Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Doctor Strange 2, Petualangan Gila Mengarungi Multisemesta

Syahriani Siregar • Sabtu, 7 Mei 2022 | 17:38 WIB
Photo
Photo
JAKARTA - Dalam urusan menyajikan film dengan visual memukau serta jalan cerita yang menarik dan solid, Marvel Studios memang hampir tidak pernah mengecewakan para penontonnya. Hal ini kembali dibuktikan dalam film terbaru mereka, Doctor Strange in the Multiverse of Madness.

Disutradarai oleh sineas kawakan Sam Raimi, Doctor Strange in the Multiverse of Madness masih menampilkan sosok Benedict Cumberbatch sebagai Doctor Strange. Berdurasi selama 2 jam 6 menit, penonton diajak untuk mengikuti petualangan Doctor Strange yang begitu unik dalam menjelajahi konsep baru yang ditawarkan dalam Marvel Cinematic Universe: Multisemesta.

Alur cerita Doctor Strange in the Multiverse of Madness dimulai setelah Doctor Strange berhasil menutup kembali seluruh portal multisemesta yang sempat membuat kacau dunia dalam film Spider-Man: No Way Home. Film dimulai di mana Strange terbangun dari sebuah mimpi yang aneh. Dalam mimpi itu, ia bersama seorang gadis muda tengah bersusah payah meloloskan diri dari kejaran monster di sebuah dunia lain, di mana Strange akhirnya kehilangan nyawanya.

Strange sendiri tak mau memusingkan mimpi buruk tersebut, hingga akhirnya sang gadis muda dalam mimpinya tiba-tiba muncul di kota New York dan tengah diburu oleh seekor monster gurita raksasa. Dengan bantuan rekan penyihir sejawatnya, Wong (Benedict Wong), Strange berhasil membunuh monster tersebut dan menyelamatkan sang gadis misterius yang belakangan diketahui bernama America Chavez (Xochitl Gomez).

America bukanlah seorang gadis biasa. Ia memiliki sebuah kekuatan yang sangat unik, yakni menjelajahi multisemesta. Kekuatan istimewa America tersebut membuat ia dikejar-dikejar oleh sosok jahat yang berusaha menyerapnya.

Kepada Strange, America pun menjelaskan bahwa apa yang ia lihat dalam mimpinya tersebut ternyata bukanlah mimpi. Strange yang tewas dalam mimpi ternyata adalah Strange dari semesta lain yang ditemui America dalam pelariannya.

Masih bingung dengan kedatangan America dan konsep multisemesta, Strange pun memutuskan untuk mendatangi penyihir handal yang juga anggota Avenger, Wanda Maximoff (Elizabeth Olsen) yang tengah hidup mengasingkan diri usai membuat kekacauan dalam mini serial WandaVision yang tayang di platform Disney +.

Keputusan Strange untuk mendatangi Wanda rupanya menjadi sebuah blunder. Tak disangka, Wanda ternyata adalah sosok yang sedang mengejar America demi mendapatkan kekuatannya. Monster gurita raksasa yang mengamuk di New York pun ternyata didatangkan olehnya dari dimensi lain.

Motivasi Wanda melakukan ini dilatarbelakangi oleh serangkaian kejadian yang muncul di WandaVision. Bagi yang sudah menonton WandaVision tentu mengetahui bahwa selepas kematian Vision di Avengers: Infinity War dan berakhirnya teror Thanos di Avengers: Endgame, Wanda hidup dalam kesedihan luar biasa. Untuk mengobati kesedihan itu, ia menciptakan sebuah kota ilusi di mana ia dan Vision hidup bahagia bersama dua putra mereka.

Pikiran Wanda rupanya terjebak dalam ilusi yang ia ciptakan sendiri. Ia pun berniat untuk mencari semesta lain di mana ia betul-betul memiliki keluarga seperti yang ia ciptakan di ilusinya. Hal ini lah yang membuat Wanda membutuhkan kekuatan America.

Sadar bahwa menemui kompatriotnya itu adalah pilihan yang salah, Strange akhirnya memutuskan untuk melindungi America dari kejaran Wanda, yang kini memilih untuk menggunakan nama Scarlet Witch. Di sini lah petualangan gila Strange dalam mengarungi multisemesta dimulai.

Di bawah tangan dingin Sam Raimi yang kondang sebagai sutradara film superhero sekaligus film horor, Doctor Strange in the Multiverse of Madness boleh dibilang merupakan film Marvel yang paling gelap dan menegangkan. Ia sukses mengemas film ini menjadi jauh lebih menyenangkan ditonton ketimbang film pertamanya.

Beberapa elemen jump scare yang dimasukkan dalam porsi yang pas juga berhasil membuat Doctor Strange in the Multiverse of Madness semakin menarik untuk disaksikan. Tak cuma itu, Raimi juga sukses menyulap Wanda dari seorang gadis cantik baik hati yang penuh pergumulan menjadi sosok penyihir dingin dan penuh dengan amarah. Beberapa adegan bahkan menunjukkan betapa mengerikannya Wanda sebagai tokoh antagonis utama film ini.

Walau demikian, film ini sama sekali tidak menghilangkan jati dirinya sebagai karya yang menghibur dan bisa dinikmati semua umur. Bagaimanapun, pangsa pasar film MCU yang terbesar tetaplah kalangan anak-anak. Raimi sukses menyalurkan ide-ide gilanya dalam film ini tanpa melanggar standar protokol film-film MCU.

Buat Anda yang sudah cukup fasih dengan karakter-karakter Marvel jauh sebelum saga MCU ada di dunia film, beberapa sosok pendukung yang muncul dalam Doctor Strange in the Multiverse of Madness juga memberikan penyegaran sendiri. Sekali lagi, Raimi sukses memanfaatkan konsep multisemesta untuk bisa memasukkan karakter-katakter tersebut di dalamnya.

Bagi Anda yang tidak mengikuti dengan runut film-film MCU yang melibatkan Doctor Strange, sangat dianjurkan untuk menonton lebih dulu film-film pendahulunya, khususnya Doctor Strange yang pertama dan WandaVision. Jika tidak, sudah pasti Anda akan pusing menonton film ini.

Pasalnya, film-film MCU sangat jarang memberikan highlight dari hal-hal yang terjadi di film sebelumnya. Jika Anda masih nekad menonton Doctor Strange in the Multiverse of Madness tanpa memedulikan apa yang terjadi di film sebelumnya, risiko sepenuhnya berada di tangan Anda.

Tanpa perlu penjelasan lebih panjang lagi, penggemar Marvel sudah wajib hukumnya untuk menonton film ini. Kalaupun nantinya film ini tidak memenuhi ekspektasi, Doctor Strange in the Multiverse of Madness paling tidak bisa menjadi patokan penting dari petualangan para jagoan Marvel dalam melintasi multisemesta di film-film MCU berikutnya dengan konsep yang, tentu saja, akan lebih njelimet lagi. (jpc) Editor : Syahriani Siregar
#multiverse of madness #petualangan gila #doctor strange 2 #multisemesta