Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pecah Rekor! "Pengepungan Bukit Duri" Jadi Film Action Thriller Terlaris

Miftahul Khair • Kamis, 15 Mei 2025 | 14:09 WIB

 

Pemeran utama film Pengepungan di Bukit Duri, Morgan Oey, saat sesi gala premiere, beberapa waktu lalu, di Jakarta. Film ini telah meraih 1.851.315 penonton di hari ke-26 penayangannya.
Pemeran utama film Pengepungan di Bukit Duri, Morgan Oey, saat sesi gala premiere, beberapa waktu lalu, di Jakarta. Film ini telah meraih 1.851.315 penonton di hari ke-26 penayangannya.

PONTIANAK POST - Film terbaru karya penulis dan sutradara ternama Joko Anwar, 'Pengepungan di Bukit Duri' resmi mencetak sejarah baru di industri perfilman Indonesia.

Mengutip dari postingan Instagram @Jokoanwar, film ini telah meraih 1.851.315 penonton di hari ke-26 penayangannya yang sekaligus menjadi film lokal action thriller dewasa terlaris sepanjang masa di Indonesia.

"Alhamdulillah... Pengepungan di Bukit Duri sekarang film lokal action thriller dewasa terlaris sepanjang masa di Indonesia. Terima kasih penonton! Selamat cast dan crew!" ucap Joko Anwar di Instagramnya yang diposting pada Selasa (13/5).

Pencapaian ini melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh 'The Raid' (2012), yang selama 13 tahun bertahan dengan total 1.844.817 penonton. Jumlah penonton film 'Pengepungan di Bukit Duri' pun terus bertambah setiap harinya.

Melansir dari Today Stage, pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi genre aksi-thriller di Indonesia, yang selama bertahun-tahun kesulitan menemukan tempat di hati penonton lokal.

Kesuksesan film 'Pengepungan di Bukit Duri' juga menghadirkan harapan baru bagi perfilman nasional, membuka jalan bagi keberagaman genre termasuk aksi dan thriller untuk lebih diterima di pasar domestik.

Sebelumnya, Joko Anwar juga mencatat keberhasilan serupa lewat film pahlawan super 'Gundala' (2019) yang menjadi salah satu blockbuster di Indonesia.

Dalam perjalanan karier Joko Anwar yang telah berlangsung dua dekade, 'Pengepungan di Bukit Duri' menempati posisi istimewa sebagai film paling monumental.

Bahkan sebelum dirilis, film ini sudah memicu diskusi publik berkat isu-isu sosial yang diangkat, dan kini semakin menjadi bahan perbincangan di berbagai platform digital karena relevansinya dengan dinamika sosial saat ini.

Film ini merupakan proyek kolaborasi internasional antara Come and See Pictures dan studio besar asal Hollywood, Amazon MGM Studios.

Dalam proses pembuatannya, Joko Anwar tak hanya berperan sebagai penulis dan sutradara, tetapi juga merangkap sebagai produser bersama Tia Hasibuan, serta turut menyunting film tersebut.

Ia juga kembali bekerja sama dengan sejumlah kolaborator lamanya seperti sinematografer Jaisal Tanjung dan komposer Aghi Narottama. Film 'Pengepungan di Bukit Duri' juga menjadi ajang unjuk kebolehan bagi para aktor muda berbakat Indonesia.

Selain dibintangi oleh nama-nama besar seperti Morgan Oey, Hana Pritashita Malasan, Kiki Narendra, dan Landung Simatupang, film ini juga menampilkan jajaran bintang muda yang tengah naik daun yakni Omara Esteghlal, Endy Arfian, Fatih Unru, Satine Zaneta, Dewa Dayana, Florian Rutters, Faris Fadjar Munggaran, Sandy Pradana, Raihan Khan, Farandika, Millo Taslim, Sheila Kusnadi, Shindy Huang, hingga Bima Azriel.

Kesuksesan film 'Pengepungan di Bukit Duri' juga menjadi penanda bahwa perfilman Indonesia tengah memasuki babak baru lebih berani, lebih beragam, dan semakin mendunia. (jpc)

Editor : Miftahul Khair
#film #the raid #action thriller #rekor #terlaris #pengepungan bukit duri