Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Rompal Pertama, Izin Gunakan Pakaian Rhoma Irama

Administrator • Senin, 20 Januari 2020 | 09:24 WIB
BERSAMA: Rhoma Irama dan Surya Aka. Idola dan organisasi pengidolanya Forsa. ISTIMEWA
BERSAMA: Rhoma Irama dan Surya Aka. Idola dan organisasi pengidolanya Forsa. ISTIMEWA
Bincang dengan Surya Aka, Jurnalis, Dosen dan Ketua Umum Forsa

 

Tak terbantahkan, Rhoma Irama, king of dangdut itu memang banyak penggemar. Ribuan bahkan jutaan. Bahkan, menurut Asian Week, penggemar sang legenda hidup ini paling tinggi di Indonesia dibanding fans musisi atau grup musik lainnya.

 

SETIAP shownya dijubeli pengunjung. Bisa mencapai puluhan ribu orang.

Ketua Umum DPP Forsa (Fans of Rhoma and Soneta), H Surya Aka Syahnagra SH MH didampingi Sekjen Forsa, Abdul Wahed Unoe mengatakan hal tersebut usai pelantikan DPW Forsa Kalbar, di Hotel Kapuas Palace, Ahad pagi.

Aka, demikian sang Ketum ini kerap disapa, mengatakan seharusnya pelantikan berbarengan dengan show Rhoma dan Soneta di kawasan Kuala Dua. Tapi, karena izin pihak kepolisian tidak keluar, show Soneta pun batal.

"Jumat pagi rencana show diketahui batal. Panitia kasih tahu ke manajemen Soneta, izin tak keluar. Penyebabnya, venue diperkirakan tidak mampu menampung ledakan kunjungan," imbuhnya.

Dia mengakui, fans Rhoma di Kalbar pasti kecewa. Meski, dia pun memaklumi, karena aparat pun mengkhawatirkan kejadian yang tidak, karena lokasi tak memadai.

Senada Aka, Abdullah Ibrahim, Ketua DPW Forsa Kalbar pun mengakui.

"Khususnya jalan satu jalur yang tidak memungkinkan untuk keluar masuknya ribuan penonton ke lokasi pertunjukan," katanya singkat.

Meski gagal manggung, toh pelantikan DPW Forsa jalan terus. 48 orang pengurus dilantik. Berikutnya, pengurus DPW akan bergerak membuat DPC Forsa di tingkat Kabupaten dan Kota.

 

Suka Rhoma dan Soneta

Kecintaan serta mengidolakan H Rhoma Irama dan Soneta, membuat Forsa menggurita. Setidaknya sudah ada 19 provinsi, mulai dari Sumatera, Jawa,  Kalimantan, Sulawesi hingga Papua membentuk organisasi ini.

Awal Forsa terbentuk, karena "kegilaan" Surya Aka dan rekan-rekan terhadap dangdut yang diusung Rhoma Irama. Menurutnya beda. Liriknya sarat pesan. Ada nilai dakwah. Plus melodi yang enak didengar. Bahkan, ada yang menggelari sebagai rockdut. Rock campur dangdut.

Perkenalan dengan Rhoma Irama pun makin komplit, ketika Aka menjadi panitia Nada dan Dakwah di kota Pontianak. Melibatkan KH Zainuddin MZ (alm), Rhoma dan Soneta, si burung merak, penyair (alm) WS Rendra.

Kala itu juga Aka masih di Pontianak. Bergabung dengan Akcaya Pontianak Post. Seringnya disebut AP Post.

Rampung tugas di Pontianak, Aka kembali ke Surabaya. Memimpin koran-koran lain di bawah Jawa Pos Grup, dan berakhir di JTV (Jawa Pos TV). Di TV inilah, perkenalannya dengan dunia dangdut lebih mendalam. Nyaris setiap bulan, selalu saja ada show yang diliput langsung oleh TV-nya. Biasanya saat satu kabupaten berulang tahun.

Saat show tersebut, Aka tak cuma berperan sebagai produser. Tetapi, ikut terlibat langsung dalam show-show tersebut. Karena saking mengidolakan dengan Rhoma, saat berdendang, dia selalu memilih lagu-lagunya Rhoma.

Aka pun ngetop. Sebagai "pengekor" dia pun tampil tuntas. Busana khas Rhoma, dengan selendang jubah, ditiru blas. Juga, gitar buntung-nya Pak Haji Rhoma selalu disandang saat bernyanyi.

Saat manggung, nama depannya ditanggalkan, dan pihak TV selalu menyunting namanya dengan Aka Irama. Aka pun jadi artis. Di sepanjang Jawa, Aka Irama pun jadi perhatian. Tampilan wajah, rambut ikal, jenggot pendek serta kemampuan olah vokal yang mirip Rhoma dan seringnya muncul di tv, membuat Aka kian populer.

Tapi, satu yang perlu dicatat, Aka sendiri yang menggunakan busana khas Rhoma Irama di panggung, dengan izin tertulis dari Rhoma. Belakangan, gawe-nya Aka banyak ditiru.

"Jadi, sebelum adanya Rhompal (Rhoma Palsu), saya sudah duluan. Dan saya izin sama Rhoma Irama langsung lho," katanya tertawa.

Dia bilang ada kejadian lucu. Saat itu dia diundang manggung oleh seorang Bupati di Jawa Timur. Dia pun mengenakan pakaian layaknya Rhoma Irama. Usai manggung, sang Bupati naik panggung. Tetapi tidak sendiri. Bersamanya, ternyata Rhoma Irama yang asli. Aka pun kikuk, karena Bang Haji Rhoma melihatnya. Dari atas ke bawah.

"Mungkin membandingkan baju yang saya kenakan," katanya.

Sekarang Rhompal ada dimana-mana. Bahkan, Forsa sanggup menghadirkan ratusan Rhoma Palsu tadi. Lengkap busana panggung khas Rhoma, plus gitar buntung.

"Lho iya. Atas permintaan stasiun tv swasta nasional waktu itu. Kita kumpulkan Rhompal dari banyak daerah dan kota," katanya sambil memperlihatkan ratusan Rhompal berbaris rapi.

Sedangkan mengenai Forsa, katanya, organisasi ini mandiri. Dibiayai diri sendiri. Iuran anggota.

Kegiatannya? Banyak. Termasuk aksi sosial. Cuma sedari awal, kami menyadari harus ada organisasi yang mampu untuk mendukung segala kegiatan Rhoma. Forsa aktif mengumumkan jadwal manggungnya Rhoma Irama. Kita juga berencana membuat museum tentang Rhoma dan Soneta. Sedangkan pendanaan, dia mengatakan kalau penggemar Soneta dari banyak kalangan. Dari bawah, menengah hingga atas.

"Forsa menjembatani itu. Bahwa Forsa semakin meluas, membuktikan bahwa Rhoma dan Soneta tetap eksis. Anda bayangkan saja, usia Rhoma sekarang 73 tahun. Tapi masih aktif manggung. Nah, Forsa yang mengurusi bawah-bawahnya. Para fans. Fanatik atau tidak. Kita buatkan wadahya. Kamu senang Rhoma, yuk gabung ke Forsa,'' katanya.

Selain sibuk di Forsa, Aka tetap menulis di online Cowas (Konco Lawas), yang merupakan online besutan para pensiunan redaksi Jawa Pos.

Yang udah tua, tapi masih ingin tetap menulis, Cowas ini menjadi pilihan. Meski di online.

Tak cukup hanya itu. Selesai S2-nya, dia pun menjadi dosen di UIN Surabaya. Hingga sekarang. Aka pun, mengaku, menjadikan apa yang dilakukannya sebagai ibadah. Dia, merasa tua.

"Ya udahlah. Udah tua juga. Lakukan kegiatan yang menyenangkan. Gak usah stress," ujar pria bercucu tiga ini.

Pengalaman yang menyenangkan buat Aka, adalah ketika dia berhasil duet dengan Rhoma Irama. Dalam konser di stadion Tambak Sari, Surabaya, Surya Aka dipangging sendiri oleh Rhoma Irama.

‘’Senangnya minta ampun. Tahun 2010, bisa duet dengan beliau. Lagunya Sahabat. Waktu itu live di TV. Masuk Youtube juga. Waktu itu Forsa belum lahir. Baru ada semacam fansclub Soneta saja. Sejak itulah, keinginan membuat Forsa smakin besar,’’ ujarnya.

Tapi percayakah Anda, meski sedang bernyanyi dengan mengenakan atribut Rhoma Irama termasuk gitar buntungnya, Aka mengaku tidak bisa memainkan gitar. Apalagi melodi.

‘’Ya, ya. Itu hanya aksi saja. Jadi, kalau kelihatannya tengah menyayat-nyayat senar gitar, itu cuma gaya saja,’’ katanya. (moeslim toing minhard) Editor : Administrator
#rhoma irama