Serikin melibatkan pemerintah Indonesia dan Malaysia, Pemkab Bengkayang, serta instansi CIQS kedua negara.

"Bea Cukai berkoordinasi dengan otoritas Malaysia, yakni Customs Bau, imigrasi, karantina, dan kepolisian melalui pertemuan lintas batas serta pertukaran informasi teknis untuk membahas kesiapan CIQS Serikin," katanya, Kamis (8/10).

Baca Juga: Perubahan Pola Perdagangan Serikin Dikaji Jelang Operasional CIQS 2028

CIQS Serikin Ditargetkan Beroperasi 2028

Arman mengatakan pembangunan CIQS Serikin telah dicanangkan pemerintah Malaysia pada Desember 2025.

Pembangunan fisiknya ditargetkan selesai pada 2027 dan fasilitas tersebut diharapkan mulai beroperasi pada 2028.

Pemerintah Kabupaten Bengkayang juga sebelumnya menyebut pembangunan di sisi Malaysia telah memasuki tahap pematangan lahan. 

Kesiapan fasilitas di kedua sisi dinilai penting agar perdagangan lintas batas dapat berkembang secara dua arah.

"Perdagangan lintas batas hanya bisa berjalan dua arah jika fasilitas di kedua negara sama-sama siap," ujarnya.

Rencana pembukaan CIQS Serikin juga telah mendapat perhatian dalam hubungan bilateral Indonesia-Malaysia. Kedua negara sebelumnya menyatakan fasilitas tersebut dapat memperluas akses perdagangan lintas batas, termasuk untuk komoditas pertanian strategis. 

Baca Juga: CIQS Malaysia Dibangun, Apa Dampaknya bagi Perdagangan Jagoi Babang?

Perdagangan Resmi Dua Arah

Menurut Arman, beroperasinya CIQS Serikin akan membuka peluang agar arus barang dari Malaysia menuju Indonesia dapat dilayani secara resmi, tertib, dan tercatat melalui jalur perbatasan.

Kondisi tersebut diharapkan turut mengurangi potensi perdagangan melalui jalur tidak resmi yang berada di luar mekanisme pengawasan kedua negara.

Bea Cukai juga membahas antisipasi peningkatan arus kendaraan dan barang setelah fasilitas tersebut beroperasi.

Penerapan pemeriksaan berbasis risiko menjadi salah satu bagian persiapan agar pengawasan sarana pengangkut tetap efektif tanpa menghambat kelancaran perdagangan.

"Fokus koordinasi mencakup antisipasi peningkatan arus kendaraan dan barang serta penerapan pemeriksaan berbasis risiko agar sarana pengangkut dapat diperiksa secara efektif dalam waktu yang singkat," katanya.

Baca Juga: CIQS Serikin Ditargetkan Rampung 2027, Aktivitas Ekonomi Lintas Batas Diproyeksikan Meningkat

UMKM Perbatasan Disiapkan

Selain kesiapan fasilitas dan petugas, Bea Cukai mulai memperhatikan kesiapan pelaku usaha dan UMKM di wilayah perbatasan.

Arman mengatakan koordinasi tidak hanya berkaitan dengan pengawasan perbatasan, tetapi juga bagaimana pelaku usaha Bengkayang dapat mengambil peluang dari meningkatnya aktivitas perdagangan.

"Koordinasi juga menyasar kesiapan UMKM dan pelaku usaha dalam menghadapi peningkatan aktivitas perdagangan setelah CIQS Serikin beroperasi," ujarnya.

Sejumlah komoditas kebutuhan masyarakat perbatasan berpotensi masuk melalui Jagoi Babang apabila fasilitas kedua negara telah siap dan mekanisme perdagangan dua arah berjalan.

Komoditas tersebut antara lain barang kebutuhan pokok dan barang konsumsi dengan tetap memperhatikan ketentuan Border Trade Agreement bilateral Indonesia-Malaysia serta ketentuan lain yang disepakati kedua negara.

Baca Juga: Bengkayang Dorong Percepatan Fasilitas CIQS Serikin untuk Perkuat Jagoi Babang

Jagoi Babang Diproyeksikan Semakin Ramai

Besarnya potensi perdagangan nantinya akan bergantung pada kebutuhan pasar dan kesiapan pelaku usaha di Bengkayang serta wilayah sekitarnya.

Bea Cukai Jagoi Babang juga mencatat aktivitas ekspor melalui kawasan tersebut terus meningkat. Jumlah dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) yang dilayani naik dari 5.726 dokumen pada 2024 menjadi 7.001 dokumen pada 2025. 

Kondisi tersebut menunjukkan perlunya kesiapan pengawasan dan pelayanan seiring meningkatnya aktivitas perdagangan di perbatasan.

Dengan kesiapan fasilitas di kedua sisi, kawasan Jagoi Babang-Serikin diharapkan berkembang sebagai jalur perdagangan lintas batas yang lebih resmi dan terintegrasi.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
Bea Cukai Jagoi Babang Jagoi Babang Serikin CIQS Serikin 2028 perdagangan lintas batas Kalbar Malaysia perbatasan Indonesia Malaysia 2028