JAKARTA – Mengawali karier sebagai penari dan aktor cilik, Ali Fikry kini menjadi salah satu nama yang kerap muncul dalam berbagai film. Sejak 2018, aktor 16 tahun itu selalu mendapat proyek akting film. Terakhir, pada 2024, Ali terlibat di film 24 Jam Bersama Gaspar (sebagai Gaspar muda) dan Shadow Strays (sebagai Monji). Keduanya dirilis di platform Netflix.
Peran Ali pun berkembang sesuai usianya. Dari yang semula hanya karakter bocah, Ali mulai dipercaya memerankan karakter remaja yang lebih kompleks. Dengan masalah yang lebih serius, pula. Tahun 2025 dibuka Ali dengan film horor Ketindihan. Dalam film yang dirilis pada 9 Januari mendatang di bioskop itu, Ali berperan sebagai Timo.
Saat berkunjung ke redaksi Jawa Pos Jakarta beberapa waktu lalu, Ali menjelaskan bahwa karakter Timo adalah adik tokoh utama, Tania (Haico van Der Veken). Dikisahkan, Tania adalah atlet tenis yang tertekan akibat sikap ambisius ayah sekaligus pelatihnya, Beni (Donny Damara). Belum lagi sikap abusif pacarnya, Coki (Kevin Ardilova). Satu-satunya orang yang dekat dengan Tania adalah Timo.
’’Timo itu deket banget sama Tania dan Tania pun peduli sama Timo,” papar aktor yang pernah mengikuti ajang Indonesia’s Got Talent 2014 itu.
Ali menambahkan bahwa Timo merupakan korban perundungan dan penyendiri. Keluarganya pun tak bisa dibilang harmonis. ’’Masing-masing anggota di keluarga Timo itu punya alasan yang kemudian bikin mereka bertengkar,” kata Ali.
Pengalaman Ali berakting sangat membantunya menerjemahkan karakter Timo sesuai keinginan sutradara Dyan Sunu Prastowo. Termasuk adegan serangan gaib terjadi. Ali mengaku pengalamannya bermain di sejumlah film horor sangat membantu untuk berimajinasi dan merasakan kengerian.
Ali pun sudah piawai menjalin chemistry dengan lawan main. Baik dengan Haico maupun Donny dan Wulan Guritno, pemeran orang tua Timo dan Tania. ’’Pokoknya sebelum syuting, kami ngobrol dulu tentang gambaran keluarga di film Ketindihan. Kalau sama Kak Haico, aku sefrekuensi dan cepet nyambung,” papar Ali.
Bukan hanya Ketindihan, Ali juga punya sejumlah film yang direncanakan tayang tahun ini. Film-film tersebut punya genre beragam, mulai horor (Bayang-Bayang Anak Jahanam), fiksi ilmiah (Skyline: Warpath), thriller (Gowok: Kamasutra Jawa), serta drama keluarga (Mothernet).
Ali bersyukur semakin dipercaya terlibat dalam sejumlah film. Keinginannya memerankan berbagai macam tokoh tercapai. ’’Apa pun proyeknya, prinsipku harus kerja dengan sepenuh hati. Film apa aja, ayo deh,” katanya bersemangat. (c7/len)
Editor : Miftahul Khair