Sejak siang hari, pengunjung mulai mendatangi venue acara yang berlokasi di Qubu Resort. Pada sesi acara Generasi Happy Academy, digelar workshop interaktif bersama para ahli di dunia digital, antara lain Ashilla Sikado yang merupakan Beauty Content Creator, dan BTR Valezka yang merupakan Brand Ambassador Bigetron Esport.
Acara juga disuguhi dengan penampilan menarik dari musisi kebanggaan Pontianak, seperti Manjakani yang akan menghibur Gen Z Pontianak dengan karya musik hits mereka.
Acara puncak digelar pada malam hari. Hujan yang sudah berlangsung sejak siang hari, ternyata tak kunjung berhenti. Meski begitu, jumlah pengunjung festival justru semakin bertambah dan memadati venue. Mereka mengenakan jas hujan yang sudah disediakan secara gratis oleh Tri selaku pihak penyelenggara. Memadati area festival, terutama yang berada tepat di depan panggung utama.
Tak mengherankan memang. Sebab malam itu, panggung Festival Generasi Happy menghadirkan talkshow ‘Mata Najwa’ bersama Najwa Shihab, yang mengusung tema “Kenapa Perlu Kuliah”. Pada kesempatan ini, Najwa mengajak Rachel Amanda, aktris dan mahasiswi; Andhika Sudharman, Founder dan CEO of Dealls Jobs; serta Maudy Ayunda, creator dan educator. Dalam kesempatan itu, para narasumber berbagi inspirasi sekaligus membangkitkan semangat Gen Z di Pontianak.
Usai talkshow ‘Mata Najwa’, penonton dibuat terpukau dengan penampilan musisi kenamaan, Keisya Levronka yang atraktif. Tembang berjudul Tak Ingin Usai dan Mengejar Matahari membuat penonton larut dalam setiap bait yang begitu mendalam. Mereka juga ikut bernyanyi bersama serta mengambil momen lewat ponsel pintar meski di bawah guyuran hujan.
Aksi tak kalah memukau juga dihadirkan oleh Tulus. Penyanyi sekaligus penulis lagu ini menyihir para penonton dengan lantunan lagu-lagu yang lirik-liriknya magis dan puitis itu. Lagu berjudul Satu Kali menjadi pembuka penampilan pria kelahiran 1987 tersebut. Di bawah guyuran hujan yang tiada henti, penonton lagi-lagi terbawa dalam suasana yang begitu menyihir.
Acara diakhiri dengan tembang berjudul Hati-hati di Jalan dan diwarnai dengan kembang api yang begitu indah. Rangkaian Festival Generasi Happy di Kota Pontianak pun ditutup dengan meriah.
Sementara itu, dalam sesi Konferensi Pers yang digelar Sabtu (1/7) siang, Galuh Neftita selaku SVP Head of Brand & Marketing Communications Tri, mengungkapkan tujuan digelarnya program ini.
“Program ini bertujuan untuk mengajak seluruh Gen Z di Indonesia untuk menjadi generasi yang bisa memanfaatkan sosial media dan dunia digital secara lebih positif dan kreatif,” tuturnya.
Dipilihnya Kota Pontianak menjadi kota pertama diadakannya festival ini bukan tanpa alasan. Dia mengungkapkan karena Pontianak merupakan kota dengan mayoritas penduduk termasuk kelompok usia produktif yang didominasi Generasi Milenial dan Gen Z sebanyak 385 ribu jiwa atau 57,11 persen dari total penduduk. Di sisi lain, secara umum Provinsi Kalimantan Barat memiliki skor indeks literasi digital yang signifikan di atas rata-rata nasional, yaitu 3,64.
Lebih jauh dia menyebut, Festival Generasi Happy di Pontianak hadir dengan para kreator inspiratif yang menjadi sumber inspirasi dan motivasi untuk generasi muda di kota ini. Mereka bisa menggali inspirasi langsung dari narasumber inspiratif dan digital kreator, serta dapat memanfaatkan dunia digital untuk membuka pintu kesempatan yang lebih besar.
Galuh Neftita melanjutkan, penggunaan internet dikalangan Gen Z ini rata-rata mencapai lebih dari enam jam per harinya. Digital lifestyle Gen Z ini sangat tinggi, dan dengan perkembangannya, dunia digital sangat potensial untuk membuka berbagai peluang mereka di masa depan jika dimanfaatkan secara positif dan maksimal.
“Untuk itu melalui rangkaian program Generasi Happy kami ingin mengajak Gen Z Pontianak untuk bersama-sama menjadi generasi yang dapat memanfaatkan dunia digital secara positif dan memaksimalkan potensi yang mereka miliki bersama Tri, dengan didukung rangkaian produk happy dan jaringan terintegrasi kami,” jelasnya.
Rusdi Mardan selaku District Operation Head Kalimantan dan Sulawesi Tri, mengatakan terdapat empat pilar yang menjadi latar belakang program ini yaitu literasi digital, skill development, academy dan entertainment. Adapun dipilihnya Kota Pontianak juga sebagai bentuk apresiasi kepada pengguna Tri di Kota Pontianak yang cukup tinggi.
“Program ini semacam apresiasi untuk pelanggan kita. Kami ingin saya thank you karena loyal menggunakan Tri,” pungkasnya. (sti) Editor : Syahriani Siregar