PONTIANAK POST — Potongan video pernyataan Ahmad Dhani yang meminta suami Maia Estianty, Irwan Mussry, untuk menasihati istrinya agar berhenti membahas masa lalu, menjadi viral di media sosial. Permintaan tersebut ia sampaikan dalam rangka meredakan ketegangan antara dirinya dan mantan istrinya itu. "Mas Irwan Mussry harus menasihati agar Maia tidak ngomongin masa lalu," ujar Dhani, dikutip Jumat (11/7).
Ia menekankan keinginannya untuk mengakhiri perselisihan, namun mengingatkan bahwa jika Maia tetap membuka masa lalu, dirinya tidak akan segan-segan mengungkap sisi gelap dari kisah yang selama ini belum terpublikasi. "Setop ngomongin masa lalu, setop bergibah soal pernikahan masa lalu, setop pura-pura jadi yang tersakiti, setop pura-pura jadi yang terzalimi," tegas ayah dari Al, El, dan Dul itu. Ia bahkan menyebut memiliki bukti tanda tangan Maia yang menunjukkan pernah menjalin hubungan dengan pria lain di masa lalu.
Pernyataan Dhani ini datang setelah dua video berisi bantahannya terhadap pernyataan Maia viral di kanal YouTube. Video pertama berisi kompilasi pernyataan Maia terkait dugaan perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan konflik lain. Video kedua menampilkan bukti Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dari kepolisian, yang menyatakan tuduhan KDRT tidak cukup bukti.
Tak hanya itu, Dhani juga telah melaporkan psikolog Lita Gading ke Polda Metro Jaya pada Kamis (10/7). Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/4759/VII/SPKT/POLDA METRO JAYA, terkait pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Undang-Undang Perlindungan Anak.
Lita dilaporkan atas unggahannya di media sosial yang menampilkan nama terang dan foto Shafeea, putri Ahmad Dhani dan Mulan Jameela, yang masih di bawah umur. Dhani menilai tindakan Lita membangun stigma negatif yang menyudutkan anaknya atas dasar informasi yang tidak berdasar. "Semua ini berawal dari gosip dan fitnah. Kalau ditelusuri, ditanya sumbernya, calon tersangkanya tidak dapat membuktikan tentang keabsahan berita itu,” ujar Dhani.
Kuasa hukum Ahmad Dhani, Aldwin Rahadian, menambahkan bahwa tindakan Lita merupakan bentuk eksploitasi anak yang tidak hanya melanggar hukum nasional, tetapi juga bertentangan dengan konvensi internasional perlindungan anak. Ia menduga motif di balik konten tersebut adalah kepentingan personal untuk mengejar popularitas.
Sebelum laporan polisi dilayangkan, Dhani dan Mulan telah mengadu ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terkait dugaan pelanggaran oleh Lita Gading dan beberapa netizen terhadap hak anak. Menurut mereka, pernyataan Lita menimbulkan dampak psikologis bagi Shafeea.
Menanggapi laporan tersebut, Lita Gading bersikap santai. Dalam unggahan TikTok-nya, ia mengatakan bahwa dirinya tidak merasa perlu mengklarifikasi apa pun. Ia juga menilai Dhani tidak menunjukkan itikad introspeksi diri.
“Bukannya introspeksi diri, malah sibuk mencari kesalahan orang lain,” ungkap Lita. Dalam unggahan lainnya, Lita justru menampilkan momen bersama Dul Jaelani dan El Rumi yang ia nilai memiliki wawasan luas dan sikap baik. Ia pun menyindir Dhani secara tersirat, “Anaknya saja pintar, berwawasan luas, dan sikap baik. Kok bapaknya…?” (jpc)
Editor : Hanif