Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Keluarga Wujudkan Keinginan Almarhumah Titiek Puspa saat Pemakaman: “Kalau Aku Mati, Kalian Datang Mesti Pakai Putih”

Miftahul Khair • Sabtu, 12 April 2025 | 13:19 WIB
Sejumlah anggota keluarga menghadiri pemakaman penyanyi Titiek Puspa di TPU Tanah KUsir, Jakarta, Jumat (11/4).
Sejumlah anggota keluarga menghadiri pemakaman penyanyi Titiek Puspa di TPU Tanah KUsir, Jakarta, Jumat (11/4).

 

PONTIANAK POST - Ratusan orang turut mengantarkan jenazah Titiek Puspa ke tempat peristirahatan terakhirnya di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, kemarin (11/4). Para pelayat yang hadir tidak hanya dari kalangan selebritas maupun pejabat, namun juga warga setempat.

Pihak keluarga mengenakan busana serba putih. Anak pertama Titiek dengan mantan suaminya Mus Mualim, Petty Tunjungsari, menjelaskan bahwa mereka sedang mewujudkan keinginan sang ibunda yang telah meninggalkan pesan sejak 2020.

“Lima tahun lalu dia punya pesan khusus ‘kalau aku mati, kalian datang mesti pakai putih karena saya nggak suka baju hitam’,” ungkap Petty. Dia mengaku tidak tahu pasti alasan almarhumah tidak menyukai warna hitam. Yang jelas, omongan Titiek bak fatwa bagi keluarga dan tidak boleh dilanggar.

“Kami orang Jawa, apa yang dikatakan ibu saya itu istilahnya sendiko ratu ibu, lebih dari sekadar instruksi, tapi amanat yang kalau dilanggar,ya, bahaya,” tutur Petty.

Dia mengungkapkan, Titiek telah membicarakan perihal kematian sejak beberapa tahun terakhir. Dari tiga tahun lalu, pelantun lagu Kupu-Kupu Malam itu seringkali bercerita kepada orang-orang terdekat “Dia udah ngomong ‘pokoknya kalau nanti aku udah nggak berguna, aku minta sama Allah tolong diambil aja karena udah nggak manfaat,” ungkap Petty.

Titiek dimakamkan satu area dengan Wakil Presiden Republik Indonesia pertama Mohammad Hatta. Itu juga merupakan keinginan almarhumah. “Ternyata ada diskusi khusus antara dia dengan adik saya, dia maunya di sini,” ujar Petty.

Hal tersebut diizinkan oleh negara karena kiprah Titiek di belantika hiburan tanah air. Titiek bahkan disebut sebagai pahlawan budaya.“Tahun 1977 negara menyematkan Wirasatya Lencana kepada Titiek Puspa,” ujar Petty.

Titiek pernah berpesan untuk dimakamkan di dekat kuburan kedua orang tuanya di Temanggung, Jawa Tengah. Hal itu dilakukan dua pekan sebelum mengembuskan napas terakhir. “Waktu tanggal 24 Maret dia tiba-tiba ngomong ‘Mbak, aku ntar kalau meninggal dimakamkannya di Temanggung, ya’,” bebernya.

Namun, keluarga tidak menyetujui. Selain karena jarak yang terlalu jauh, Petty menyadari bahwa Titiek memiliki banyak penggemar yang sayang kepadanya.

“Aku diam, terus bilang ‘bukan aku aja yang kejauhan, penggemarnya Mama juga. Mama kan bukan cuma milik keluarga, tapi milik orang Indonesia’ dan dia  bilang‘oh iya, ya’,” imbuhnya.(shf/len)

Editor : Miftahul Khair
#wasiat #pemakaman #titiek puspa #meninggal dunia #putih