FILM terbaru dari waralaba aksi spionase populer, Mission: Impossible – The Final Reckoning tayang di bioskop pada 23 Mei 2025.
Film Mission: Impossible – The Final Reckoning didapuk akan menjadi penutup dari kisah panjang Ethan Hunt dan tim IMF. Sebagaimanan diketahui, film ini menjanjikan aksi mendebarkan sekaligus penuntasan berbagai misteri yang telah dibangun sejak film pertama.
Bagi penonton lama maupun baru, berikut adalah rekap cerita lengkap yang akan membantu memahami inti cerita sebelum menonton filmya yang dilansir dari laman Variety.
Waralaba Mission: Impossible dikenal dengan cerita kompleks namun tetap bisa dinikmati sebagai film aksi mandiri
Sejak kemunculannya di tahun 1996, Mission: Impossible telah menjadi salah satu seri film aksi paling ikonik di dunia. Meskipun ceritanya penuh intrik dan berliku, film-film ini dirancang agar tetap dapat dinikmati secara individual. Namun, bagi mereka yang mengikuti perjalanan Ethan Hunt dari awal, setiap film menghadirkan lapisan narasi yang saling terhubung dan memperkaya pemahaman terhadap konflik yang ada.
Dalam film sebelumnya, Ethan Hunt menghadapi musuh lama dan ancaman kecerdasan buatan supercanggih
Pada film Dead Reckoning - Part One (2023), Ethan Hunt berhadapan dengan Gabriel Martinelli (Esai Morales), seorang agen bayangan yang terlibat dalam masa lalu Ethan dan menjadi alat dari entitas kecerdasan buatan bernama The Entity. Entitas ini secara diam-diam menyusup ke pusat-pusat kekuasaan global untuk mengacaukan sistem informasi dunia. Setelah pertarungan sengit di atas kereta cepat, Gabriel berhasil melarikan diri, sementara Ethan memperoleh kunci rahasia yang dapat membuka akses ke "sonar sphere" di dalam kapal selam Rusia yang tenggelam, Sevastopol, tempat sumber kode The Entity disimpan.
Tim IMF kini terdiri dari wajah lama dan rekrutan baru yang siap menyelesaikan misi terakhir
Selain Ethan Hunt yang dikenal sebagai agen penuh improvisasi dan insting tajam, tim IMF kini diperkuat oleh beberapa karakter kunci. Luther Stickell (Ving Rhames) tetap menjadi ahli komputer terpercaya, sementara Benji Dunn (Simon Pegg) kembali sebagai teknisi lapangan yang cemas namun jenius.
Bergabung pula Grace (Hayley Atwell), mantan pencuri yang dikejar Ethan dalam film sebelumnya dan kini menjadi sekutu. Tak ketinggalan, Paris (Pom Klementieff), mantan anak buah Gabriel yang selamat dari upaya pembunuhan, serta Theo Degas (Greg Tarzan Davis), agen intelijen yang sebelumnya bekerja sama dengan Jasper Briggs, kini bergabung dalam pencarian Sevastopol.
Baca Juga: Kelly Tandiono jadi National Director Miss Universe Indonesia, Pendaftaran 2025 Resmi Dibuka
Pemerintah dan badan intelijen dunia mulai menyadari ancaman serius dari The Entity
Di tingkat global, berbagai tokoh pemerintahan terlibat dalam upaya menanggapi ancaman The Entity. Presiden Erika Sloane (Angela Bassett), mantan direktur CIA, kini memimpin langkah-langkah strategis dengan dukungan Eugene Kittridge (Henry Czerny), direktur CIA saat ini sekaligus mantan pemimpin IMF.
Kittridge, yang memiliki sejarah panjang dengan Ethan, kini berperan penting dalam menavigasi keputusan politik yang kompleks. Mereka didampingi oleh Menteri Pertahanan Serling Bernstein, Menteri Luar Negeri Walters, Jenderal Sidmey sebagai Ketua Gabungan Kepala Staf Militer, Kepala NSA Angstrom, dan Direktur Intelijen Nasional Richards.
Film ini menghubungkan berbagai kejadian penting dari beberapa seri sebelumnya
"The Final Reckoning" merangkai berbagai peristiwa dari film-film sebelumnya, termasuk Mission: Impossible (1996), di mana Ethan pertama kali bertemu Kittridge dan terlibat dalam pencurian di markas CIA yang menyebabkan petugas William Donloe dipindahkan ke Alaska. Dalam pencarian Sevastopol, Ethan akhirnya kembali bertemu Donloe, menciptakan momen nostalgia yang tak terduga.
Film Mission: Impossible III (2006) juga berperan penting dalam membentuk latar belakang ancaman The Entity, terutama melalui artefak misterius bernama Rabbit’s Foot, yang dianggap sebagai "anti-Tuhan" oleh karakter Benji Dunn. Meskipun benda ini tak pernah dijelaskan secara eksplisit, hubungannya dengan kecerdasan buatan yang kini menjadi musuh utama mulai terungkap. Selain itu, organisasi teroris dari film-film sebelumnya seperti Cobalt (Ghost Protocol), Syndicate (Rogue Nation), dan The Apostles (Fallout) diyakini telah menjadi korban infiltrasi awal oleh The Entity.
Penonton tidak perlu khawatir ketinggalan cerita meski belum menonton semua film sebelumnya
Meskipun film ini merupakan penutup dari keseluruhan waralaba, "The Final Reckoning" dirancang agar tetap mudah diikuti, bahkan oleh penonton yang belum menyaksikan seluruh film sebelumnya. Sebagian besar informasi penting akan dijelaskan dalam film melalui narasi dan dialog karakter di awal. Bagi penggemar lama, film ini akan menjadi hadiah penuh referensi dan penutupan emosional, sementara bagi penonton baru, ini adalah sajian aksi yang dapat dinikmati tanpa merasa kebingungan.
Mission: Imposible - The Final Reckoning menjanjikan klimaks spektakuler dari saga Ethan Hunt
Sebagai film penutup dari saga panjang Ethan Hunt, Mission: Impossible – The Final Reckoning menghadirkan pertaruhan tertinggi yang melibatkan teknologi, konspirasi global, dan pengorbanan pribadi. Dengan kombinasi aksi menegangkan, kecerdasan buatan sebagai musuh utama, dan karakter-karakter yang telah menemani penonton selama hampir tiga dekade, film ini siap menjadi salah satu penutup waralaba paling spektakuler dalam sejarah perfilman.
Menurut ulasan dari The Hollywood Reporter, film ini tetap mempertahankan kekuatan teknis dan narasi yang solid, tetapi ada perbedaan tonasi yang cukup mencolok dibandingkan film-film sebelumnya. Sutradara film ini, McQuarrie memilih pendekatan yang lebih serius, bahkan suram, yang bisa jadi tidak semua penggemar setuju.
Sebagian kritikus menilai film ini terlalu panjang, dengan ritme yang sedikit lambat di beberapa bagian. Namun begitu, performa Tom Cruise dinilai tetap prima, membawa intensitas dan keberanian khasnya yang tidak menua oleh waktu. (jp)
Editor : Miftahul Khair