Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Film Animasi “Merah Putih One for All” Panen Kritik Jelang Tayang

Hanif PP • Minggu, 10 Agustus 2025 | 11:08 WIB
CUPLIKAN: Potongan film animasi Merah Putih One for All yang akan tayang di bioskop mulai 14 Agustus 2025.
CUPLIKAN: Potongan film animasi Merah Putih One for All yang akan tayang di bioskop mulai 14 Agustus 2025.

PONTIANAK POST - Film animasi dalam negeri Merah Putih One for All yang digarap untuk memeriahkan HUT ke-80 Republik Indonesia menuai kritik tajam dari netizen, terutama terkait kualitas visualnya. Trailer film ini dirilis melalui kanal YouTube pada Jumat (8/8), namun respons yang diterima lebih banyak berupa cemoohan ketimbang pujian.

Meski demikian, film ini tetap dijadwalkan tayang di bioskop mulai 14 Agustus 2025, atau tiga hari sebelum peringatan kemerdekaan. Menariknya, untuk penayangan spesial pada 17 Agustus, harga tiket dibanderol Rp17 ribu.

Sejak trailer dirilis, warganet menyoroti kualitas visual animasinya yang dianggap tidak memadai untuk tayangan layar lebar. Kritik tersebut tersebar luas di media sosial, namun pihak produksi belum memberikan tanggapan resmi.

Meski banjir kritik, Merah Putih One for All tetap menjadi salah satu film nasional yang mengangkat tema kebangsaan menjelang peringatan kemerdekaan, dengan harapan dapat menyampaikan pesan persatuan kepada generasi muda.

Merah Putih One for All diproduksi oleh Perfiki Kreasindo, bagian dari Yayasan Pusat Perfilman H. Usmar Ismail. Posisi produser dipegang Toto Soegriwo, sementara produser eksekutif adalah Sonny Pudjisasono dan Endiarto. Kursi sutradara ditempati oleh Endiarto bersama Bintang Takari, yang juga menjadi penulis skenario. Bintang bahkan turut berperan sebagai animator utama film ini.

Endiarto disebut sebagai penggagas utama proyek, namun jejak Perfiki Kreasindo di industri perfilman tampak minim. Akun Instagram resminya, @perfiki.tv, bahkan belum menampilkan portofolio film sebelumnya, dan lebih banyak mengunggah kegiatan non-film seperti Pemilihan Putri Asuransi Indonesia.

Film ini bercerita tentang delapan anak dari latar budaya berbeda. Misalnya ada Betawi, Papua, Medan, Tegal, Jawa Tengah, Makassar, Manado, dan Tionghoa yang terpilih menjadi anggota Tim Merah Putih di sebuah desa. Menjelang upacara kemerdekaan, mereka mendapat tugas penting menjaga Bendera Pusaka.

Tiga hari sebelum peringatan 17 Agustus, bendera tersebut hilang secara misterius. Demi menemukannya, mereka harus mengesampingkan perbedaan, menembus sungai, hutan, badai, dan mengendalikan ego masing-masing demi memastikan sang Merah Putih tetap berkibar di hari kemerdekaan.

Pesan yang diusung adalah keberagaman sebagai kekuatan pemersatu, bukan penghalang. Film ini mengajak penonton untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan memandang perbedaan sebagai anugerah. (jpc)

Editor : Hanif
#HUT ke 80 Republik Indonesia #TUAI KRITIK #film animasi #kualitas #warganet #Merah Putih One for All #Visual