PONTIANAK POST – Film Pengepungan di Bukit Duri resmi merilis trailer perdananya Kamis (30/1) lalu. Trailer dibuka dengan adegan Edwin (Morgan Oey) yang diminta sang kakak untuk mencari keponakannya. Dalam perjalanannya, Edwin mendapat penugasan untuk mengajar di salah satu SMA di Jakarta.
Namun, sekolah tersebut diisi murid-murid yang memiliki kenakalan luar biasa. Bahkan bersikap brutal dan kerap melawan guru. Cuplikan tersebut juga menampilkan adegan Edwin berseteru dengan sekelompok murid yang dipimpin Jefri (Omara Esteghlal).
Demonstrasi, makian, kerusuhan, baku hantam, hingga kebrutalan ditampilkan dalam trailer berdurasi 2 menit 17 detik itu. Sutradara sekaligus penulis Joko Anwar menjelaskan, film tersebut merupakan wujud keresahannya tentang isu guru.
’’Menurut saya, apresiasi terhadap profesi guru sangat rendah di Indonesia,” kata Joko saat konferensi pers di Plaza Senayan XXI, Jakarta Pusat, Kamis sore.
Sutradara Perempuan Tanah Jahanam itu menambahkan bahwa tidak sedikit kasus kekerasan murid terhadap guru yang terjadi sampai sekarang. Itulah yang membuat Joko semakin yakin untuk mematangkan skrip dan memproduksi film tersebut.
’’Skrip ini mulai saya bikin pada 2007. Saya berharap kayaknya isu ini nggak bakal ada lagi di Indonesia. Ternyata nggak, tetap ada, jelas sineas kelahiran Medan tersebut.
Selain itu, Joko merasa bahwa kesejahteraan guru sampai saat ini masih menjadi permasalahan serius. Misalnya, pendapatan guru di Indonesia masih sangat minim. Bahkan, dia menyebut masih ada guru honorer yang digaji Rp 200 ribu per bulan. ’’Saya pikir tahun 2025 akan lebih baik, ternyata tidak. Anggaran guru dipotong lebih dari Rp 50 triliun. Gaji guru, terutama honorer, sangat kecil. Bahkan di kota besar. Dan masalah itu tetap ada, makanya film ini akhirnya dibuat,” papar Joko.
Terlepas dari itu, Joko menyebut bahwa film Pengepungan di Bukti Duri dibuat sebagai tontonan yang ringan. Salah satunya, dengan menyajikan alur cerita yang mudah dipahami sehingga bisa dinikmati. ’’Kami tidak mau film ini terlalu berat. Ceritanya enak diikuti. Kami hanya ingin menggulirkan sebuah pemicu dari cerita ini agar bisa menjadi bahan diskusi dan perenungan bersama,” ucap Joko.
Trailer juga menampilkan perubahan penampilan Morgan, yaitu dengan kepala botak dan berjanggut. Ini menjadi pengalaman perdananya memotong rambut hingga nyaris habis. Dia menyatakan, transformasi itu merupakan tuntutan dari sutradara.
Pengepungan di Bukit Duri juga melibatkan jajaran aktor muda seperti Hana Malasan, Fatih Unru, Endy Arfian, Satine Zaneta, Dewa Wayana, Fariz Fadjar, Florian Rutters, Farandika, Raihan Khan, Millo Taslim, dan Sandy Pradana.
Film kolaborasi Come and See Pictures dan MGM Studios tersebut dijadwalkan tayang di bioskop mulai 17 April mendatang. (shf/c7/len)
Editor : Miftahul Khair