PONTIANAK POST – Penyanyi pop berbahasa Iban, Adi Bangai Undai, kembali meramaikan industri musik dengan karya terbarunya berjudul “Mesin Ngejim”, sebuah lagu jenaka yang sarat makna sosial.
Lagu ini mengangkat kisah seorang pria yang mulai resah karena belum menikah, sementara teman-teman sebayanya, bahkan yang lebih muda, sudah lebih dulu berkeluarga.
Bertema ringan namun relevan, lagu ini terinspirasi dari candaan santai bersama teman-teman.
“Mesin Ngejim” dikemas dalam nuansa humor dengan sentuhan musik yang enerjik dan dinamis.
Lirik-liriknya ditulis dalam bahasa Dayak Iban, memberikan warna khas yang memperkaya identitas lagu tersebut.
Untuk menghadirkan suasana yang lebih segar dan berbeda dari karya-karya sebelumnya, Adi Bangai Undai memilih aransemen dengan tempo cepat.
Ia banyak terinspirasi dari band-band pop Melayu tanah air untuk menciptakan warna musik yang lebih hidup dan bertenaga.
Lagu “Mesin Ngejim” diciptakan dan dinyanyikan langsung oleh Adi Bangai Undai, dengan aransemen musik digarap oleh GION dan Marcel Tinaw dari TA Project. Proses rekaman dilakukan di Studio TA Project dengan Tuah Amau sebagai produser.
Sejumlah musisi dari Sintang dan Sanggau turut terlibat dalam pengisian instrumen, antara lain Gion sebagai keyboard dan vokal latar, Marcel Tinaw sebagai Gitar dan vokal latar, Ambro sebagai Gitar akustik dan Kordi di posisi Bassis.
Pemilihan judul “Mesin Ngejim” bukan tanpa alasan. Dalam pergaulan sehari-hari, istilah ini kerap digunakan untuk menggambarkan motor yang mesinnya rusak dan sulit diperbaiki.
Dalam konteks lagu, istilah ini dijadikan metafora atas kekhawatiran seorang pria yang merasa ‘macet’ dalam urusan cinta—tak kunjung menikah dan takut menjadi “mesin yang rusak”.
Lebih dari sekadar sindiran, judul ini juga mencerminkan komitmen Adi Bangai Undai untuk terus berkarya. Ia tak ingin kreativitasnya “mati mesin”, seperti makna kiasan dari lagu ini.
“Mesin Ngejim” resmi dirilis pada 25 April 2025 di berbagai platform musik digital.
Adi berharap, lagu ini bisa menjadi hiburan yang membawa senyum sekaligus menggambarkan realitas sosial yang kerap terjadi di tengah masyarakat. (mif)
Editor : Miftahul Khair