Ngomong-ngomong, ajang kontes modifikasi terbesar di Indonesia, Honda Modif Contest (HMC) 2019 ke-12 ini baru pertama kalinya hadir di Pontianak. Digelar di area parkir Ayani Megamal padaOktober lalu, lebih dari seratus sepeda motor hasil modifikasi bertarung menjadi yang terbaik. Even ini menggelar lomba di sembilan kelas dengan rincian: Matic & Cub Stock/Bolt On , Matic & Cub Advance , Racing Style , Sticker/Decals , Sport Naked , Sport Fairing , Community Touring , All Stock & Advance di bawah tahun 2006 , dan Free for All (FFA).
Masing-masing juara di setiap kelas mengikuti final nasional di Jogjakarta pada 17 November lalu. Ribuan sepeda motor hadir dalam kontes modifikasi motor terbesar di Indonesia tersebut. Tak disangka, Kalbar mampu memborong empat piala sekaligus. Termasuk juara utama kelas bergengsi All Stock Andvance yang diraih oleh Eko asal Kota Singkawang. Sementara Juara 3 katagori Best media pick – diraih Jonny, juara 2 katagori sport fairing oleh Syarif Dede, dan juara 3 katagori racing style disabet Indra Puiyanta.
Kendati Pontianak baru disinggahi pada tahun ini, kemampuan padar builder dan modifikator Kalbar langsung apresiasi besar dari panitia dan juri. Adi Wira dari AHM Pusat menyebut, karya anak Kalbar di luar ekspektasi. “Salah satu perwakilan yang paling bagus adalah kontingen Pontianak. Awalnya karena ini perdana, kami mengira modifikator Pontianak tidak begitu banyak dan stylenya baru mencari jati diri. Tetapi sudah setara dengan kota besar di Jawa,” ujarnya kepada Pontianak Post.
Soal aliran modifikasi, dia melihat modifikator Kalbar juga mengikuti tren nasional. Menurutnya tahun ini, dunia modifikasi banyak bergaya chopper, bobber, scrambler, cafe racer dan gaya vintage lainnya. “Hampir di setiap daerah didominasi aliran klasik seperti ini. Ini memang sedang tren dan masih akan berlanjut di tahun depan,” ucapnya. (ars) Editor : Aristono Edi Kiswantoro