Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Nathalie Holscher Menolak Minta Maaf kepada Bupati Sidrap: 'Saya Tidak Tahu Kesalahan Saya'

Hanif PP • Minggu, 20 April 2025 | 11:02 WIB
Nathalie Holscher. (instagram/@nathalieholscher)
Nathalie Holscher. (instagram/@nathalieholscher)

PONTIANAK POST - Artis Nathalie Holscher baru-baru ini menjadi sorotan setelah tampil di Sidrap, Sulawesi Selatan, dituntut untuk meminta maaf oleh Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, terkait dengan kelakuannya yang dianggap tidak sesuai dengan etika dan budaya masyarakat Sidrap. Namun, permintaan maaf tersebut dengan tegas itolak oleh Nathalie, yang mengaku tidak tahu di mana letak kesalahannya.

Dalam unggahannya di Instagram, Nathalie menjelaskan bahwa dia diundang untuk mengisi acara di sebuah klub malam di Sidrap, di mana dia menerima saweran dari para pengunjung sebagai bentuk apresiasi terhadap penampilannya. "Assalamualaikum Bapak Bupati @syaharuddin_alrif_1, saya hanya diundang untuk mengisi acara di salah satu klub dan disawer oleh orang yang datang, dan saya sangat berterima kasih," tulis Nathalie.

Nathalie menegaskan bahwa dia menjalani profesinya sebagai DJ dengan profesionalisme, dan setelah acara selesai, dia langsung pulang tanpa melakukan hal-hal yang tidak pantas. Namun, video yang menunjukkan Nathalie menerima uang saweran hingga mencapai Rp150 juta viral di media sosial dan menjadi perdebatan di kalangan masyarakat Sidrap.

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif merasa tindakan Nathalie tidak mencerminkan adab dan etika yang berlaku di Sidrap, bahkan sampai ada demo yang menuntut Nathalie untuk meminta maaf. Bupati kemudian meminta Nathalie untuk meminta maaf di media sosial. Namun, Nathalie Holscher merasa bingung dan tidak mengerti alasan di balik permintaan maaf tersebut. Menurutnya, tindakan yang dilakukan selama acara tidak melanggar norma yang ada, dan dia merasa tidak bersalah.

“Saya disuruh datang kembali ke Sidrap untuk meminta maaf kepada masyarakat Sidrap. (Saya bertanya, salah saya di mana?) Lalu setelah itu kita berbicara via WhatsApp dengan Pak Rusdi dan saya menjawab 'saya tidak mau minta maaf'," tegas Nathalie.

Nathalie lebih memilih untuk mengajukan saran kepada Bupati Sidrap jika tempat hiburan malam dianggap bertentangan dengan budaya lokal. "Kalau tidak mau ada klub-klub di Sidrap, ya tutup saja, kenapa nama saya yang dibawa-bawa terus?" ujarnya.

Menurut Nathalie, banyak DJ lain yang juga pernah tampil dan menerima saweran di Sidrap, tetapi kenapa hanya dirinya yang dipermasalahkan? Dia pun merasa terganggu dengan hal ini, mengingat profesinya sebagai DJ sudah dilakukan secara profesional.

Masalah ini bermula ketika Nathalie menerima pekerjaan sebagai DJ di sebuah tempat hiburan malam di Sidrap. Setelah menerima saweran yang cukup besar, video tersebut tersebar di media sosial dan menimbulkan berbagai reaksi pro dan kontra. Sebagian netizen memberikan dukungan kepada Nathalie, namun banyak juga yang menganggap tindakan tersebut bertentangan dengan nilai-nilai etika masyarakat setempat.

Sementara itu, Anggota DPR RI Rusdi Masse Mappasessu juga turut menanggapi kasus ini. Ia meminta Nathalie untuk meminta maaf kepada tokoh masyarakat Sidrap, meskipun ia menegaskan bahwa apa yang dilakukan Nathalie bukanlah untuk merendahkan atau menjelekkan nama baik Sidrap. “Apa yang dia lakukan hanya ekspresi kebanggaan, tidak ada niat untuk menjatuhkan nama baik kabupaten Sidrap,” ujar Rusdi. (jpc)

Editor : Hanif
#sidrap #Natalie Holscher #etika #klub malam #dj #sulawesi selatan #budaya #Bupati Sidrap