Catatan itu menjadi rekor kemenangan terbesar film berbahasa non-Inggris di BAFTA. Produser All Quiet Malte Grunert menyatakan, kemenangan film Perang Dunia I itu merupakan sinyal baik buat industri perfilman Jerman. ’’Kami sangat diberkati dengan banyak nominasi dan memenanginya adalah hal luar biasa,” paparnya.
Dia menyatakan, pesan yang disampaikan film adaptasi novel Erich Maria Remarque –yang dirilis pada 1929– tersebut masih amat relevan dengan kondisi saat ini. ’’Kisahnya tentang seorang pria muda, diracuni propaganda nasionalis sayap kanan, berpikir bahwa perang adalah petualangan. Pada kenyataannya, perang bukanlah petualangan,” tegas Grunert.
Sementara itu, dalam sambutan kemenangannya, sutradara Edward Berger menggaungkan pesan antiperang dalam filmnya. Namun, sineas berusia 53 tahun itu juga ’’melanggar” salah satu pesan panitia. Yakni, menyebutkan perang Rusia-Ukraina. Di awal pidato, dia menyinggung produksi film yang dilakukan di Cekoslowakia, negara yang dijajah dua kali oleh Jerman.
Dia juga menceritakan, beberapa sesepuh kru dan cast-nya sempat menjadi tentara perang. ’’Dan hari ini, ada perang berbeda di Ukraina. Dalam lima hari, peristiwa itu bakal berusia setahun. Tidak ada pahlawan dalam perang itu maupun di perang lainnya,” tegas Berger.
Kemenangan besar All Quiet itu kontras dengan Everything Everywhere All at Once. Meski mengantongi 10 nominasi, film sci-fi tersebut hanya menang di satu kategori. Yakni, Editing Terbaik. Di sisi lain, The Banshees of Inisherin dan Elvis juga menjadi ’’pemborong” piala di London. Masing-masing film mengantongi empat piala.
Kemenangan BAFTA pun diprediksi bakal berpengaruh besar pada prediksi pemenang Oscars. Terlebih, pada tahun lalu, 15 peraih piala BAFTA –dari total 19 nominasi yang sama dengan Oscars– sukses mengulang kemenangan di Oscars.
Pada 2021, ’’ketepatan” ajang penghargaan Inggris itu justru lebih menakutkan. Sebanyak 18 pemenang Oscars sama dengan BAFTA, dengan pengecualian kategori Sinematografi Terbaik. Dua tahun lalu, sinematografer Nomadland Joshua James Richards gagal memenangkan trofi Oscars, yang diboyong Erik Messerschmidt dari film Mank. (fam/c7/ayi) Editor : Misbahul Munir S