Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Angela Gilsha Bongkar Kerusakan Raja Ampat, Singkirkan Klaim Menteri ESDM Soal Aktivitas Tambang

Hanif PP • Minggu, 15 Juni 2025 | 01:02 WIB
Angela Gilsha
Angela Gilsha

PONTIANAK POST - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengklaim tidak ada kerusakan lingkungan di Raja Ampat, Papua Barat Daya, akibat aktivitas pertambangan nikel. Ia menyatakan, berdasarkan kunjungan langsung ke lokasi, tidak ditemukan pencemaran laut maupun kerusakan lingkungan. Namun, klaim tersebut dipatahkan oleh artis Angela Gilsha, yang dalam sebuah video memperlihatkan kondisi laut yang rusak akibat aktivitas tambang. Video itu diunggah melalui akun Instagram Greenpeace.

Dalam video tersebut, Angela yang berusia 30 tahun awalnya mengungkapkan kekagumannya terhadap keindahan alam Raja Ampat. Ia menyebutkan pasir putih, terumbu karang berwarna neon, dan ikan-ikan warna-warni yang memenuhi perairan. “Tadi kami ke sebuah pulau, itu benar-benar indah banget. Rasanya kayak nggak nyata ada di situ. Pasir putih, koralnya warna neon, warna-warni. Semua ikan warna-warni lagi makan-makanin koral. Lautannya benar-benar ramai sama ikan, cantik banget,” ujar Angela.

Namun kekaguman itu segera berubah menjadi keprihatinan saat ia melihat ke arah pulau lain di seberangnya. Angela mendapati perairan keruh, ikan menghilang, dan hutan yang digunduli demi tambang. Ia menyaksikan langsung alat-alat berat beroperasi di pulau tersebut. “Aku lihat dengan mata kepala sendiri, bagian atas pulau itu sudah terkelupas. Tanahnya terlihat jelas, dan banyak alat berat di situ,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bagaimana limbah tambang telah mencemari pantai. Pasir berubah warna menjadi cokelat, air laut menjadi keruh, dan terumbu karang rusak akibat material yang terbawa dari daratan ke laut. “Pasir dari atas masuk ke laut, merusak koral-koral. Ikan nggak bakalan mau tinggal di situ,” tambahnya.

Angela mengaku sempat dilarang mendekat ke area tambang. Ia mendapat perlakuan intimidatif: suara klakson nyaring dari atas pulau dan upaya pengejaran oleh pihak keamanan. “Ini pengalaman pertama aku kayak gini. Awalnya kupikir mereka cuma mau nakut-nakutin atau penasaran siapa kami. Tapi ternyata kami benar-benar diikuti sampai jauh banget,” tuturnya. (jpc)

Editor : Hanif
#aktivitas tambang #Tambang Nikel #Angela Gilsha #bahlil lahadalia #raja ampat