PONTIANAK POST - Riefian Fajarsyah atau yang lebih dikenal sebagai Ifan Seventeen resmi diangkat sebagai Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN).
Kabar pengangkatan tersebut disambut dengan sejumlah karangan bunga yang berjejer di depan kantor PT PFN di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur.
Karangan bunga ucapan selamat terlihat memenuhi area depan kantor PFN, menandakan dukungan dan apresiasi dari berbagai kalangan atas pengangkatan Ifan Seventeen sebagai pimpinan perusahaan milik negara yang bergerak di bidang produksi film tersebut.
PT Produksi Film Negara (PFN), perusahaan BUMN yang bergerak di industri perfilman Indonesia, telah menunjuk Ifan Seventeen sebagai Direktur Utama.
Keputusan ini cukup mengejutkan banyak pihak, mengingat latar belakang Ifan yang selama ini lebih dikenal sebagai musisi ketimbang pelaku industri film.
Karir di Dunia Musik
Ifan dikenal sebagai vokalis band Seventeen yang telah malang melintang di industri musik Indonesia.
Bersama bandnya, Seventeen, ia pertama kali mencatat kesuksesan besar di industri musik Indonesia lewat album debut mereka yang berjudul "Lelaki Hebat" pada tahun 2008.
Album ini melambungkan nama Seventeen berkat beberapa single populer, seperti "Lelaki Hebat" dan "Jaga Selalu Hatimu" yang sukses merebut perhatian pecinta musik tanah air.
"Lelaki Hebat" menjadi tonggak awal perjalanan karier Seventeen di industri musik Indonesia. Lagu-lagu dalam album ini dikenal karena liriknya yang kuat dan aransemen musik yang khas, membuat Seventeen memiliki basis penggemar yang solid sejak awal kemunculannya.
Single "Jaga Selalu Hatimu" bahkan menjadi salah satu lagu paling ikonik dari Seventeen. Lagu ini berhasil menempati posisi tinggi di berbagai tangga lagu nasional dan menjadi anthem bagi para penggemar setia Seventeen.
Jejak Politik
Selain dikenal sebagai musisi, Ifan Seventeen ternyata juga pernah mencoba peruntungan di dunia politik.
Pria kelahiran Yogyakarta, 16 Maret 1983 ini menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2001 hingga 2005.
Ifan pertama kali terjun ke politik pada Pemilu 2014 dengan mencalonkan diri sebagai anggota DPR dari Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Partai Gerindra. Namun, langkahnya kala itu belum membuahkan hasil.
Tak menyerah, Ifan kembali mencoba peruntungan politik pada Pemilu 2019. Kali ini, ia maju sebagai calon legislatif dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk daerah pemilihan Kalimantan Barat.
Namun, nasib baik kembali belum berpihak kepadanya karena ia gagal memperoleh kursi di parlemen. (mif)
Editor : Miftahul Khair