PONTIANAK – Video Klip lagu 'Gala Bunga Matahari sukses menuai pujian dari warganet di media sosial, sejak dirilisnya pada 8 Agustus 2024 lalu.
Bahkan hingga hari ini, Kamis (15/8), dalam pantauan Pontianak Post, video klip ‘Gala Bunga Matahari’ milik Sal Priadi itu masih menduduki puncak trending YouTube, dengan telah ditonton sebanyak 10.591.197 kali.
Selain liriknya yang sarat makna dan akting Gempi yang memukau, video klip ‘Gala Bunga Matahari’ juga membuat warganet terkesima dengan setting lokasi yang dinilai sangat cocok untuk menggambarkan setiap detail lagu itu sendiri.
Diketahui, proses syuting video klip ‘Gala Bunga Matahari’ dilakukan di beberapa tempat di Jogjakarta, di antaranya Pantai Gumuk Pasir Parangkusumo, Protobayan River Camp, dan Restoran Jiwa Jawi.
Pantai Gumuk Pasir Parangkusumo
Jogjakarta memang terkenal dengan pesona pantainya yang memukau tiada tara. Lebih dari itu, di beberapa lokasi, pantai di Jogja memiliki keunikan tersendiri, salah satunya adalah Gumuk Pasir Parangkusumo.
Baca Juga: Slank Bercerita tentang Masyarakat Adat di Lembah Baliem
Gumuk Pasir Parangkusumo sejatinya bukan hanya sekedar pantai seperti kebanyakan, melainkan juga gurun pasir jenis barchan yang terbilang langka di dunia.
Dilansir dari Radar Malioboro (Jawa Pos Group), Selasa (13/8), gundukan Gumuk Pasir Parangkusumo berukuran besar dengan ketinggian 5-15 meter.
Konon, gundukan pasir tersebut berasal dari endapan erupsi Gunung Merapi yang dibawa oleh aliran sungai. Pasir jenis barchan sendiri, biasanya ditemukan di lingkungan dengan iklim setengah kering dan kering.
Dengan hamparan gurun yang luas, tak heran lokasi ini ditunjuk untuk menjadi lokasi syuting ‘Gala Bunga Matahari’ yang diceritakan sebagai tempat seolah-olah adalah surga.
Gumuk Pasir Parangkusumo sendiri berada di Grogol 10, Pantai Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Jogjakarta.
Scene Landung Simatupang yang melarungkan abu ke sungai dalam video klip ‘Gala Bunga Matahari’, ternyata dilakukan di Protobayan River Camp, Jogjakarta.
Baca Juga: Ketika Tulus Bercerita tentang Gajah
Dilansir dari Radar Jogja (Jawa Pos Group), Selasa (13/8), Protobayan River Camp merupakan lokasi wisata yang menyuguhkan sensasi berkemah di pinggiran Sungai Opak.
Lingkungan yang asri, airnya yang tenang dan udaranya yang sejuk, patut menjadi rekomendasi terbaik bagi keluarga atau rekan sejawat yang ingin berkemah di akhir pekan.
Fakta menarik lainnya, Protobayan River Camp ternyata merupakan pusat gempa Jogja tahun 2006 silam. Pusat bencana itu kini sudah menjadi titik wisata paling disukai oleh masyarakat, karena pesona pemandangannya yang belum tentu didapat di tempat lain.
Protobayan River Camp berada di Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul, atau sekitar 20 kilometer dari pusat Jogja.
Restoran Jawa Jawi
Kakek Landung Simatupang yang diceritakan tinggal di panti jompo dalam video klip ‘Gala Bunga Matahari’, ternyata lokasi syutingnya bukanlah di panti jompo, melainkan di sebuah restoran terkenal di Jogja.
Baca Juga: Ketika WSTCC Gubah Lagu Aksi Kucing di Album Mini Pertama Mereka
Restoran Jawa Jawi, namanya. Sebuah café dan rumah makan yang cukup terkenal di Jogja, karena berhasil menghidupkan nuansa jawa yang amat kental bagi pengunjung.
Dilansir dari Radar Jogja (Jawa Pos Group), Selasa (13/8), konsep Jawa di restoran Jawa Jawi didukung dengan bentuk bangunan dan setiap ornamen pendukungnya, serta berdiri dengan mengikuti kontur tanah yang miring.
Selain itu, Restoran Jawa Jawi semakin dilirik pengunjung karena lokasinya yang berada di tengah hutan. Sensasi masuk ke hutan demi sebuah restoran, tentu membangkitkan suasana pedesaan jawa yang hangat.(mif/jpc)
Editor : Miftahul Khair