Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Film 'Sampai Jumpa, Selamat Tinggal': Sorotan Menyentuh Tentang Jouhatsu dan Sisi Gelap Korea

Miftahul Khair • Selasa, 3 Juni 2025 | 14:58 WIB
Jerome Kurnia dam Putri Marino dalam Film Sampai Jumpa, Selamat Tinggal.
Jerome Kurnia dam Putri Marino dalam Film Sampai Jumpa, Selamat Tinggal.

PONTIANAK POST – Sutradara Adriyanto Dewo kembali menghadirkan karya terbarunya berjudul Sampai Jumpa, Selamat Tinggal di layar lebar.

Film ini mengeksplorasi fenomena jouhatsu, sebuah kondisi sosial yang kerap terjadi di negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan selama beberapa dekade terakhir.

"Inspirasi film ini, saya pernah baca suatu artikel tentang fenomena jouhatsu. Bisa pergi dari keseharian kamu, pergi dari keluarga, dan kamu hidup dengan identitas baru," ujar Adriyanto Dewo saat konferensi pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/6).

Adriyanto menjelaskan bahwa jouhatsu umumnya dialami oleh individu yang memiliki relasi kurang harmonis dengan pasangannya atau anggota keluarga lain. Mereka memilih untuk menjauh dan membangun hidup baru dengan identitas yang berbeda.

"Biasanya terjadi pada pasangan yang kurang harmonis, untuk menghindari perceraian formal," tuturnya.

Penonton yang terbiasa menikmati film Korea mungkin akan merasa asing dengan lokasi-lokasi dalam Sampai Jumpa, Selamat Tinggal.

Film ini mengambil latar di beberapa wilayah yang memperlihatkan realitas kelam Korea Selatan, seperti kawasan yang menjadi markas kelompok kriminal atau gangster, yang terlibat dalam berbagai tindak kejahatan.

Film ini menampilkan sisi lain Korea Selatan, berbeda dari kesan cerah dan romantis yang selama ini mendominasi perfilman negara tersebut.

"Di balik lampu gemerlap Korea Selatan, ada sisi gelapnya orang-orang merasa kesepian gitu ya. Buat saya ada dua macam perpisahan. 'Sampai jumpa', itu untuk menggambarkan betapa pahitnya perpisahan namun tetap berharap untuk bisa ketemu lagi. Kalau 'selamat tinggal', kita sudah mengikhlaskan dan berharap tidak perlu ketemu lagi," katanya.

Proses pengambilan gambar dilakukan di sejumlah lokasi di Korea Selatan dengan melibatkan tim produksi berukuran kecil untuk menjaga efisiensi dan fleksibilitas selama syuting berlangsung. (mif/jpc)

Editor : Miftahul Khair
#film #sisi gelap #korea selatan #Sampai Jumpa Selamat Tinggal #Jouhatsu