PONTIANAK POST – Kabar duka datang dari dunia musik dangdut Indonesia. Penyanyi legendaris Hamdan ATT wafat pada usia 76 tahun, Selasa (1/7/2025) pukul 12.00 WIB.
Informasi meninggalnya pelantun lagu “Termiskin di Dunia” ini dibenarkan langsung oleh sang putri, Aisyah Kamaliah. Melalui pesan WhatsApp kepada awak media, Aisyah menyampaikan:
"Waalaikumsalam, betul meninggal dunia pukul 12.00," kata Aisyah, dikutip dari Solo Balapan.
Hal serupa juga diungkapkan oleh putra Hamdan, Haikal Attamami, kepada CNN Indonesia. "Iya betul tadi jam 12 siang. Di rumah. Meninggalnya di rumah. Pemakaman belum diskusi sama keluarga," ujarnya.
Sampai berita ini disusun, belum ada pernyataan resmi terkait penyebab pasti kepergian Hamdan ATT. Namun, diketahui bahwa almarhum telah lama berjuang dengan berbagai masalah kesehatan.
Hamdan ATT sempat mengalami serangan stroke berulang serta mengidap penyakit ginjal. Dalam beberapa tahun terakhir, kondisinya terus menurun. Bahkan, ia sempat menjalani operasi dan perawatan intensif di RS Polri Kramat Jati karena komplikasi kesehatan serius.
Aisyah sempat mengungkapkan, "Benar, ayah kami Hamdan ATT, baru menjalani operasi di RS Polri Kramat Jati dikarenakan cairan di otak," katanya. "Kemudian, memang ada pecah pembuluh darah," tambahnya.
Hamdan ATT yang memiliki nama lengkap Hamdan Attamimi lahir di Aru, Maluku, pada 27 Januari 1949. Ia mulai meniti karier musik sejak dekade 1960-an dengan bergabung dalam sebuah band yang terinspirasi dari The Shadows.
Pada 1969, ia tampil di layar kaca lewat grup Nada Buana di TVRI. Namanya kemudian semakin dikenal luas setelah merilis lagu “Termiskin di Dunia” yang populer pada era 1980-an dan mengukuhkannya sebagai salah satu ikon musik dangdut Indonesia.
Selain dikenal sebagai penyanyi, Hamdan ATT juga menjadi pelatih vokal di ajang pencarian bakat Dangdut Academy yang ditayangkan Indosiar sejak 2014. Kontribusinya terhadap dunia musik, terutama dangdut, telah meninggalkan jejak yang mendalam bagi penggemarnya.
Kepergian Hamdan ATT tentu menyisakan kesedihan yang mendalam, tetapi karya dan dedikasinya akan terus dikenang.
Selamat jalan, legenda. Musikmu akan selalu hidup dalam hati para pencinta dangdut Indonesia. (mif)
Editor : Miftahul Khair